•January 28, 2012 •
Leave a Comment
Saat nonton acara Kick Andy kemarin malam , aku kembali ingat pesan bundaku dulu saat awal aku mau bekerja. Beliau selalu mengingatkanku untuk tetap bekerja walaupun kelak aku menikah. Awalnya sih aku cuek aja, pikirku saat itu ya lihat nanti deh. Padahal kalau ditanya dalam hati, aku malah pengennya kaya ibuku. Di rumah, selalu menyambut anak-anaknya ketika pulang sekolah dan selalu ada saat kami butuhkan.
Kadang aku tanyakan maksud dari pesan bunda, beliau selalu bilang “Jadi perempuan itu jangan terlalu tergantung sama suami, punyailah kemampuan untuk bekal jika kelak harus mengambil alih peran ayah dalam keluarga. Bekerja dan mandirilah “. Continue reading ‘Pesan Bunda Kala itu’
Posted in Cerita-cerita, My Family, Pengalaman
•January 24, 2012 •
Leave a Comment
Hari Minggu saat aku sedang mengedit beberapa foto yang aku jepret di hari Sabtu, sebuah berita di televisi mengagetkanku dan sempat membuatku terhenti tanpa bisa berkata-kata lagi. Kabar duka yang aku terima saat itu membuatku tak habis pikir tentang negeri ini. Bagaimana tidak pejalan kaki yang sedang berada di halte yang sepantasnya adalah tempat teraman buat mereka namun hari itu menjadi tempat yang paling tidak aman. Sebuah kendaraan telah menabrak kerumunan pejalan kaki tersebut dan menyebabkan 9 pejalan kaki tewas.
Awalnya dalam bayanganku mereka sedang menyeberang jalan, namun setelah browsing di internet ternyata mereka ada di trotoar tempat yang memang dikhususkan buat pejalan kaki. Hingga kini berita tersebut menjadi topik terhangat di negeri ini. Beberapa teman mengirimkan video tentang “kedasyatan” kecelakaan itu. Saat melihat video itu tak tega rasanya melihat beberapa anak muda sepulang bermain footsal tergeletak tak berdaya. Atau ketika melihat seorang bapak yang mengendong anaknya sambil memberikan susunya, padahal anak kecil tersebut sudah tak bernyawa. Hingga seseorang menyadarkan bapak tersebut bahwa anaknya sudah meninggal. Continue reading ‘Kesadaran Berkendaraan Di Jalan Raya’
Posted in Uncategorized
•January 22, 2012 •
Leave a Comment
Long weekend kali ini aku isi dengan jalan-jalan di kota Bogor. Sudah hampir 5 tahun aku tinggal di sini, namun hanya beberapa tempat wisata yang aku kunjungi. Bahkan aku hampir tidak ada kenangan di kota ini. Jika dibandingkan saat aku di Perancis kemarin, sangat berbeda sekali kebiasaanku. Di Perancis, hampir tiap weekend aku selalu jalan-jalan, pokoknya kapan lagi aku bisa jalan-jalan di Grenoble, pikirku saat itu. Namun saat aku di Indonesia tak pernah sekalipun aku berencana mengelilingi negeriku sendiri. Kini aku punya mimpi untuk bisa keliling Indonesia sebelum aku keliling dunia lagi. Aku ingin mengenal negeri indah ini dan mempromosikan ke teman-temanku di luar sana.
Perjalanan keliling Indonesia, aku mulai dari kota di mana aku tinggal sekarang. Ya kota Bogor menjadi kota awal dimana aku ingin mengenal negeri seindah negeri Indonesia. Negeri yang akan aku rindukan saat aku berada di luar negeri.
Bogor, selain wisata belanja banyak sekali menyimpan tempat wisata yang indah. Dua hari yang lalu aku sempat browsing tempat wisata di Bogor dan aku menemukan banyak sekali curug atau air terjun di kota ini. Wah air terjun, pasti bersih nih udara dan airnya. Continue reading ‘Solo Travelling : Curug Nangka , Curug Daun dan Curug Kawung’
Posted in Indonesia, Jalan-jalan, Pengalaman
•January 11, 2012 •
2 Comments
Beberapa hari ini begitu banyak pelajaran yang aku dapatkan dari sekelilingku. Mulai dari berbagai macam masalah yang tiba-tiba menghampiriku tanpa aku duga, diskusi kecil-kecilan dengan beberapa sahabat sampai beberapa link tulisan dari berbagai teman yang mampu membuka cara pandangku dan mendinginkan sedikit gejolak yang ada dalam pikiranku.
Pilihan menjadi netral diantara kepungan idealis dan tempuran beberapa kelompok terkadang menjadi pilihan yang sulit. Sedikit menjauh dari rutinitas dan focus pada tujuan utama malah sering dianggap berpihak pada salah satu kubu. Kebinggungan yang mulai menyerang akhirnya tumpah di email dan chattingan ke beberapa sahabat. Mungkinkah ini shock culture? Entahlah yang pasti semuanya menjadi serba salah ketika harus berhadapan dengan kehidupan nyata. Kehidupan yang ingin segera aku tinggalkan untuk sekedar menarik nafas panjang dan kembali berlari mengejar mimpi yang tak pernah bisa hilang dari pikiranku selama ini.
Allah memang maha penyayang, saat nafas ini sudah sesak dan dada ini sudah tak mampu menahan semua beban yang datang. Tiba-tiba aku dikejutkan sebuah note yang panjang yang mampu memberiku setitik cahaya untukku berjalan lagi.
Entahlah kenapa note itu menarik perhatianku, note yang menceritakan kisah yang mirip dengan apa yang aku alami saat itu. Penyadaran bahwa pemilihan kata-kata dalam penulisan di blog ataupun status di jejaring social walaupun sudah dihapus akan tetap tersimpan rapi di sebuah alamat di dunia maya. Hal itu sama dengan sebuah perkataan yang sudah kita lontarkan dan menyakiti hati seseorang, kata-kata itu akan tersimpan rapi di lubuk hati orang yang tersakiti. Perkataan ataupun penulisan ternyata efeknya bisa setajam silet sehingga mampu membuat orang yang tersakiti akan mengingatnya sampai kapanpun. Seperti saat kita membuat sebuah lubang di kertas dengan pulpen dan kemudian kita cabut pulpen tersebut. Kertasnya akan berlubang dan tak bisa direkatkan lagi. Walaupun sudah kita rekatkan dengan lem namun bekasnya masih ada. Continue reading ‘Tulisan dalam kehidupan’
Posted in Cerita-cerita, Indonesia, My Friends, Pengalaman
•January 2, 2012 •
6 Comments
Awal tahun baru ini sedikit banyak aku dikejutkan oleh beberapa statement dari sebagian teman-temanku, komentar-komentar negatif akibat statement seorang menteri yang dirilis beberapa media elektronik. Pertamanya sih aku baca berita ini di running teks sebuah televisi, wuih tinggi banget juga syarat toefl buat jadi PNS, batinku saat itu.
Aku pikir itu ga bakalan jadi polemik di jejaring sosial, tapi ternyata dugaanku salah. Beberapa teman memposting berita-berita yang berkaitan dengan statement seorang menteri itu. Mulai dari komentar sinis nilai TOEFL dari menteri tersebut, kemudian manfaatnya jika PNS mempunyai nilai TOEFL yang tinggi sampai komentar bapak menteri tersebut bakalan tidak mempunyai pegawai jika syarat tersebut diberlakukan.
Aku sih jadi penasaran saja siapakah bapak menteri ini terutama latar belakang pendidikannya. Tidak mungkin seseorang yang tidak mengerti medan akan mengeluarkan statement yang aneh-aneh, apalagi beliau adalah seorang menteri.
Akhirnya aku bertanya pada mbah Google tentang Bapak Gita Wirjawan yang merupakan menteri perdagangan dan yang mengeluarkan statemen bahwa beliau akan mewajibkan jajaran ‘anak buahnya’ di kementerian perdagangan memiliki skor TOEFL (Test of English as a Foreign Language) minimal 600.
Dengan hanya mengetik Gita Wirjawan di mbah Google, kutemukan latar belakang pendidikannya. Menurut Wikipedia, Gita Wirjawan lahir di Jakarta pada tanggal 21 September 1965, putra dari pasangan Wirjawan Djojosoegito dan Paula Warokka Wirjawan. Menempuh pendidikan S1 di Amerika Serikat dan menyelesaikan kuliahnya pada tahun1992 di Kennedy School of Government jurusan administrasi bisnis. Kemudian melanjutkan S2 di Harvard University jurusan public administration. Continue reading ‘PNS vs TOEFL 600′
Posted in Cerita-cerita, Indonesia
•December 29, 2011 •
2 Comments
Seminggu yang lalu banyak sekali status di FB yang menuliskan « Happy mother day », mengucapkan terima kasih kepada bunda kita. Namun apakah ucapan terima kasih kita diketahui bunda kita ya? Sudahkah kita menelephon bunda kita pada hari itu? Ataukah kita hanya mengucapkan terima kasih kita pada tanggal 22 Desember saja, setelah itu ya lupa deh dengan jasa-jasa bunda kita.
Sebenarnya tidak ada tradisi di keluargaku untuk memperingati hari ibu. Tidak ada kegiatan yang membebaskan bundaku dari pekerjaan sehari-hari di tanggal tersebut. Tidak ada kado ataupun sekedar ucapan terima kasih. Buat kami tanggal 22 Desember adalah hari biasa, yang tak perlu diperingati secara berlebihan. Dan bundaku pun tak pernah mengharapkan ucapan ataupun kado dari anak-anaknya.
Bisa dibilang kakak-kakakku dan aku adalah anak-anak tercuek di dunia ini. Namun bagi kami, membahagiakan bunda kami tercinta, memberinya kado ataupun perhatian bisa kami lakukan kapanpun, tak perlu nunggu hari istimewa seperti ulang tahun ataupun hari ibu. Saat kami ingin membebaskan bunda kami dari pekerjaannya, bisa kami lakukan saat kami pulang ke rumah. Saat kami ingin memberikan kado buat bunda, kami pun tak perlu nunggu saat bunda ultah ataupun hari ibu. Jika ada rejeki, kami selalu mengirimkan sesuatu kepada bunda kami. Continue reading ‘Bunda, You are everything for us’
Posted in Cerita-cerita, Indonesia, My Family, Pengalaman
•December 14, 2011 •
9 Comments
Suatu hari aku janjian dengan beberapa teman di sebuah mall di Jakarta, bertemu setelah sekian lama kita tidak bertemu. Berbagi cerita dan kondisi masing-masing. Tak terasa sudah waktunya makan siang, pergilah kami ke sebuah restoran di mall tersebut.
Tiba-tiba saat salah satu temanku datang ke meja kami sambil tertawa terbahak-bahak. Sambil duduk dia bercerita tentang sepasang orang asing yang tidak jadi pesan makanan hanya karena pelayanannya tidak bisa bahasa Inggris. Bukannya membantu, temanku itu malah tertawa. Kuhentikan makanku seketika saat mendengar cerita temanku, dan aku bertanya kepadanya orang asing yang mana yang akhirnya tidak jadi pesan. Temanku itu lalu menunjukkan sepasang orang asing yang ada di ujung restoran tersebut. Continue reading ‘Orang Asing Juga Manusia’
Posted in Cerita-cerita, France, Indonesia, Jalan-jalan, Jogja, My Family, My Friends, Pengalaman
•December 2, 2011 •
Leave a Comment
Dalam hidup ini, akan selalu banyak persimpangan yang kita temui. Tinggal kita ingin memilih jalan yang mana yang ingin kita tempuh. Setiap pilihan pasti mengandung resiko, entah itu resiko baik ataupun buruk.
Beberapa minggu yang lalu, ada dua orang teman yang menyapaku di account FB. Teman lama yang sudah tidak lama bertemu. Tiba-tiba menyapaku dan mengatakan “masih di Paris? Sudah married belum? Jangan ngejar karier” dan yang lain mengatakan “udah punya buntut belum”. Saat membaca pesannya, aku hanya bisa tersenyum saja dan hanya sebuah kalimat yang selalu aku tulis. Doakan saja yang terbaik.
Dan di hari yang sama, teman baikku menelephon sambil terisak-isak. Menceritakan kisahnya betapa hidup ini tidak adil (menurut dia ya). Ketika masih single selalu ditanyain kapan nikah, ketika sudah nikah ditanyain kapan punya anak. Sampai ada seorang yang sampai mengatakan sesuatu yang menyakitkan hatinya. Tanpa tahu kondisi yang sebenarnya orang tersebut sampai menyimpulkan bahwa sahabatku itu bukanlah istri yang baik, suka ngejar karier dan tidak mementingkan keluarga hingga akhirnya menunda-nunda untuk punya anak. Continue reading ‘Pilihan Hidup’
Posted in Cerita-cerita, Indonesia, My Friends
•November 28, 2011 •
5 Comments
Sabtu sore kemarin saat di jalan, tiba-tiba sebuah message masuk ke hpku. Seorang teman di seberang sana mengirimkan berita bahwa jembatan Kutai Kertanegara atau yang terkenal dengan jembatan Tenggarong runtuh. Deg, kaget saat dengar itu. Ko bisa runtuh ya ? Awalnya aku pikir mungkin karena ada gempa, tapi rasanya aneh di daerah Kalimantan kan tidak ada sesar gempa ya. Lalu karena apa ini bisa terjadi ?
Akhirnya setiba di kostan, ku buka laptop dan kunyalakan televisi. Memang ada berita tentang runtuhnya jembatan Tenggarong tersebut. Bahkan di youtube sudah ada video tentang runtuhnya jembatan tersebut. Saat melihat video tersebut, kaget bercampur sedih. Di situ terlihat ada beberapa mobil dan kendaraan yang terjebak dalam runtuhan jembatan tersebut. Selain itu gelagar jembatan pun sampai runtuh dan tenggelam ke dalam sungai. Di bayanganku lalu terlintas kengerian yang terjadi pada saat runtuhnya jembatan tersebut. Apalagi yang ku dengar, saat kejadian tersebut banyak kendaraan yang melintas di jembatan tersebut. Continue reading ‘Jembatanku Sayang Jembatanku Malang’
Posted in Cerita-cerita, Indonesia, Iptek
•November 22, 2011 •
7 Comments
Sebuah kejadian yang aku alami pas weekend kemarin membuatku sering bertanya-tanya kenapa bisa terjadi semua ini. Apakah pergeseran budaya sudah terjadi di negeri ini? Negara mana yang menjadi kiblat dari semua ini?
Kejadian pertama saat aku menginjakkan kaki di sebuah toko buku di Bogor. Sudah hampir setahun lebih aku tidak ke toko buku tersebut, hingga akhirnya kemarin aku pergi untuk membeli buku di sana. Anehnya saat aku berjalan-jalan sepanjang rak yang ada di toko buku tersebut, betapa kagetnya aku menemukan beberapa rak yang berisi buku-buku berjudul antara lain “Cara Mendidik Anak Pintar, Menjadi Orang Tua dari Anak Hebat” dan masih banyak lagi. Seakan-akan tujuan mendidik anak itu untuk menjadikan mereka anak pintar dan hebat.
Continue reading ‘Sebuah Refleksi Kehidupan’
Posted in Cerita-cerita, Indonesia, Pengalaman