Pengalaman Terindah Hari Ini

Pernahkah terbesit dalam pikiran kita tentang suatu sekolah yang berada di antara gedung-gedung tinggi nan megah di pusat Jakarta ? Buatku, tak pernah aku membayangkan bahwa di balik daerah padat dengan gedung-gedung tinggi itu ada sebuah sekolah dasar negeri yang sangat jauh dari apa yang aku bayangkan selama ini. Jika dibandingkan dengan Sekolah Dasar tempat aku sekolah, ya jelas berbeda banget sih. Secara ini di pusat kota Jakarta.

Hari ini aku mempunyai tugas mendokumentasikan kegiatan teman-teman mengajar di SDN daerah Karet Tengah. Dibalik tugasku itu, aku menemukan banyak hal yang selama ini belum pernah aku temukan dalam kehidupan sehari-hariku.

Aku bertemu dengan ibu Konna Sinaga, seorang guru yang mengajar kelas 2. Beliau bukan sembarang guru lho. Sebenarnya beliau sudah pensiun, namun berhubung sekolah tersebut masih kekurangan guru, maka beliau masih mengajar di sekolah tersebut. Info yang kudapat di SD tersebut hanya tersedia 3 guru PNS dan sisanya honorer.

Selain itu aku juga bertemu Ibu Oni, guru honorer yang sudah mengajar selama hampir 7 tahun di kelas 5. Bertemu Bapak Lucy yang mengajar kelas 3 dengan anak-anak yang super kreatif dan susah diam. Atau ibu Zubaidah yang sudah sangat lama bekerja di SDN tersebut, hampir seumuran aku beliau ngajarnya.

Dari ibu Konna Sinaga aku mendapatkan info bahwa sebagian besar anak-anak yang bersekolah di SD tersebut adalah anak-anak penjual Koran, loper Koran, pedagan asongan bahkan ada tiga orang anak yang tinggal di bantaran sungai.

Bu Zubaidah menceritaakan sebuah kisah yang membuatku miris jika mendengarnya. Bagaimana tidak miris, jika mendengar seorang anak yang tinggal bersama orang tuanya di bantaran sungai dan kemudian dikejar-kejar tamtrip. Lalu jika tidak sempat menyelamatkan baju dan buku-buku mereka, ketika masuk sekolah mereka cerita bahwa seragamnya dan buku-bukunya hilang. Guru-guru tersebut tidak marah, namun malah meminjamkan kembali buku-buku pelajaran. Jika mereka membutuhkan jaminan apabila ditanggkap oleh tamtrip, guru-guru tersebut bersedia memberikan jaminan buat mereka bahwa mereka adalah murid-murid yang bersekolah di SD tersebut.

Ada cerita unik yang aku temukan di SD ini juga. Ada seorang anak yang tiap malam kerja di restaurant untuk membantu orang tuanya. Sayangnya aku lupa menanyakan nama anak ini.

Disini pulalah aku mengerti dan memahami bahwa anak-anak kelas 1, 2 dan 3 berfikir bahwa belajar itu adalah menulis, berhitung dan membaca. Jika kita berikan banyak cerita mereka akan cepat jenuh dan mulai sibuk sendiri dengan ngobrol sama temannya, lari sana kemari atau menganggu teman-teman lainnya. Jika kita ingin mengajar di kelas bawah (kelas 1, 2 dan 3), sebaiknya kita membawa contoh-contoh dapat berupa gambar-gambar atau foto-foto kegiatan. Karena pada masa tersebut dunia mereka adalah dunia nyata yang harus ditunjukkan bukan hanya sekedar cerita.

Untuk menggurangi hiperaktifnya anak-anak di kelas, guru-guru kebanyakan memberikan tugas dan kadang-kadang mereka memberikan pujian kepada murid-muridnya. Ada beberapa anak-anak yang suka dipuji, jika tidak diberi pujian, maka anak tersebut tidak bisa diam, suka menganggu teman-temannya ataupun jalan-jalan di kelas. Hal itu dilakukan untuk menarik perhatian guru.

Menurut guru-guru disana, mengajar di kelas bawah kesulitannya adalah dalam hal transfer penyampaian ilmu ke anak-anak walaupun materinya sangat mudah. Apalagi anak-anak kelas bawah masih dalam dunia bermain. Oleh sebab itu, biasanya guru-guru memilih metode mengajak mereka bermain sambil belajar sehingga muatan yang akan disampaikan diselipkan dalam permainan tersebut.

Sedangkan untuk kelas atas, guru-guru memang mudah mengendalikan murid-murid walaupun ada beberapa yang susah dikendalikan, namun penyampaian materinya terbilang susah. Kebanyakan guru-guru menemukan murid-murid yang masih kesulitan dalam menghafal serta kerajinan belajar di rumah yang masih kurang. Oleh karena itu, guru-guru disini lebih suka melibatkan anak-anak dalam kegiatan mengajar.

Bahkan setiap hari guru-guru tersebut harus memilih metode yang berbeda dalam mengajar. Sehingga anak-anak akan menjadi lebih focus dan tidak lagi saling mengobrol. Dengan diajaknya anak-anak tersebut terlibat dalam kegiatan belajar sehingga mereka dipacu untuk lebih aktif dan tenaga kita tidak terlalu terkuras.

Berbincang-bincang dengan para guru SD ini, aku menemukan sebuah jawaban yang selama ini masih mengangguku. Dulu ketika aku SD, kelas 1 dan 2, selalu masuk 3 besar. Namun ketika kelas 3 dan 4, nilai-nilaiku jatuh semua dibawah standar, walaupun saat kelas 5 dan 6 nilaiku kembali naik. Awalnya aku pikir karena aku malas belajar, ternyata itu karena faktor umur. Dulu saat aku masuk SD umurku belum nyampai 6 tahun, oleh karena itu di saat kelas 3 dan 4 yang membutuhkan hafalan yang kuat, otakku yang harusnya masih dalam dunia bermain dipaksa untuk menelan ilmu-ilmu yang banyak. Tentu saja otakku tidak kuat dan akhirnya aku keteteran di kelas 3 dan 4. Hal itu berdampak dengan menurunnya nilai-nilaiku.

Memaksakan anak-anak untuk menelan berbagai ilmu ternyata tidak baik. Memberikan ilmu-ilmu apapun itu ternyata harus sesuai dengan porsi umur anak-anak.

Setengah hari aku melihat betapa susahnya menjadi guru SD, mengingatkanku akan guru-guruku saat SD dulu. Ada pak Parjo yang ngajar di kelas 1, Ibu Dal, guru kelas 2. Bapak Wakidjo, guru kelas 3, Bapak Widodo, guru kelas 4. Ibu ngadijah, guru kelas 6. Pak Harso, kepala sekolahku. Pak Rustam, guru olah raga. Serta beberapa guru yang tidak aku ingat namanya. Entahlah dimana sekarang mereka berada. Ingin rasanya bertemu mereka lagi untuk mengucapkan terimakasih. Berkat didikan mereka, aku bisa seperti ini. Jikalau mereka sudah meninggal, ijinkan aku untuk berdoa untuk mereka. Bapak dan Ibu guruku, maafkan kebandelan muridmu ini yang sering menyusahkanmu dalam segala hal. Kalian adalah orang-orang terhebat di dunia ini. Aku salut dengan kesabaran kalian dalam mendidikku. Mengajarkanku akan membaca dan berhitung. Terimakasih Guruku.. Tak kan kulupa jasa-jasa kalian sepanjang hidupku.

Bogor, 25 April 2012

4 thoughts on “Pengalaman Terindah Hari Ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s