Kota Gede

20150725_135822Berawal dari keisengan untuk mengakhiri liburan lebaran tahun ini, akhirnya diputuskan untuk wisata ke Kotagede. Walau lama tinggal di kota Jogja, sangat jarang sekali aku wisata ke Kotagede selain hanya berbelanja perhiasan perak atau sekedar lewat ketika ke rumah teman. Entah kenapa saat itu pengen ke Kotagede, setelah membaca beberapa cerita-cerita teman-teman di blog.

Siang itu setelah dari Museum Sandi yang ada di Kotabaru, destinasiku selanjutnya adalah Kotagede. Tujuan pertama adalah mencari Pasar Gede Kotagede. Yang katanya banyak jajanan pasar. Karena sudah lama tidak tinggal di Jogja, maka tersesatlah aku sampai berkali-kali harus membuka ipadku untuk memastikan rute yang kulalui benar ketika tidak kudengar penunjuk arah dari waze.

Akhirnya nemu juga jalan menuju masjid Gede Mataram, sebuah jalan kecil, mungkin bisa dibilang gang yang ada penunjuk arah untuk ke Masjid Gede Mataram. Karena destinasi awalnya adalah pasar Gede, maka kulanjutkan perjalanan itu. Pertama kali melihat pasar Gede, serasa waktu kembali ke masa lampau. Bangunan lama yang masih dipertahanan di pasar itu dan tulisan aksara jawa yang masih ada di dinding pasar itu, membuatku berasa ada di jaman dahulu. Karena waktu sudah beranjak siang, beberapa jajanan pasar tidak aku temukan di sana. Yang kutemukan pasar masih ramai dan beberapa penjualnya sudah tua. Sayang saat aku datang bukan di saat pasaran legi. Jika saja saat pasaran legi, pastilah pasar itu ramai. Makanya orang-orang sekitar menyebutnya pasar Legi Kotagede.

Setelah berjalan mengelilingi pasar tersebut, akhirnya aku lanjutkan perjalanan menuju kompleks pemakaman dan masjid Gede. Dari pasar Legi Kotagede, kita ke selatan sekitar 100 meter kita dapat menemukan kompleks pemakaman raja-raja Mataram dan Masjid Gede Mataram. Sebuah pagar lama dan dua buah pohon beringin lah yang menandakan kita sudah berada di kompleks pemakamaman dan Masjid Gede. Di sebelah kiri tepatnya di depan pohon beringin dapat kita temukan sebuah bangunan yang bisa kita jadikan tempat istirahat dan di dekatnya adalah area parkir kendaraan. Kemudian kita juga akan menemukan 1 gapura yang mirip gapura umat Hindhu, ada juga ukiran di kusen pintunya. Sebelah kanan dan kiri dapat kita temukan rumah-rumah kuno yang biasanya merupakan rumah abdi dalem kraton yang mengurus komplek ini.

Memasuki komplek ini kita akan ditemukan 2 buah jalan, ke kanan kita akan menuju Masjid Gede Mataram dan sebelah kiri kita akan menemukan jalan menuju kompleks pemakaman raja-raja Mataram. Berhubung saat itu waktu sudah menunjukkan jam 1 siang, jadi aku memilih ke Masjid Gede Mataram untuk sholat terlebih dahulu. Di gapura depan Masjid Gede Mataram, kutemukan seseorang yang sedang menggambar gapura. Gambarnya hampir menyerupai aslinya. Dan anak muda itu tidak merasa terganggu dengan kedatangan orang-orang yang lewat di depannya. Kulangkahkan kaki ini ke Masjid Gede Mataram. Entah kenapa rasanya aku pernah datang ke Masjid ini. Entah kapan dan dengan siapa. Sebuah Masjid yang berbeda dengan masjid-masjid lainnya. Masjid yang bentuknya seperti rumah Joglo dan terbuka. Serambi masjidnya terbuka sehingga kita tidak merasa kepanasan. Sekeliling masjid ada parit berisi air bersih, dimana kita bisa membasuh kaki kita. Lalu di serambi masjid kita bisa bertemu dengan beberapa abdi kraton yang sudah tua namun masih ramah. Di masjid ini dapat kita temukan juga sebuah bedug tua yang lumayan besar. Di samping kanan Masjid ada sebuah gapura yang menghubungkan komplek Masjid Gede Mataram ini dengan jalan kecil. Di gang tersebut ada rumah-rumah tua yang bisa dijadikan tempat untuk foto-foto. Setelah selesai sholat, sempat aku melihat seseorang membawakan makanan untuk beberapa orang tua yang ada di masjid tersebut.

Kulanjutkan perjalananku menuju kompleks pemakaman raja-raja Mataram. Ada sekitar 3 gapura yang kulalui hingga aku menemukan 2 bangunan rumah di kanan dan kiri dan ada 2 bangunan terbuka di kanan kiri juga. Di bangunan berbentuk joglo tersebut kutemukan beberapa abdi dalam yang sedang beristirahat. Kutanyakan apakah aku bisa ke makam-makam raja Mataram saat ini, mereka pun bilang bahwa kompleks pemakaman raja-raja tertutup di hari Sabtu, dan buka kembali di hari Minggu. Saat kutanyakan kenapa hari Sabtu tutup, jawaban mereka karena itu adalah peraturan dari Kraton. Namun untuk keliling kompleks pemakaman masih bisa. Hanya tidak bisa masuk ke kompleks pemakaman saja.

Lalu kuputuskan untuk melihat sekeliling kompleks pemakaman itu. Aku menemukan sendang Seliran di sebelah kiri kompleks pemakaman Raja-raja Mataram ini. Ada dua sendang, yaitu sendang putri dan sendang putra. Saat aku memasuki sendang putrid, sendang itu sepi dan tidak ada orang. Namun ternyata dugaan ku salah, tetiba di sebuah bangunan ada seorang pria yang tertidur di sana. Nah, kan ini sendang putri kenapa bisa ada seorang pria tidur di sini ya. Ketika aku turun ke sendang tersebut, aku melihat banyak sekali ikan lele di sendang itu. Dan ada ikan lele yang besar sekali. Seingatku aku memotretnya, namun ketika aku sampai rumah dan kulihat lagi hasil fotoku, ternyata foto ikan lele tersebut tidak ada. Entahlah, seingatku saat itu sehabis memotret masih ada foto ikan lele besar itu.

Aku kagum dengan konstruksi bangunan di kompleks pemakaman ini. Walaupun ada beberapa bangunan yang dibangun kembali karena sudah hancur akibat gempa Jogja 2006 dulu, namun melihat konstruksinya untuk di jaman tersebut, pastilah dirancang oleh orang-orang pintar. Konstruksi bangunan yang mirip dengan konstruksi dinding penahan tanah serta ketebalan beberapa dinding memperlihatkan bahwa bangunan tersebut sangat kokoh.

Bangunan sebuah kerajaan Islam di Mataram, dengan akulturasi 2 budaya, Islam dan Hindu sepertinya dulu dua agama ini hidup saling berdampingan. Tidak ada permusuhan ataupun pertengkaran kala itu, sebuah pelajaran toleransi yang diperlihatkan  oleh para pendahulu kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s