Pilihan Hidup

Dalam hidup ini, akan selalu banyak persimpangan yang kita temui. Tinggal kita ingin memilih jalan yang mana yang ingin kita tempuh. Setiap pilihan pasti mengandung resiko, entah itu resiko baik ataupun buruk.

Beberapa minggu yang lalu, ada dua orang teman yang menyapaku di account FB. Teman lama yang sudah tidak lama bertemu. Tiba-tiba menyapaku dan mengatakan “masih di Paris? Sudah married belum? Jangan ngejar karier” dan yang lain mengatakan “udah punya buntut belum”. Saat membaca pesannya, aku hanya bisa tersenyum saja dan hanya sebuah kalimat yang selalu aku tulis. Doakan saja yang terbaik.

Dan di hari yang sama, teman baikku menelephon sambil terisak-isak. Menceritakan kisahnya betapa hidup ini tidak adil (menurut dia ya). Ketika masih single selalu ditanyain kapan nikah, ketika sudah nikah ditanyain kapan punya anak. Sampai ada seorang yang sampai mengatakan sesuatu yang menyakitkan hatinya. Tanpa tahu kondisi yang sebenarnya orang tersebut sampai menyimpulkan bahwa sahabatku itu bukanlah istri yang baik, suka ngejar karier dan tidak mementingkan keluarga hingga akhirnya menunda-nunda untuk punya anak.

Dan pagi ini ketika aku membaca status dari Page-nya Jogjaku di FB, dimana sang moderator menuliskan bahwa ada seorang penulis bernama George Aditjondro mengatakan bahwa  “keraton Yogyakarta jangan disamakan dengan kerajaan Inggris, Keraton Yogyakarta hanya sekadar Keraton, Keraton itu ya kera ditonton.” baca disini beritanya (http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/11/12/01/lvivg6-sebut-keraton-yogya-kera-george-aditjondro-harus-minta-maaf-dalam-2×24-jam ). Membuatku langsung syok dan kaget. Ingin rasanya aku marah saat aku membaca berita ini. Namun saat aku membaca ucapan dari Sri Sultan dalam menghadapi masalah tersebut, akhirnya aku hanya bisa diam dan redalah amarah itu. Kalimat yang sejuk dan menenangkan hati ini untuk sementara waktu dan berfikir untuk tidak terbawa emosi. Mungkin saja George Aditjondro hanya bercanda (walaupun becanda, namun ga pantas lah Kraton kami dilecehkan) atau bisa saja wartawannya yang salah dengar dan salah nulis.

Ketiga kejadian yang aku temui seminggu ini membuatku menyadari bahwa sebuah perkataan yang niatnya hanya untuk basa-basi tapi bisa berefek beda jika tidak pada tempatnya. Mencoba untuk mengatakan yang baik-baik dan berusaha menyikapi secara netral pilihan orang lain tanpa harus menghakimi pilihan seseorang.

Adilkah kita bilang kalau ada seseorang yang hanya ingin mencari ilmu selama dia hidup ketika masih single, namun dihakimi orang bahwa orang tsb mengejar karier? Adilkah kita mengatakan pada seorang perempuan yang belum dikarunia anak dengan mengatakan bahwa dia terlalu egois karena menunda-nunda punya anak? Adilkah Kraton Yogyakarta dikatakan sebagai Kera ditonton?

Sebaiknya sebelum berkata, bercerminlah pada diri sendiri dan tempatkan posisi kita berada di posisi orang tersebut. Bagaimana rasanya jika Anda dikatakan mengejar karier, sedangkan dalam hati Anda hanya ingin belajar dan menjadi orang yang bisa berguna untuk orang lain dan keluarga. Bagaimana rasanya, ketika Anda dibilang egois karena menurut orang lain Anda menunda-nunda punya anak, padahal Anda sendiri sudah berusaha untuk mendapatkan anak tanpa Anda harus konferensi press seperti artis-artis tentang usaha Anda untuk mendapatkan anak. Bagaimana rasanya ketika rumah Anda dibilang kera di tonton?

Berkata memang mudah namun menjaga lisan sangatlah sulit. Pilihan hidup tiap orang berbeda-beda, mungkin menurut Anda itu baik namun bisa jadi menurut orang lain itu tidak baik. Apapun pilihan hidup seseorang tidak sepantasnyalah kita menghakimi jika kita tidak pernah tahu kondisi dan jalan pikiran orang.

Jika ingin menyapa teman lama yang sudah lama bertemu, alangkah baiknya menanyakan kabar dan carilah bahan obrolan yang tidak terlalu privasi serta menyakitka hati orang. Pilihlah bahan obrolan yang ringan dan wajar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s