Oleh-oleh atau Souvenir

Oleh-oleh atau souvenir ataupun buah tangan adalah kata-kata yang sering kita katakan ketika ada orang terdekat kita yang berpergian. Di benak kita kata-kata itu adalah sebuah kata-kata wajib yang terucap ketika kita mendengar teman, sahabat ataupun saudara yang akan berwisata. Entahlah apakah hanya sekedar basa-basi atau memang mengharapkan diberi oleh-oleh ketika kita pulang nanti. Bahkan ada yang benar-benar niat sampai bilang minta dibawain sesuatu dan nantinya akan diganti.

Buatku wajar sih hal tersebut diungkapin, walaupun terkadang merepotkan kita. Ya wajar, karena mereka belum pernah travelling sehingga belum pernah merasakan bagaimana repotnya mencari barang-barang tersebut hingga sulitnya menata di dalam bagasi kita. Bagi mereka yang penting mereka dapat oleh-olehnya.Atau jikalau mereka pernah travelling, sangat jarang sekali mereka travelling beberapa kota.

Apapun alasan mereka, terkadang aku menikmati kebiasan mereka itu. Walau akan sering aku menolaknya dengan halus atau hanya diam ketika mereka memintaku membawakan oleh-oleh ketika aku pergi jauh.

Tergelitik status teman di FB kemarin, dia menuliskan “ Rencana pergi ke suatu tempat. Temen Perancis : “Wah, bagus. Selamat berlibur yah”. Temen Inggris : “Di tempat X yang bagus itu A, B, C. Jangan lupa untuk dikunjungi”. Temen Kroasia : “Aku belum pernah kesana. Nanti cerita-cerita yah”. Temen Indonesia : “Eh, aku nitip beliin E yah? Nanti duitnya aku ganti”. Beda budaya, beda respon”

Status sederhana yang kemudian mengingatkanku pada kejadian beberapa tahun yang lalu. Yah ketika aku masih berada di Eropa. Saat itu, jika ada teman asrama yang berpergian keluar kota tidak pernah seorangpun yang meminta oleh-oleh. Rata-rata mereka memberikan nasehat untuk mengunjungi beberapa tempat wisata atau restauran yang enak. Yang membedakan hanya satu, kewajiban kami mengirimkan kartu pos kepada teman yang tidak bepergian alias hanya tinggal di asrama saja. Sampai saat ini masih sering aku lalukan kepada beberapa teman-temanku. Sayangnya disini sangat jarang ada kartu pos bergambar tempat wisata yang kukunjungi. Alhasil aku nyetak sendiri kartu posnya dan kukirimkan kepada beberapa teman-temanku.

Lalu bagaimana denganku, jika ada teman yang pergi keluar kota? Jujur masih sering minta sih, tapi hanya dengan beberapa teman dekat yang sering juga memintaku membawakan oleh-oleh. Namun aku mulai mengurangi beberapa kebiasaanku untuk merepotkan orang lain. Biasanya aku hanya meminta pensil atau sandal hotel, kartu pos, gantungan kunci, magnet kulkas ataupun kaos. Terkadang aku lebih suka meminta teman-temanku untuk memotret tempat-tempat yang indah, atau meminta itinerary dan budget mereka.

Bagaimana dengan Anda sekalian? Apa yang akan Anda minta jika ada teman pergi keluar kota? Masihkah Anda meminta oleh-oleh terhadap teman Anda?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s