Perahu Kehidupan

La-Luna-image[1]“Aku tuh beda mbak, hidup seperti aku ini susah. Makanya aku harus berprestasi, agar semua orang bisa melihat aku” Itu sepenggal kalimat yang pernah kamu ucapkan. Bahkan sampai saat ini masih tergiang di telingaku. Kamu selalu bekerja keras, pantang menyerah dan kadang sedikit ambisius. Pengen dianggap bisa, sempurna, bahkan terkadang terkesan memaksakan diri. Ingin rasanya aku bilang, hidup ini singkat. Nikmatilah masa mudamu agar kelak kamu tidak menyesal. Aku tau dirimu bekerja keras untuk bisa melewati masa gagalmu. Tapi ingatlah, semua itu perlu proses dan usaha. Proses panjang yang akan membuatmu kuat dan tangguh di masa depan.

Dik, tahukah kamu. Laut itu luas. Jangan kamu paksain mengayuh perahumu cepat-cepat. Karena kamu akan melewatkan indahnya bintang-bintang di langit ketika malam tiba. Kamu akan melewatkan sepasang lumba-lumba yang selalu mengiringi perahumu. Bahkan mungkin kamu akan melewatkan indahnya sunrise dan sunset. Berlayarlan pelan-pelan, kayuhlah perahumu semampumu. Tak perlu kamu memaksakan diri. Jika kamu terlalu memaksakan diri. Kamu akan kelelahan sebelum mencapai pulau impian. Kamu harus ingat, badai akan selalu menghadangmu di tengah lautan. Simpan sedikit tenagamu untuk bisa menghadapi badai. Dan kelak setelah badai, kamu akan melihat indahnya pelangi. Selamat berlayar adikku, dengan perahu yang sudah kamu pilih untuk mengarungi kehidupan ini. Jika kamu kehilangan arah, lihatlah ke atas. Aku akan selalu menyinarimu dan memberimu petunjuk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s