Persaingan

Tak dipungkiri lagi setiap manusia selalu bersaing dengan manusia lain, baik itu disadari maupun tidak. Memang bagus si ada saingan, menambah semangat dan berwarna kehidupan. Namun jika persaingan itu tidak sehat yang ada malah perasaan tersiksa dan menyakiti hati kita sendiri.

Kalau ditanya, apakah aku punya saingan dalam hidup ini. Pasti aku jawab ada. Dan dia ini tidak pernah aku bisa kalahkan dalam hal apapun sampai saat ini. Lalu apakah aku membencinya ? Tentu saja tidak. Aku tidak pernah bisa membencinya, bahkan yang ada aku malah semakin menyanyanginya. Ingin selalu membuatnya bahagia dan bangga. Siapakah dia ?

Dia adalah kakakku sendiri, seorang kakak yang selalu ingin bahagiain adiknya. Terkadang aku ingin bisa ngalahin dia, tapi nyatanya ga pernah bisa. Dia selalu unggul dalan segala hal, walaupun aku sudah berusaha keras. Semakin aku berusaha mengalahkan dia, semakin susah aku mengimbangi prestasinya. Entahlah, mungkin dia ditakdirkan selalu berada diatas prestasiku.

Perlu kalian tahu, aku sudah berusaha mengalahkan dia hampir 15 tahunan lho. Hingga suatu ketika sahabatku menasehatiku bahwa persainganku sudah tidak sehat. Dia menyaranku untuk menghentikan perang prestasi antara aku dan kakakku, agar aku tidak sakit suatu hari ini. Ingin rasanya aku bilang tidak mau, namun semua nasehatnya itu ternyata memang benar. Yang aku rasakan hanyalah sebuah rasa sakit, capek, dan lelah. Walaupun dibalik semua itu yang aku dapatkan banyak sekali, sebuah rasa yang tak mudah putus asa, ingin berusaha terus, pantang menyerah sampai tujuannya tercapai.

Kini aku sadar, bahwa aku tidak akan bisa mengalahkan kakakku sampai kapanpun. Yang bisa aku lakukan hanya mengimbangi prestasinya selama ini. Walaupun berat namun selalu aku ingin mencobanya. Di titik inilah aku mulai merasakan bisa bernafas lega, bahwa aku tak terbebani dengan semua persaiangan yang aku ciptakan sendiri.

Bersainganlah dengan sehat terhadap siapapun asal kita tidak terbebani dan menikmati aroma persaingan tersebut. Persaingan bagaikan dua sisi mata uang. Kadang bisa menjadikan kita menjadi lebih baik namun terkadang persaingan tersebut membawa kita ke arah yang tidak baik.

Bogor, 10 April 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s