Ada Tapi Tiada

Disability-Month-AwarenessMenjadi sempurna dan normal adalah keinginan semua orang, namun jika dilahirkan menjadi difabel, tak seorang pun yang menginginkannya. Dan begitu juga dengan dia, difabel sejak dia lahir. Tanpa bisa menolak apa yang sudah Tuhan takdirkan buatnya. Mencari alasan kenapa dia dilahirkan difabel tidak akan merubah takdirnya. Yang bisa dia lakukan hanya menerima takdir dan mencoba mengatasinya. Mengatasi bagaimana cara bisa hidup normal seperti orang-orang normal lainnya. Mencari segala cara agar dia tidak merepotkan orang lain dan bisa mandiri. Baginya apa yang orang normal bisa lakukan, pasti dia bisa lakukan. Termasuk memotret sebagai passion dalam hidupnya.

Bertemu dengannya pun kita tidak akan pernah menyadari bahwa dia difabel. Dia selalu menyembunyikan “kekurangannya” itu dengan jaket atau kemeja lengan panjang. Tampak dari luar dia sempurna, mempunyai dua tangan. Namun sebenarnya, dia tidak “sempurna”. Tangan kirinya tidak berfungsi dengan baik. Jemari-jemarinya pun tak tumbuh sempurna seperti jemari-jemari kanannya. Ada tapi tak berfungsi, bagaikan sebuah pajangan hidup.

sumber gambar :  ttp://katakita.uin-suka.org/2014/09/difabel-kaum-difabel-penyandang.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s