Terima Kasih Sahabat

Sebuah hari istimewa telah aku lewati beberapa hari yang lalu. Kenapa aku sebut hari istimewa? Karena di hari itu aku mendapatkan begitu banyak doa, harapan, perhatian dan kejutan yang tidak pernah aku duga sebelumnya. Semakin istimewa karena mereka mengingat hari itu tanpa ada yang memulainya dan mengingatnya. Semakin besar aku menutupinya, semakin kuat mereka mengingatnya. Entahlah, bagaimana mereka bisa mengingat hari itu.

Mereka tidak hanya menyapaku saat mereka membutuhkanku saja, meraih tanganku disaat aku jatuh, menarik kembali diriku agar bisa bangkit melangkah ke depan, menerimaku apapun keadaanku, memelukku ketika diriku membutuhkan pelukan, menghapus airmataku disaat bersedih, dan berlari bersama disisiku saat kita mengejar meraih mimpi.

Teman tidak hanya berbagi suka dan duka saja, namun juga berbagi cerita tentang hal-hal yang tidak penting. Bersama kalian telah banyak aku lewati hari-hari indah itu. Bersama kalian juga aku menempa diriku untuk menjadi sahabat terbaik buat kalian.

Meskipun jarak dan waktu yang memisahkan kita, namun itu semua tidak pernah membuat kita semakin jauh. Berkali-kali kalian menanyakan kemalasanku ketika sesuatu ada yang berubah dari kebiasaanku. Berkali-kali pula kalian mengingatkanku akan jalan yang aku pilih. Entah kenapa kalian tidak pernah bosan mengingatkanku.

Seorang teman yang hampir tiga kali telah menanyakan kemalasanku menulis di blog ini. Berkali-kali pula dia menasehatiku bahwa menulis itu tidak untuk dinilai apakah tulisan itu baik ataupun buruk, namun menulis adalah penyaluran bakat yang harus selalu diasah.

Seorang teman yang selalu menanyakanku, kapan pulang ke Jogja. Menungguku di kota itu hanya untuk ngobrol dan makan es krim di cafe tersebut atau becanda dengan anak-anaknya.

Seorang teman yang selalu mengajakku berkeliling Indonesia hanya untuk mengunjungi museum-museum di Indonesia yang hampir punah dan musnah.

Seorang teman yang selalu mengajakku berlari mengejar mimpi-mimpi dan harapan ini.

Seorang teman yang selalu mengajariku bermain dengan kamera.

Seorang teman yang selalu mengingatkanku akan negeri ini.

Seorang teman yang selalu menungguku disana untuk bergabung kembali bersamanya mengejar impian itu.

Seorang teman yang hanya berdiam mendengar semua celotehanku tanpa mau menyelanya.

Seorang teman yang bersedia mengantarkanku pulang kala habis lembur di kantor

Dan masih banyak lagi.

Kalian bener-bener teman yang terbaik yang pernah aku miliki. Tanpa kalian, aku tidak bisa berdiri tegar di sini.

Terimakasih atas perhatian, doa, kasih sayang dan harapan yang sudah kalian berikan buatku. Semoga Allah membalas kebaikan kalian semuanya. Mengenal kalian dalam kehidupan ini membuatku menyadari akan hadirnya kalian disini.

Cibinong, 24 Sep. 12

One thought on “Terima Kasih Sahabat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s