Internet Banking

Beberapa hari yang lalu, aku sempat direpotin dengan masalah perbankan di Indonesia.  Repot karena aku sedang berada di luar negeri sehingga aku tidak bisa mengurusi hal yang beginian. Padahal hanya masalah sepele saja, mengecheck uang yang masuk di rekeningku pada tanggal 6 Juli 2011. Jika kelebihan maka aku diwajibkan mengembalikannya dan jika belum ada laporan uang masuk maka aku wajib melaporkan.

Pasti ada yang tanya kenapa aku tidak menggunakan Internet Banking atau E-Banking. Jawabannya simple, setahun yang lalu aku tidak sempat menggurusi internet banking untuk account bank-ku yang satu ini. Habisnya saat mau ngurus harus dioper kesana kemari, sedangkan aku tidak punya banyak waktu untuk menggurus hal begituan. Mana pada saat itu aku tinggal di Jakarta, dan bank ku itu ada di Cibinong lalu aku harus ngurusnya di cabang Dewi Sartika Bogor. Sudah coba untuk ngurus namun saat itu ga tahu kenapa ribet banget. Jadinya ya aku ga jadi ngurus, aku biarin saja toh tabungan itu tidak akan ada transaksi keluar, yang ada hanya transaksi masuk setiap awal bulan dari bendahara kantor. Saat itu aku sih menganggap tabungan tersebut sebagai hadiah saja, lha aku tidak kerja dapat uang ko walaupun hanya setengahnya sih. Tapi alhamdulilah kelak sepulang dari sekolah aku masih ada tabungan yang bisa aku gunakan buat memulai kehidupan yang baru di Bogor.

Sebenarnya aku sudah mengenal yang namanya internet banking sejak tahun 2006, account bank pertama yang aku aktifin internet banking adalah tabungan BNI. Tabungan ini aku gunakan untuk menampung uangnya kakakku selama dia berada di Australia. Dengan fasilitas ini aku bisa beli pulsa, transfer uang ke sesama BNI dengan mudah karena hanya tinggal konek ke internet saja. Tidak perlu lagi ke ATM atau bank untuk melakukan transaksi kecuali jika aku ingin menabung.

Account bank kedua yang aku aktifin adalah tabungan Mandiri. Sama halnya dengan tabungan BNI ku, aku bisa menggunakannya untuk melakukan semua transaksi. Yang membedakan adalah tabungan Mandiri ini adalah tabunganku sendiri, tabungan masa depanlah. Setiap kali uang yang sudah masuk ke rekening ini maka sangat sulit sekali untuk keluar. Kecuali untuk hal-hal yang mendesak.

Nah tabunganku yang ketiga ini yang bermasalah. Aku membuat account tabungan ini terpaksa gara-gara di kantorku mewajibkan pegawainya memiliki rekening dari bank ini untuk memberi kemudahan dalam pengiriman gaji bulanan. Ya sudahlah aku membuatnya. Kalau ga salah si aku buat tahun 2008 deh. Saat itu, seingatku belum ada fasilitas internet bankingnya. Jadi pas awal membuatnya aku tidak mengaktifin internet banking. Baru setahun kemudian, mereka menyediakan fasilitas internet banking.

Nah, hari Kamis minggu lalu, bendahara kantor posting di account FB nya. Meminta kami untuk mengechek rekening masing-masing karena ada kesalahan input dari sebuah bank. Gubrag, saat baca aku langsung binggung. Gimana ngechecknya nih? Akhirnya aku telphon Customer service bank no tigaku. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya aku bisa berbicara dengan CS nya,yang nerima cowok. Lalu aku ceritakan masalahku bahwa aku memerlukan informasi mengenai transaksi terakhir di rekeningku. Aku ceritakan juga kondisiku bahwa aku sedang berada di luar negeri sedangkan ATM dan buku tabunganku ada di Indonesia. Setahuku untuk mencetak buku tabungan tidak bisa diwakilkan dan ATM ku juga belum didaftarkan phone bankingnya. Bagaimana caranya agar aku bisa mengetahui nilai transaksi terakhir?

Nah terjadilah sebuah obrolan singkat antara CS denganku :

CS :  Maaf ibu mulai sekarang kami tidak melayani pemberitahuan transaksi di rekening ibu. Saya sarankan bu Trias, aktifin phone bankingnya saja di ATM terdekat, hari ini langsung aktif bu. Kemudian dari phone banking tersebut ibu bisa mengetahui transaksi terakhir. Atau ibu juga bisa mengaktifkan fasilitas internet banking bla bla bla (sambil menjelaskan manfaat internet banking)

Trias: (kesel karena penjelasan diawal tidak didengarkan dengan baik oleh seorang CS, akhirnya dengan menahan kesabaran berbicara lagi) Gimana mau ngaktifin mas, saya kan di Perancis dan tidak mempunyai no HP Indonesia (karena sudah lama tidak diisi jadinya ya hangus deh hehehe). Gimana sih, bukannya sudah saya bilang di awal tadi ya.

CS : O kalau gitu ibu bisa ke ATM terdekat yang ada lambangnya VISA kemudian ibu trias bisa mengechek saldo tabungan ibu.

Trias : mas-mas, saya ulangi lagi ya penjelasan saya. ATM saya di Indonesia dibawa kakak saya. So gimana mau ngecheknya disini.

CS : Tabungan ibu dimana?

Trias : di Indonesia mas, tapi kan untuk mencetaknya kan tidak boleh diwakilkan mas.

CS : Bisa ibu, silakan ibu minta saudara ibu di Indonesia untuk mencetak buku tabungan di cabang terdekat.

Trias : yakin mas bisa, perasaan saya dulu ditolak pas mau mencetak buku tabungan teman saya .

CS : bisa ibu. Kalau tidak bisa saran saya adalah  meminta bantuan saudara ibu trias yang ada di Indonesia untuk mengaktifin phone banking di ATM.

Trias (sudah malas ngobrol ma mas-masnya, habisin pulsaku saja dengan ngomong ga jelas gini) : yasudah mas, saya coba dulu. Terimakasih informasinya.

Langsung kututup telphonku. Kalau solusinya kaya gitu ya aku tahu mas, ga perlu telphon dirimu lagi. Huh nasib, pulsaku habis buat ngobrol sama mas-mas aneh hehehe.

Akhirnya aku telphon orang tuaku di Jogja, meminta mereka untuk mencetak buku tabunganku. Sebelumnya aku merepotkan mereka untuk mencari buku tabunganku. Maklum pas aku mau pergi ga sempat menyerahkan buku tabunganku ke mereka. Saat itu, orang tuaku lagi sibuk ngurusi almarhum kakekku yang saat itu lagi sakit. Jadi ya aku tidak terlalu diperhatikan oleh mereka. Untung saja, di dekat rumahku ada kantor cabang dari bank tersebut jadi tidak perlu waktu lama aku dapat mengetahui transaksi terakhir dari rekeningku.

Masalah belum selesai sampai disini. Ternyata uang yang masuk ke rekeningku banyak sekali. Melebihi dari yang seharusnya aku dapatkan. Alhasil, aku harus mengembalikannya ke bendahara kantor. Ya, masalah lagi deh. Dengan berat hati, aku merepotkan kakakku. Ku telphonlah dia. Yaelah ga diangkat juga. Apa sibuk rapat ya? Dasar orang sibuk, susah bener menghubunginya. Akhirnya aku kirimkan sms ke HP nya. Cerita dengan singkat dan memintanya untuk mentransfer uang ke bendahara kantorku. Beberapa saat kemudian mas ku menyapaku di YM. Dan kita ngobrol di YM. Alhamdulilah masalah terselesaikan. Besuk pagi sebelum masku berangkat kerja, uang tersebut akan ditransfer. Untung saja, masku ada waktu ngurusin hal kaya gini, biasanya kan ga hehehe.

Hari itu memberiku pelajaran, lain kali serepot-repotnya ngurusin pendaftaran internet banking, aku harus mau mengurusi hal tersebut. Dan diusahakan harus berhasil, daripada ngerepotin orang lain. Toh internet banking banyak banget manfaatnya, antara lain bisa mengechek saldo secara online, transfer antar bank dan sesama bank, membeli pulsa HP, membayar tagihan seperti tagihan listrik, telphon dll, membeli produk secara online, dan memesan tiket pesawat secara online (hal yang biasa aku lakukan heheeh).

Yup, marilah gunakan kecanggihan teknologi dengan baik. Tapi hati-hati juga ya dalam menggunakan internet banking, ada hacker dimana-mana hehehe. Jangan beritahukan user ID dan passwordnya ke sembarang orang, jangan lupa log out selesai menggunakan internet banking dan bertransaksilah di situs-situs yang resmi.

Selamat berinternet banking.

Grenoble, 11 July 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s