Uang

Uang memang punya banyak arti buat kehidupan, namun terkadang di suatu tempat uang itu tak bernilai walaupun banyak sekalipun.

Sore itu, di sebuah angkot di Cibinong, seorang wanita ketika akan turun dari angkot hendak membayar, namun sayang di dompetnya hanya terdapat uang lima puluh ribu rupiah. Tentu saja sopir angkot tersebut meminta uang kecil, karena biayanya hanya tiga ribu rupiah. Lalu wanita itu hanya berkata, apakah dia boleh membayar dengan uang lain. Sopir angkotnya berpikir bahwa wanita tersebut mungkin akan membayar dengan uang recehan, namun ternyata dugaannya salah. Wanita tersebut mengeluarkan uang 10 bath (mata uang Thailand) yang menurutnya setara dengan enam ribu rupiah. Glek, semua penumpang di angkot plus sopir tersebut terdiam. Ini kan Indonesia, bukan Thailand, jadi wajar jika sang sopir menolaknya dan hanya menginginkan uang tiga ribu rupiah saja. Uang bath tidak laku di sini neng, begitu kata sang sopir. Entah bagaimanacaranya, akhirnya wanita tersebut menukarkan uang limapuluh ribu rupiah ke toko dekat tempat dia berhenti.

Yang terjadi setelah itu, peristiwa tersebut menjadi pembicaraan sepanjang jalan. “Saya mah kalau dikasih uang berlembar-lembar juga ga bakalan mau, binggung saya mau dituker dimana” keluh sang sopir. Iya bener juga ya, orang-orang disini juga bakalan binggung kalau diberi uang asing, bukan uang rupiah.

Ingatanku kembali melayang saat aku pergi ke Geneva, Swiss. Selama ini kan aku ga pernah kebinggungan jika jalan-jalan di Eropa terutama yang sudah masuk kelompok uni eropa, secara mata uangnya dimana-mana sama. Semua pakai euro. Nah di Swiss, mata uang yang dipakai bukan Euro. Swiss masih memakai mata uang Franc Swiss (CHF), jadi euroku pun tidak berarti disana. Aku harus menukarkan uang euroku untuk berbelanja (baca beli tiket bus, gantungan kunci dan tiket masuk tempat wisata). Padahal jarak Geneva dari tempat aku dulu tinggal, Grenoble, dekat banget. Hanya dengan kira-kira 2 jam naik TGV (kereta cepatnya Perancis), aku sudah bisa berada di Geneva.

Untung pula disana banyak aku temui tempat penukaran uang, jadi ya sedikit ga masalah untuk menukarkan euroku. Terkadang ada beberapa toko yang masih mau menerima uang euro. Berapapun banyaknya uang euro yang aku bawa, namun tak akan berarti jika aku tidak menukarkan euroku dengan franc swiss. Begitu juga disini, berapapun banyaknya uang euro atau dolar yang kita punya, tak akan pernah berarti jika kita tidak menukarkan uang tersebut dengan rupiah.

Mana mungkin kita membayar angkot dengan uang bath, walaupun jika di kursin nilainya sama atau lebih banyak dari rupiah. Mungkin hampir semua orang ga akan mau menerima uang lain selain rupiah disini, kecuali beberapa hotel atau restorant yang memang disediakan buat orang asing.

Berapapun banyaknya uang dolar, euro, bath, yen atau uang dari negara manapun yang kita miliki, ingatlah dimana sekarang kita tinggal. Hanya mata uang dari negara kita tinggal yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran. Masih ingat kan, jika kita akan pergi ke negara lain saja, kita harus menukarkan uang rupiah kita dengan mata uang negara yang akan kita datangin. Jadi kalau kita tinggal di Indonesia, ya hanya uang rupiahlah yang dihargai disini.

Bogor, 31 January 2012

4 thoughts on “Uang

  1. Iya Mba, pas berangkat saya bawa uang 1 juta di dompet, tapi pas di sini mau tuker kog kurs rupiahnya anjlok banget, jadi ga jadi, didiemin sementara aja. Lalu tiba2 ada masalah dengan transfer dana beasiswa, di situ saya ngerasa, biar rupiah sebanyak apa juga, tukang hamburgernya ga akan terima buat beli😦 Bener banget, kalo kurs mata uang lain di negara lain ya jadi selembar kertas biasa aja sampai dia masuk money changer

    1. @ om riza

      iya, kalau ketemu lagi, aku bilangin deh ma ibu ganjen itu kalau om mau terima uang asing hihihiih… emangnya si om buka money changer ya hehehe

  2. Oh, msh pakai Swiss France ya di Swiss.. Kirain Euro. Mba, nanya deh.. Dari Geneva ke Milan paling efisien naik apa ya? Yang cepat tapi murah. Hehehe.. Info please.. Thank you!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s