Bahasaku sayang, bahasaku malang

Sudah hampir setahun aku tinggal di Perancis, banyak sekali yang aku dapatkan di sini selain ilmu pengetahuan yang aku pelajari namun aku juga mendapatkan pelajaran kehidupan yang teramat sangat berguna buatku nantinya. Yup, belajar tidak harus di bangku sekolah, belajar bisa darimana saja, bahkan alam pun bisa mengajarkan kepada kita banyak hal.

Bangsa Perancis, adalah salah satu bangsa di Eropa yang sangat peduli sekali dengan bahasanya sendiri. Mereka sangat bangga dengan bahasanya, sampai-sampai di setiap sudut negara ini akan sangat jarang sekali kita menemukan tulisan dalam bahasa Inggris, beda ya dengan tempat kita. Hampir di pelosok tempat ada iklan yang menggunakan bahasa Inggris. Di sini boro-boro deh, kalaupun ada bisa dihitung dengan jari.

Selain itu, jangan harap bisa nonton film hollywood dalam bahasa Inggris, ehm ada sih bioskop yang menayangkan versi originalnya. Namun sayang tiketnya mahal dan sangat jarang sekali. Lalu kalau nonton film holywood bagaimana ? Jangan dipikir film hollywood di sini dilarang, kaya di Indonesia. Di sini bebas oi heheh.

Lalu apa yang membedakan? Simple saja ko, yang membedakan adalah, film hollywoodnya di dubbing plus judulnya di ganti dalam bahasa Perancis hehehe. Jadi bisa kan kebayang, nonton filmnya Tom Cruise trus suaranya beda. Udah gitu tahu sendiri kan bahasa Perancis itu so romantis banget, nah kalau filmnya action jadinya kurang seru lah. Apalagi buat kita yang sering banget dengar suara asli para bintang film hollywood. Pasti ada yang ga sreg gitu nontonnya, alhasil jadinya tidak puas.

Pengalamanku nonton film Hollywood yang didubbing dengan bahasa lokal serasa nonton film India di salah satu stasiun televisi kita itu lho. Aneh lah pokoknya, jadinya bikin malas nonton di bioskop mending download atau streaming di internet. Lebih puas oi, selain berhemat tentu saja hehehe.

Selain film, orang sini terkadang ga mau ngomong bahasa Inggris. Sumpah sulit deh buat yang ga punya bekal bahasa yang baik. Yang ada kesulitan buat belanja dan menggurus ini itu. Pernah tuh, aku ga bisa menjelaskan suatu kondisi di kamarku dan aku lupa konjugasi dari kata kerja tersebut apa. Nah daripada pusing-pusing, iseng aku bilang “ Can I speak in English, please?” Pegawainya langsung bilang “Non, vous devez parler français”( yang artinya kurang lebih “tidak, kamu harus bicara dalam bahasa perancis” ). Mending kalau yang aku ajak ngomong orang yang sudah tua, ni anak muda oi. Anak kuliah pula.

Untuk hal yang satu ini aku kagum sama negara ini. Kagum akan kebanggaan mereka terhadap bahasanya sendiri. Aku yakin bahasa perancis tidak akan musnah ditelan jaman. Bandingkan dengan keadaannya di negeri kita, beda jauh bukan?

Mungkin alasan ini juga, ibuku tidak mengijinkan kami menggunakan bahasa Indonesia di rumah. Boleh menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa asing lainnya, asal itu sama orang lain. Ibuku ga ingin anaknya lupa akan asal-usulnya. Bahasa jawa tetap jadi bahasa komunikasi bagi kami.

Suatu hari bapak tukang pos yang baik mengantarkan kartu pos yang aku kirimkan dari sebuah kota yang pernah aku kunjungi buat ibuku. Lalu bapak tukang pos itu bertanya kepada ibuku, kenapa aku masih menggunakan bahasa jawa halus di kartu pos tersebut, kenapa tidak menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa asing lainnya seperti anak-anak kebanyakan lainnya. Dengan santai, ibuku bilang “lha anak saya kan orang Jawa, orang tuanya Jawa juga, masa ngomongnya pakai bahasa lain” (tentu saja bilangnya pakai bahasa Jawa ya hehe). Jadi ingat pertanyaan temanku “Trias, kenapa kamu masih suka pakai bahasa Jawa sama orang tuamu?” Saat dia mendengar percakapanku dengan ibuku di telphon. Dulu aku jawab “Kalau ga pakai bahasa Jawa, bisa dipecat aku sama ibuku jadi anaknya hehehe”

Yup, berapapun bahasa asing yang sudah aku pelajari dan aku pahami namun dua bahasa yang menjadi identitasku tidak boleh aku lupakan. Kedua bahasa itu adalah bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Aku ingin seperti orang Perancis, bangga akan bahasanya sendiri. Namun aku juga tidak ingin bersikap seperti mereka yang tidak mau ngomong selain menggunakan bahasa mereka. Jika suatu saat nanti aku bertemu seseorang yang tidak bisa bahasa Indonesia, akan aku ladeni dengan bahasa Inggris, karena bahasa itu adalah bahasa international. Tidak semua orang bisa bahasa Jawa, oleh karena itu aku hanya akan berbicara dalam bahasa Jawa hanya dengan orang-orang yang mengerti bahasa Jawa.

Tidak hanya berbicara saja, namun dalam hal menulis aku akan memperhatikan itu. Jika memang diwajibkan menggunakan bahasa Inggris, akan aku lakukan menulis dalam bahasa Inggris. Jika diharuskan menggunakan bahasa Indonesia, kan kutulis dalam bahasa Indonesia. Intinya tergantung permintaan saja dan aku tidak akan menawar lagi.

Grenoble, 21 July 2011

 

12 thoughts on “Bahasaku sayang, bahasaku malang

  1. tulisan yang bagus.
    Saya juga orang Jawa, dan saya jg bangga dengan asal usul saya.
    menawi kepareng prisa penjenengan Jawanipun pundi…?? hehehe
    Salam saking Yogja

  2. Met pagi mbak Trias,
    Sy Eni-mahasiswa asal Makassar yg saat ini sedang kuliah di Universitat de Barcelona dan insya Allah akan pindah ke Universite Joseph Fourier Grenoble Februari 2012 nanti.
    Saat ini sy sedang mencari akomodasi tempat bernaung selama di Grenoble (Februari-September 2012), tapi room Estudines Marie Curie yg direkomendasikan oleh program kami perbulan 600 euros. Jd kalo boleh, mbak bs beri rekomendasi ga? room yg kira2 sebulannya more or less 300 Es…Trima kasih sebelumnya ^_^

    1. Hallo Eni..

      Coba kontak residence Berlioz atau residence faure..atau kontak crous grenoble, sapa tahu masih ada tempat.. kalau sebelum naik, residence berlioz sekitar 300 euros, sedangkan kalau faure dibawah 300 euros.. namun kalau faure kamar mandinya di luar lho, maksudnya bareng2 gt hehehe…

      coba buka di http://www.crous-grenoble.fr/,lalu coba kontak mereka saja ya..

      Oiya, sekarang aku udah ga di grenoble lagi, tapi aku masih ada teman di sana. ada 2 orang indonesia yang sedang kuliah disana. kalau perlu kontak mereka bisa kirim email ke emailku di threeas23@gmail.com

  3. Assamulaikum Mb,

    Senang sekali bisa membca blogny mb walo ktemu ga segaja pas brosing cari info tentang Jogya, jadi tmbh semngat buat membiayai adeku kuliah walo bnyk keinginan pribadi yg hrus di pending, smoga kita smua sukses dlm pendidikan dan bisa memberikan yg terbaik buat orang yg kita cintai..

  4. oohhh, ternyata orang Perancis gitu, pantas…
    Saya punya temen Facebook orang Perancis, tiap comment2an aku pake English, tapi tetep aja dia jawabnya pake Perancis… Hahaha, kayaknya perlu belajar Habit tiap negara kali ya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s