Berita Dari Negeriku

Hari-hari belakang ini semua televisi, radio dan surat kabar memberitakan kasus Nazarudin. Tiap detik semua berita isinya hal yang sama. Bahkan ada beberapa stasiun televisi yang menayangkan program khusus untuk meliput kasus ini. Sejak bangun tidur sampai tidur lagi, tayangan sinetron Nazarudin ada di mana-mana. Sama seperti kasus para wakil rakyat yang jalan-jalan keluar negeri dengan alasan dinas.

Sesuatu yang berlebihan tersebut memang tidak baik. Namun entah kenapa berita-berita ini sering banget hadir di semua stasiun televisi. Kasus korupsi, kasus pemilihan ketua KPK dll, yang intinya semuanya adalah berita politik. Sampai aku sendiri berfikir, apakah politik itu adalah berita yang laku dijual dimasyarakat? Apakah politik itu merupakan kekuatan terbesar dalam kehidupan sehingga layak dijadikan berita utama? Entahlah. Jika benar begitu maka jurusan Hubungan internasional, ilmu pemerintahan dan ilmu-ilmu politik merupakan jurusan yang sangat mempunyai masa depan yang cerah.

Hari ini aku neg dengan berita-berita yang ada di semua media massa baik elektronik , online maupun cetak. Bosen mendengar berita kasus nazarudin yang seperti sinetron yang berepisode-episode. Bosen karena semua orang membicarakan hal tersebut. Tidak adakah topik lain?

Ingatanku kembali ke sebuah acara di akhir bulan Juli kemarin. Sebuah acara yang diadakan di Aachen, German. Acara yang sudah menyadarkanku bahwa Indonesia pernah menjadi bangsa yang maju. Maju dengan peradaban teknologinya, hingga di tahun tersebut tercetuslah sebagai tahun kebangkitan teknologi.

Sebuah video yang berdurasi singkat mampu membuat mataku berkaca-kaca saat itu. Bagaimana tidak saat tahun 1995 negeri ini dengan anak-anak mudanya mampu membuat pesawat terbang. Teknologi dirgantara yang sangat maju dan mampu menghasilkan pesawat terbang. PT PINDAD yang berhasil membuat kendaraan perang buat angkatan darat. PT Pal dengan teknologi perkapalannya. Tiga perusahaan di sector strategis yang mampu mengangkat nama Indonesia sedang berada hampir di puncak keberhasilan. Namun sayang krisis ekonomi yang menghantam negeri ini telah menghancurkan sector kebanggaan kita perlahan-lahan.

Seandainya saja tidak ada krisis ekonomi, mungkin Indonesia sudah maju sekarang ini. Mungkin saja negara kita sudah mampu menghasilkan pesawat terbang yang bisa dijual ke negara lain, menyediakan alat perang sendiri tanpa harus membeli dari negara lain. Menghasilkan kapal sendiri sehingga bisa memenuhi kebutuhan akan perkapalan di negeri maritime ini. Dan mungkin saja semua media massa akan memberitakan keberhasilan teknologi yang dimiliki Indonesia.

Aku merindukan berita-berita yang baik dari negeri tercinta. Bukan lagi berita-berita korupsi, penangkapan Nazarudin, kolusi dan berita politik-politik lainnya. Ingin kukatakan betapa di ujung negeri sana banyak anak-anak yang kesulitan meraih pendidikan. Banyak anak-anak yang harus menempuh berkilo-kilo meter untuk sekolah. Banyak murid-murid yang harus bersekolah di gedung-gedung sekolah yang hampir roboh dan setiap hujan akan kebanjiran. Banyak dari warga negeri ini yang belum bisa menikmati kemudahan dan fasilitas kesehatan. Untuk sekedar berobat pun mereka tidak sanggup. Dan masih banyak lagi permasalahan lain yang harus dipikirkan bukan hanya sekedar memikirkan kasus Nazarudin. Bisakah stasiun televisi memberikan tayangan lebih mendidik lagi? Bisakah media massa memberitakan berita yang bisa mendidik kami?

One thought on “Berita Dari Negeriku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s