Beda di sini dan di sana

Tadi pagi, seorang sahabat bercerita mengenai kondisi kota yang dulu selama hampir 6 tahun dia tinggali. Ketika balik lagi ke kota tersebut, tidak banyak yang berubah di kota itu. Masih sama saat dia tinggalkan. Yang terbaru adalah adanya peraturan baru soal pembelian ticket tram, sekarang mesin pembelian ticket tram hanya mau menerima uang pas atau dibayar menggunakan kredit card ataupun debit card. Alasannya karena banyak sekali pengemis yang suka meminta paksa uang kepada orang-orang yang membeli ticket tram di ticket box. Pemerintah disana begitu melindungi kenyamanan warganya tuturnya diakhir chatt kami pagi tadi.

Sahabatku pun bercerita, kemacetan yang selama ini selalu dia alami. Tak pernah dia alami lagi sejak dia sampai di kota itu. Mendengar ceritanya soal kemacetan, aku pun hanya menimpali dengan tertawa. Seingatku, selama tinggal disana memang tidak pernah aku mengalami kemacetan sih.

Kota tempat tinggalku dan sahabatku di negara itu berbeda. Sahabatku dekat dengan laut, sedangkan aku berada di lembah pegunungan, walaupun sama-sama kami berada di bagian selatan negara itu. Di kota tempatku tinggal dulu, sangat jarang aku melewati jalan tol kecuali ketika aku akan pergi keluar kota. Berada di kota tsb, sedikit banyak memahami system transportasi di kota kecil itu.

Jalan tol berada di pinggir kota dan memutari kota kecilku, sedangkan di dalam kota hanya ada tram dan beberapa bus. Sangat sedikit sekali mobil pribadi yang lewat. Bahkan beberapa professor sering terlihat menggunakan tram jika dia berangkat dari rumahnya. Padahal rumahnya ada di pinggir kota.

Di dalam kotanya sendiri, toko-toko tidak terlalu banyak, kalaupun ada ya toko-toko kecil gitu. Supermarket dan mall (kalau bisa dibilang mall) hanya ada di pinggiran kota. Setiap hari minggu beberapa toko dan supermarket terlihat hanya buka sampai jam 18h00. Bahkan ada beberapa toko yang tutup di hari Minggu. Awal-awal berada disana, kesel juga sih. Kan jadinya minggu tidak bisa belanja atau main-main.

Seiring berjalannya waktu dan bergaul dengan orang-orang local, aku mengetahui sedikit-demi sedikit kebiasaan mereka. Mereka selalu menghabiskan waktunya di weekend itu di taman hanya sekedar baca buku atau bermain-main dengan keluarganya atau jalan-jalan bersama keluarga. Ya istilah gaulnya si family time gitu. Sampai saat ini, kebiasaan mereka yang kuanggap baik masih terus aku pertahankan di sini, walaupun terkadang membuatku terlihat sedikit aneh J

Contohnya saja adalah ketepatan waktu soal janji, aku adalah orang yang selalu berusaha datang tepat waktu ketika ada janji dengan orang. Dan hanya mentoleransi 30 menit keterlambatan dan itu pun dengan catatan ngasih tau alasan keterlambatannya sebelum sampai tujuan. Kadang jika aku ga sabar, sering kali aku tinggalin jika orang yang janji ketemu dalam 30 menit tidak datang.

Pernah tinggal dan hidup di negeri orang dengan keteraturan, membuat kami ketika balik ke negeri ini lagi berasa aneh. Terkadang kami ingin keadaan dan kondisi yang pernah kami rasakan bisa kami rasakan di negeri ini. Bukan niat membanding-bandingkan, namun jika negeri kita bisa sama dengan kondisi di negeri sana, bukannya itu menyenangkan? Berubah menuju yang lebih baik adalah tujuan kita semua bukan?

Berharap kelak, negeri ini bisa sejajar dengan negara yang pernah aku tinggalin dulu. Mengajak ke arah yang baik memang agak sedikit susah , namun diperlukan sebuah ketegasan dari pimpinan untuk membuat negeri ini menjadi lebih baik. Dan kita sebagai warga negara yang baik mempunyai kewajiban untuk membantu pemerintah di bidang-bidang yang kita kuasai. Tak perlu show off, tindakan kecil pasti akan dikenang oleh msyarakat kita nanti.

2 thoughts on “Beda di sini dan di sana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s