Impian Masa Kecil

156718_1737078307700_8313750_n

“Kak, salju itu seperti apa? Kaya es serut? “ tanyamu polos ketika aku memperlihatkan sebuah foto tentang musim dingin di Eropa. “Salju itu lebih halus dari es serut dik. Lebih lembut lagi” jawabku. “Aku mau lihat salju kak, bisakah?” tanyanya malu-malu. “Bisa dik, sekarang belajar yang rajin ya. Kelak kamu dewasa, kamu akan bisa melihat salju” pesanku padanya. “Iya kak, nanti kita main ski bareng ya kak” pintanya manja. Aku pun mengangguk. Kemudian gadis itu berlari menghampiri teman-temannya. “Semoga mimpinya dapat terwujud kelak” doaku di dalam hati.

Pertemuanku dengan gadis manis berumur 10 tahun di sebuah SD di Bogor itu mengingatkanku pada impian masa kecilku. Impian yang selalu aku jaga agar tidak redup. Impian sederhana yang ingin pergi ke negeri seberang hanya untuk bisa melihat dan merasakan salju. Impian yang mampu bertahan bertahun-tahun dalam pikiranku. Impian yang tidak tergoyahkan walaupun badai menghampirinya. Impian yang begitu kuat terpatri di sanubariku. Impian yang tidak dapat aku sentuh namun dapat aku rasakan kebahagiannya ketika aku bisa mewujudkannya. Impian itu seperti angin kata sahabatku, yang selalu berhembus menghampiri kita, yang selalu bertiup kemanapun dia mau, menjelajah dunia sesukanya, bebas dan tanpa kekangan. Bermimpilah sesukamu dik, pilih impianmu dan terbangnya bersama angin yang akan membawamu mencapai impian. Terbanglah ke seluruh penjuru dunia, lihatlah semua yang bisa kamu lihat bersama mimpi-mimpi kecilmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s