Luka Dibalik Senyuman

1414207531787Pagi tadi aku tertegun, melihat seorang ibu tersenyum ramah ketika bertemu dangen anak-anak jalanan. Seolah tidak ada masalah yang membebaninya. Padahal aku ingat, beberapa hari yang lalu beliau baru kehilangan anak-anaknya. Namun hari ini, beliau tetap menyapa dan mengajar anak-anak jalanan itu membaca dan menulis. Ibu, kamu begitu kuat menjalani ujian ini. Begitu tegar ketika harus kehilangan orang-orang yang kamu sayangi. Senyum dan tawa indah itu selalu hadir ketika aku bertemu denganmu ibu. Tak pernah aku liat sedetikpun engkau meneteskan airmata.

Sore ini aku menemanimu bertemu dengan seorang teman dekatmu. Teman yang ingin Ibu kenalkan ke aku. Teman yang baginya adalah tong sampah. Satu menit, tiga puluh menit, satu jam sudah berlalu. Cerita-cerita indah mengalir dari kalian berdua. Aku tersenyum dan menjadi pendengar yang baik. Aku tidak mau mengusikmu berbagi cerita dengan temanmu. Ibu, Aku senang melihat tawa dan candamu lagi. Aku tau Ibu menyembunyikan beban masalah. Namun aku tak mau mengusikmu terlalu dalam. Aku ingin Ibu bercerita sendiri kepadaku. Senyum, tawa dan bahagia yang telah kau sembunyikan dihadapanku tak mampu membuatku percaya kalau kamu baik-baik saja Ibu. Aku tahu Ibu sedih dan terluka. Namun Ibu tutupi perasaan itu seperti saat kaki ibu terluka dan ibu tutupi luka itu dengan plester. Ya, Ibu sudah menutupi luka itu tapi Ibu masih merasakan sakit bukan?

2 thoughts on “Luka Dibalik Senyuman

  1. Seangnya akhirnya blog ini “hidup” kembali. Keep on writng mba… semoga bisa menularkan ke aku. Banyak sebetulnya yang ingin aku tuangkan dalam tulisan, tapi seperti biasa, langkah pertama itu selalu sulit😀.

    1. Makasi bu Ika. Ini dalam rangka mengikuti tantangan #SehariMenuliSatu dari sebuah radio di Jogja bu, makanya rajin menulis hehehe. Kalau ga nulis 1 hari didenda 1 buku🙂

      Iya, langkah pertama memang sulit bu Ika. Menulis itu seperti kita makan, kalau ga lagi lapar ya susah makannya. Sama ibaratnya kalau lagi ga mood ya susah nulisnya hihihi

      Ayo semangat menulis bu Ika, tulis saja apapun yang memang diinginkan untuk menulis. Dan serhakan publik yang akan menilanya hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s