Cermin, Sebuah Bayangan Diri

Cermin, apa yang bisa aku lihat saat berada di depanmu? Hanya sesosok bayangan yang sangat mirip denganku yang terlihat di depanku. Bayangan yang selalu mengikuti gerak-gerikku. Ketika aku bergerak ke kanan, diapun bergerak ke kanan. Ketika aku tersenyum, bayangan itu juga tersenyum. Ketika aku menanggis, bayangan itu juga menanggis seolah-olah bayangan itu memahami apa yang kurasakan saat ini.

Cermin, kamulah sahabat sejati dalam hidupku. Kamulah yang memperlihatkan rambutku yang tergerai rapi ketika aku sudah menyisirnya. Memperlihatkan kusutnya wajahku ketika rasa suntuk dan kesal di hari yang baru saja kulewati. Ikut tersenyum ketika ku bahagia, ikut menanggis ketika aku sedih. Karena dirimulah aku bisa melihat diriku sendiri. Melihat bagaimana rasanya bahagia itu, melihat bagaimana rasanya kesedihan itu saat aku menanggis, melihat betapa indahnya rambut hitam yang tergerai ini. Melihat bagaimana sebuah jerawat mulai ada di wajahku ketika aku mulai beranjak dewasa. Tanpamu mungkin aku tidak akan pernah bisa melihat diriku sendiri.

Cibinong, 21 Oktober 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s