Friendship

“Friendship is one of the most beautiful and purest thing in the world”

Kalimat itu kutemukan disebuah blog seseorang ketika dia menceritakan kisah kehilangan sahabat. Dan siang ini membuatku teringat kisah persahabatanku dengan seorang teman baikku.

Tahun ini menginjak tahun ke-8 persahabatan kami. Suka duka pernah kami lewati bersama. Pertemanan yang diawali dengan sebuah perkenalan di email kemudian berlanjut ke YM hingga kini sering melewati weekend bersama di kota Bogor.

Baru di tahun inilah kami bisa bertemu, dulu awalnya kami hanya bisa bercerita lewat email dan chatting. Beda waktu 6 jam pun pernah kami lalui. Di saat aku terbangun dan akan melewati hari-hari, temanku malah baru akan tidur ataupun sebaliknya. Percakapan dan obrolan pun hanya mengalir lewat email, blog dan fb. Namun semua kendala tersebut berhasil kami lewati, pengertian dan berusaha memahami keadaan masing-masing menjadi bagian terpenting dalam menjaga hubungan persahabatan ini.

Kesalahpahaman menjadi bagian dari persahabatan kami di awal-awal perkenalan. Terkadang emosi kami pun naik turun, namun kesabaran temanku dalam menghadapi obrolanku cukup membuat persahabatan ini tetap terjalin kala itu. Email panjang yang selalu aku kirimkan kepadanya ketika aku lagi kesal, akan dibalas dengan beberapa kalimat bijak. Beberapa pertanyaan bodoh yang selalu aku tanyakan padanya pun akan selalu dia jawab, padahal terkadang aku bisa mencari jawaban tersebut. Namun entah kenapa, aku lebih suka mencari jawabannya kepadanya.

Aku masih ingat ketika temanku ini membimbingku belajar bahasa, dengan sabarnya dia ngajarin aku banyak hal. Dari aku yang ga bisa bahasa Perancis sampai kini bisa memahami bahasa tersebut. Ibaratnya seperti sebuah gelas kosong yang dituangkan air secara perlahan-lahan. Semua ilmu dan pengalaman yang pernah dia dapatkan, dia bagi kepadaku saat itu, bahkan hingga saat ini. Seorang teman yang belum pernah berjumpa denganku kala itu, namun mau berbagi pengetahuannya kepadaku.

Persahabatan kami ibarat sebuah rel yang beriringan berjalan menuju ke satu titik. Terkadang rel kami bersilangan disuatu tempat, terkadang kami pun terpisah sangat jauh. Pernah suatu ketika selama 6 bulan lebih kami tidak berhubungan, entah lewat email, fb, twitter ataupun chatting. Dan masing-masing sibuk dengan mengejar impian kami. Ketika kami kembali bertemu di chatting, tanpa ada rasa kami pernah berjauhan, mengalirlah cerita dari kami hingga hampir 2 jam berdiskusi di media chatting.

Benar kata orang bijak, kita tidak bisa memilih di keluarga mana kita dilahirkan, namun kita bisa memilih teman mana untuk dijadikan sahabat terbaik kita. Yang senantiasa menemani kita disaat kita melewati hari-hari terburuk, menaiki jenjang kehidupan, berubah menjadi dewasa, tumbuh dan berkembang bersama. Memberi dengan tulus tanpa pamrih, menghargai diri kita tanpa memandang rendah, menenangkan kita disaat kita merasa emosi, dan menghapus air mata disaat kita sedih.

2 thoughts on “Friendship

  1. Tulisan yang bagus. Aku suka kalimat “Kita tidak bisa memilih di keluarga mana kita dilahirkan, namun kita bisa memilih teman mana untuk dijadikan sahabat terbaik kita”. Semoga selalu langgeng dengan sahabatnya ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s