Senyuman Gadis Berambut Pirang

Sore itu, di sebuah café dia bertemu gadis manis yang biasa duduk di pojok café sambil membaca buku. Gadis manis berambut panjang dan pirang. Gadis cantik yang mampu membuat dia betah berada di café berjam-jam hanya untuk memperhatikan gadis itu. Sudah sejak lama dia memperhatikan gadis itu, gadis yang selalu membawa buku untuk dibaca di sudut café itu, yang memakai kaos dan sepatu kets. Gadis yang telah mampu mengalihkan perhatiannya dari laptop yang ada di depannya.

Dia sangat tertarik dengan gadis itu, namun dia tak berani menyapanya ataupun mengajak kenalan. Sesekali mata mereka beradu pandang namun tak ada senyuman ketika mata mereka beradu. Rasanya mahal sekali senyum itu ada di bibir mereka. Mereka terkadang saling bertatapan lama sekali, seolah mata mereka ingin berbicara. Bosan sekali aku melihat tingkah laku mereka, akhirnya aku buatkan sebuah kopi hangat buat gadis itu dan aku bilang bahwa kopi itu dari pria yang sedang menatap laptop di depan sana. Gadis itu tersenyum. “Indahnya senyumanmu nona, sering-seringlah tersenyum agar saya bisa melihat senyum indahmu” kataku. Dan gadis itu pun menuliskan sebuah kata di secarik kertasnya. “Thanks” tulisnya. Ya senyuman mahal itu akhirnya aku dapat melihat, dan dia melewatkan indahnya senyuman gadis berambut pirang itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s