NAPAK TILAS “EDENSOR” 2011

Tulisan ini adalah sebuah tulisan yang aku kirimkan untuk mengikuti sebuah lomba menulis. Namun sayang tulisan ini tidak menang. Mungkin memang benar aku harus belajar menulis lagi.

 Siapapun pasti berharap suatu hari nanti bisa keliling Eropa. Benua nan jauh disana yang menawarkan segala keindahannya. Begitu pula denganku.

Tak pernah aku bayangkan sebelumnya bahwa aku akan ke Eropa. Selama ini aku hanya mampu bermimpi untuk bisa ke Eropa. Hingga sebuah kesempatan menghampiri di awal tahun 2009. Sebuah kesempatan untuk bersekolah di Perancis, akhirnya aku dapatkan. Ke Eropa aku datang bersama mimpi-mimpi ini. Mimpi keliling Eropa di musim panas, seperti cerita yang kubaca di dalam novel Edensor. Novel yang sahabatku, Fitria, rekomendasikan buatku ketika dia mengetahui impianku terbang ke Eropa.

Kupandangi novel Edensor di pesawat yang membawaku ke Perancis. Novel dengan judul “Edensor, karya Andrea Hirata”. Novel yang mampu menyemangatiku di saat aku lelah berjuang meraih impianku. Novel yang mengajariku untuk selalu bermimpi dan berusaha untuk mewujudkan impianku.

Kubaca kembali novel Edensor di pesawat. Kubayangkan semua tempat yang tertulis di novel itu. Semakin lama aku membacanya membuatku semakin tenggelam bersama mimpi-mimpi sang penulis. Rasa penasaranku akan nama-nama tempat yang disebutkan di novel tersebut, mengalahkan rasa panikku dan ketakutanku akan hidup sendirian di negeri orang serta jauh dari orang-orang yang aku sayangi.

Ku tuliskan rute-rute perjalanana Arai dan Ikal selama di Eropa ke dalam secarik kertas. Perjalanan yang di mulai sejak Arai dan Ikal menginjakkan kakinya di Bandara Schippol, dilanjutkan dengan kereta api melewati Utrecht, Dordrecth dan Breda dan berakhir di Brugge. Kemudian keliling Belgia dengan melewati La rue de L’Etuve dan Brussel.

Menuju Paris, Perancis menggunakan bus Euroline dan tiba di terminal bus Galieni dan segera bergegas ke Trocadero untuk melihat Eiffel Tower. Melihat Sungai Seine yang membelah kota Paris, tinggal di apartemen dekat dengan Stasiun Gare de Lyon. Menghabiskan waktu senggang di sekitar  L’Avenue des Champs-Elysées atau sekedar jalan kaki di rue de Hector Mallot.  Cimetiére du Père-Lachaise tempat Arai membacakan puisi untuk kekasihnya, Zakiah.

Kunikmati cerita perjalanan keliling Eropa Arai dan Ikal yang dimulai dari  Amsterdam, Koninklijk Paleis, Museum Madame Tussauds, Stasiun Sentral Amsterdam, dan Groningen di Belanda.

Melewati kota-kota di Jerman seperti  Bremen, Frankfurt dan Stasiun Koln. Kemudian melintasi Denmark, Swedia, Norwegia, Islandia , lalu ke Helsinky (Finlandia). Menelusuri Rusia dengan melewati Belomorsk, Moskwa, Syzran. Terdampar di Belush’ye, Olovyannaya,  berlanjut ke Akropolis (Yunani) dan tiba di Stasiun Sentral Austria, Gmuden .

Melintasi Italy dengan melewati Venesia. Mengunjungi Colosseum Verona dan rumah Julliet di Verona. Keliling Italy dengan singgah di kota Milan, Ponte Vechio, Florence Fontana de Trevi (Roma), Regio, Messina. Kemudian dilanjutkan ke Pulau Sisilia, Palermo, Maroko, Casablanca, Portugal, Barcelona. Mengunjungi kubah Sagrada Familia, Parc Guell, kafe Nou Camp, dan berakhir di desa Edensor.

Di bulan Juli 2011, kembali kubuka rute perjalanan Arai dan Ikal dalam novel Edensor sebagai titik acuan perjalananku keliling Eropa. Kubawa serta novel Edensor-ku melewati Italy, Swiss, Jerman, Belanda dan Belgia. Aku kunjungi beberapa tempat di Paris, Verona, dan Milan yang menjadi latar belakang Andrea Hirata bercerita.

Di Verona, ku temukan Colosseum Verona dan rumah Juliette. Rumah sederhana tempat William Shakespeare menuliskan cerita cinta Romeo dan Juliete. Dalam bayanganku saat ke rumah Juliette, disana akan kutemukan tulisan Ikal – A Ling atau Arai –Zakiah Nurmala ataupun Jimbron – Laksmi. Namun sayangnya, tak kutemukan tulisan-tulisan tersebut di rumah Juliette. Tidak ada satupun tulisan yang aku temukan di rumah Julliet selain di dinding pintu gerbang rumah tersebut. Yang dapat kutemukan hanyalah ruangan yang tak begitu banyak barang-barang. Rasa kecewalah yang bersarang di hatiku.

Setelah berkeliling di Verona, kulanjutkan mengunjungi kota Milan yang merupakan pusat kota mode di Italy. Tak banyak tempat yang bisa aku bandingkan suasana yang ada dihadapanku dengan cerita Ikal dan Arai di buku Edensor. Namun kurasakan kehadiran mereka dalam perjalananku.

Kulangkahkan kaki ini ke Paris sepulangku dari Italy. Ingatanku kembali ke akhir bulan Agustus 2010. Untuk pertama kalinya aku menghirup udara Paris. Berada di lingkungan yang asing buatku dan terdampar di Gare de Lyon untuk menunggu kereta TGV (kereta super cepat di Perancis) yang akan membawaku ke Grenoble, tempat aku belajar selama setahun. Kini aku kembali ke Gare de Lyon lagi dengan suasana yang berbeda.

Kulangkahkan kaki ini mengitari Gare de Lyon, sambil kubaca kembali detail cerita di buku Edensorku.  Keesokan harinya aku mendatangi Gare du Nord untuk pergi ke Aachen, Jerman. Aachen adalah salah satu kota di Jerman yang aku jadikan meeting point bersama sahabat-sahabatku. Di kota inilah aku bertemu orang yang aku kagumi, mantan Presiden RI Bapak B.J Habibie.

Setelah seharian di Aachen, tengah malam aku pulang ke Paris menggunakan bus Eurolines. Tak pernah kubayangkan tempat menunggu bus Eurolines di Aachen adalah di tempat yang paling sepi. Tempat yang tak layak disebut terminal ataupun halte bus. Masih lebih bagus Terminal atau Halte bus malam di Indonesia. Disini tak ada petugas yang menjual tiket di tempat tunggu bus ataupun  ruang tunggu yang nyaman atau orang berjualan di sekitar halte bus malam ini. Tempat ini sangat sepi dan jauh dari pemukiman. Menunggu selama kurang lebih 3 jam, ditambah pula dengan udara dingin yang mulai menusuk tulang. Saat bus Eurolines datang, tak kusangka sopirnya hanya sendirian tanpa ada penganti atau kenek. Lain sekali dengan di Indonesia, sopir bus malam selalu didampingi asisten.

Tanpa ku sadari ternyata perjalanan Aachen – Paris melewati Brussel. Ya perjalanan yang sama yang pernah dilakukan Arai dan Ikal. Keesokan harinya aku sampai di Terminal bus Galieni, Paris. Inikah terminal yang Andrea Hirata ceritakan itu? Kupandangi terminal kecil itu untuk aku simpan ke dalam memori indahku.

Dua hari setelah perjalanan Aachen –Paris, aku berkesempatan mengunjungi Musée de Louvre. Setelah seharian mengelilingi Musée de Louvre, kuhabiskan sore itu di sebuah café di sekitar L’Avenue des Champs-Elysées. Memotret la Tour Eiffel yang berdiri anggun di sekitar sungai Seine, sambil menunggu senja dan lampu la tour Eiffel menyala di Trocadero. Indah sekali, pantas saja Arai dan Ikal terkagum-kagum dengan Eiffel.

Setelah puas memandangi La tour Eiffel,  kulangkahkan kakiku menuju metro terdekat.

Selama di Paris, aku berusaha mencari tahu Cimetiére du Père-Lachaise tempat Arai membacakan puisi untuk kekasihnya. Namun sayangnya aku tak menemukan Cimetiére tersebut, yang ada aku malah tersesat di lorong-lorong jalan di Paris.

Puas rasanya aku bisa keliling Eropa tahun lalu terutama saat aku berada di tempat-tempat yang Andrea ceritakan. Inilah pertama kalinya aku berani jalan sendirian dan merasakan bagaimana rasanya backpakeran. Perjalanan ini memberiku banyak sekali pengalaman. Mulai dari tersesat di Italy, kesulitan mencari makanan di Italy hingga menemukan saudara baru di tempat-tempat yang tak terduga.

Novel Edensor lah yang membuatku mampu menerjang kehidupan nyaman di Indonesia untuk terbang ke Eropa dan mampu mengalahkan ketakutanku untuk travelling sendirian di negeri entah berantah. Tanpa novel Edensor, mungkin aku akan terkurung dalam duniaku sendiri, tidak berani mengambil langkah baru untuk mencoba kehidupan lainnya, dan masih ketakutan untuk pergi sendirian di negeri orang.

7 thoughts on “NAPAK TILAS “EDENSOR” 2011

  1. Wow, karena buku Andrea ya Mba? Klo saya dulu kepengen sekolah ke luar negeri gara2 Ayah saya🙂 Saya jadi pengen cerita juga deh tentang ini🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s