Kakakku, Idolaku dan Musuhku

Sebagai anak bungsu dikeluargaku, aku tidak mempunyai adik dong. Yang aku punya adalah kakak. Dan kakak yang aku sayangi adalah kakak laki-laki yang sangat baik padaku. Dulu aku selalu diantarnya ke sekolah ketika SMU, dijemput ketika aku pulang les, diberi uang jajan ketika dia mendapat honor dari kerjaannya dan dibeliin oleh-oleh ketika dia dinas keluar kota. Kakakku ini sangat jarang ngobrol. Dia akan ngobrol pasti kalau ada perlunya saja tapi dia adalah pendengar yang baik. Dia akan mendengarkan ceritaku yang panjang tanpa pernah menyela sedikitpun. Tapi jeleknya terkadang dia sampai ketiduran saat aku bercerita.

O iya, satu hal. Walaupun dia baik banget sama aku. Tapi aku selalu jahat sama dia. Kenapa aku jahat? Ya jahat lah, karena aku selalu menganggap kakakku itu adalah musuh terbesar dalam hidupku. Dari sejak kecil aku selalu berusaha mengalahkan dia. Namun ternyata cuma sekali aku bisa mengalahkan dia. Ya, aku mampu mengalahkan dia ketika lulus SD, aku bisa menunjukkan bahwa nilaiku lebih tinggi dibandingkan kakakku. Tapi sayang, setelah itu aku ga pernah bisa mengalahkan dia lagi. Entah dari nilai, sekolah, prestasi ataupun kerjaan. Walaupun kakakku itu musuhku, tapi didasar hati yang paling dalam aku tetap sayang dan bangga padanya. Terima kasih ya mas, atas semua perhatian dan kasih sayangmu. Semoga sampai nanti kita akan tetap seperti kakak adik yang tidak terpisahkan walaupun kita mempunyai keluarga masing-masing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s