Doa

Hari itu aku tersentak ketika seorang sahabat bercerita panjang lebar mengenai pengalamannya. Bagaimana tidak, ketika di hari yang semua orang terdekatku mendoakan hal-hal yang baik buatku , di sisi lain sahabatku bercerita kalau dia pernah didoakan agar sesuatu hal yang buruk menimpa sahabatku. Antara ragu dan tidak percaya, ternyata masih ada orang-orang yang mendoakan kita agar kita mendapat musibah. Dan saat itupun aku hanya bisa berdoa, semoga hari ini tidak ada yang mendoakan aku mendapat musibah di masa akan datang.

Aku mengenal sahabatku lebih dari 8 tahun, dan selama ini malah dia lah yang mengajarkanku untuk selalu berfikir dari sisi orang lain, berfikir positif dan selalu berbuat baik sama orang. Dari sekian lama aku berteman dengannya, tak pernah rasanya dia menyakitiku atau membuatku marah. Kesabaran dan kebaikkannya selama ini, selalu terekam dengan jelas dalam ingatku. Bahkan mungkin aku lah yang selalu membuatnya kesal dengan tiba-tiba mengirim email panjang sambil marah-marah, ngangguin dia ketika dia ada kerjaan, ngusilin dia, bahkan terkadang malah suka mengejeknya. Namun dia selalu sabar menghadapi tingkah usil dan jahilku. Entahlah berapa banyak kesabaran yang dia miliki, mungkin jika orang lain dia akan kesal dengan tingkah jahil dan usilku ini.

Orang sebaik dia saja masih ada yang doain yang buruk, nah apalagi aku yang suka banget ngerjain orang. Di titik itulah aku tersadar bahwa kebaikkan kita terkadang dipandang orang lain sebagai sesuatu ancaman buat dia. Hingga akhirnya malah berimbas kita didoakan yang jelek-jelek. Cobaan bertubi-tubi dan ujian yang silih berganti, bisa saja itu dari doa-doa orang yang pernah kita sakiti walaupun kita tidak berniat menyakitinya.

Memang apapun itu berawal dari niat kita, namun tidak semua niat baik kita dapat diterima orang lain. Dan jika hanya Allah yang mengetahui niat kita, apakah sebuah doa dari orang lain yang menginginkan kita mendapatkan musibah dapat ditangkal? Dan jika tidak, apakah itu sebuah takdir yang harus kita jalani? Aku percaya, apapun yang terjadi pasti atas ijin Allah, tapi apakah Allah mengijinkan doa-doa jelek itu menimpa kita? Kalau boleh berharap, doakan yang baik-baik buat orang lain walaupun dia sudah menyakiti kita.

23 September 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s