Sebuah Awal yang Indah

Jum’at 17 Juni 2011, ketika waktu menunjukkan jam 8 pagi waktu Perancis (kira-kira sekitar jam 13 siang waktu Indonesia, tiba-tiba skypeku berdering. Seseorang di ujung benua sana menelephonku pagi itu, segera kupalingkan wajah ini ke laptop kecilku. Sebuah nama yang tidak asing muncul di akun skypeku, tumben pagi-pagi begini sahabatku menelephonku, mana bukan hari libur juga. Biasanya kami ngobrol panjang lebar di week-end. Kuangkat telphonnya, sambil mengerjakan draft thesisku.

Pertama kali yang aku dengar adalah teriakan dia yang nyaring banget, dari cara bicaranya aku sudah tahu dia lagi bahagia sampai tidak bisa bicara jelas. Akhirnya aku meminta dia untuk tenang, karena aku tidak bisa menangkap omongannya.

Setelah dia menarik nafas lega, dia memintaku untuk membuka fan page swaragama di FB. Ada pengumuman Swaragama Writing Competition yang aku ikuti beberapa saat yang lalu, katanya. Karena dikejar-kejar deadline thesis, aku hanya memintanya membacakan siapa pemenangnya. Eh yang ada aku malah dimarahin, disuruh buka sendiri.

Rasa penasaran yang muncul di hatiku saat itu mengalahkan kepanikan yang aku alami. Akhirnya aku buka akun FB dan segera meluncur ke fan pagenya swaragama. Ada pengumuman 3 pemenang Swaragama Writing Competition, dan tidak ada namaku tertera di situ. Tapi saat aku baca daftar 20 besar tulisan terbaik dari Swaragama Writing Competition, ada namaku di nomor 16 dan juga tulisanku yang berjudul “Semua berawal dari mimpi”. Sekali lagi aku speechless, tak pernah menyangka akan masuk dalam daftar itu.

Memang aku akui, saat aku memulai menulis tulisan tersebut, aku menargetkan bisa masuk 20 besar. Tapi sejak aku mengetahui guru menulisku ikut lomba ini juga dan membaca beberapa tulisan lainnya. Aku mulai merasa tulisanku tidak bakalan masuk ke 20 besar. Apapun nanti hasilnya, aku sudah mencoba mengikuti sebuah lomba menulis lokal, dan aku yakin itu akan menjadi sebuah pengalaman yang sangat berharga buatku kelak.

Memang kompetisi ini tidak sebesar lomba menulis yang sering diadakan oleh beberapa komunitas. Namun buatku ini adalah kompetisi menulis pertama yang aku ikuti. Aku ingin menguji sejauh mana tulisanku ini dinilai orang lain. Orang yang tidak mengenalku secara dekat, orang yang bisa menilai secara objektif baik dan buruknya tulisanku. Bukan orang yang menilai tulisanku karena mengenal aku lalu sebagai pemanis dia memuji-muji tulisanku. Bukan itu yang aku harapkan setiap aku menulis. Aku tahu masih banyak kelemahan dalam tulisanku, masih banyak alur yang tidak beraturan, masih sering emosional dalam menuangkan ide, masih sering tidak netral dalam beropini dll. Intinya masih banyak kekurangannya dalam tulisanku.

Hadiah yang aku dapat memang hanya sebuah goodybag dari Swaragama dan tulisanku akan dikompilasi dalam bentuk e-book yang pembuatannya masih dalam proses. Hadiah sederhana yang mampu memberiku semangat yang besar di hari itu untuk melewati hari-hari terberatku yang sudah menungguku di minggu ini.

Setelah membaca pengumuman tersebut, segera aku copy tulisanku dari blogku dan menaruhnya di FBku. Sekedar untuk memberitahukan kabar bahagia ini kepada sahabat-sahabatku yang jauh disana. Niatku bukan untuk menyombongkan diri, namun ingin sekali berbagi bahagia ini dengan orang yang aku sayangi, orang-orang yang setia menungguku pulang, orang-orang yang selalu berada disisiku.

Ternyata kebahagian yang aku dapatkan sedikit mempengaruhi emosional suhuku. Aku mengetahui hal tersebut ketika aku membaca tulisannya mengenai kegagalan. Feelingku langsung mengarah ke hasil kompetisi ini. Dan ketika keesokan harinya suhuku bercerita panjang lebar mengenai apa yang dia rasakan, rasa bersalahku kembali hadir. Seharusnya aku tidak berkata bahwa “hadiah terindah dari kompetisi ini adalah berhasil mengalahkan tulisan suhuku, goodybag dan yang lainnya adalah hanya hadiah tambahan”

Ya aku bahagia bisa mengalahkan tulisan suhuku, tapi aku ga mau keberhasilan yang aku dapatkan hanya akan melukai hati orang lain. Aku hanya ingin berbuat sesuatu dan berhasil tanpa menyakiti orang lain. Mungkin memang benar kata seorang teman di chatting FB, dia berkata “nice..but looks like murid durhaka gitu hehehe..” saat aku bilang bahwa aku berhasil mengalahkan suhuku.

Hari itu menjadi pelajaran berharga buatku, saat kita bahagia janganlah terlalu bahagia karena di ujung sana ada seseorang yang sedang bersedih. Terkadang di saat kita bahagia, kita sering lupa bahwa sahabat kita barangkali sedang mengalami cobaan atau ujian. Jadi berlaku sewajarnya sajalah saat kita mendapatkan sebuah kebahagian itu.

Maafkan suhu, atas sikap muridmu ini yang sangat ceroboh sekali. Walaupun suhuku gagal dalam kompetisi ini, aku masih respek sama suhuku, masih membutuhkannya untuk selalu menganalisa tulisanku, memberikan kritik dan sarannya, berdiskusi dan masih banyak lagi. Buatku suhuku tetap  guruku menulis terhebat yang aku miliki, seorang guru yang mampu berhasil mengantarkan muridnya berhasil meraih penghargaan sebagai salah satu dari 20 tulisan terbaik. Tanpa beliau mungkin aku tidak bisa mendapatkannya. Tetaplah menulis suhu, akan selalu kunanti tulisan-tulisanmu.

Buatku, penghargaan dan keberhasilan kemarin itu, aku persembahkan buat suhuku, tetehku yang jauh disana, sahabat-sahabat yang selalu menyemangatiku untuk menulis terus, guru-guru menulisku yang lain, yang tanpa aku tag bersedia mampir membaca tulisanku yang masih sangat jauh dari standard, dan juga buat teman-teman yang lain yang bersedia mampir membaca tulisanku di FB ataupun di blog.

Terimakasih atas ucapannya kemarin. Semoga ini menjadi awal yang indah untuk ke depannya.

Grenoble, 20 Juni 2011

4 thoughts on “Sebuah Awal yang Indah

  1. Adik, selamat ya. Good Job dik. Tulisan lu emang bagus, bersemangat dan memberikan inspirasi pada semua orang.

    Jika orang yang dulu pernah menyakitimu, mendengar penghargaan ini, kira-kira bagaimana reaksinya? Dulu adik di caci dan dimaki, dibilang begini dan begitu tulisan adik. lihatlah tulisan adik sekarang. tulisan adik dapat penghargaan lho.

    5 tahun ya dik, lu sabar menanti hari bahagia ini.

    teruslah menulis adikku… langkahkan kakimu menuju impian terindahmu sebagai penulis. I am waiting for the ebook and the other book🙂

    1. makasi mas… mas salah tulis atuh..4 tahun mas, bukan 5 tahun hehehehe..

      gatahu mas, apakah org tsb tahu atau tidak… becik ketitik olo ketoro

      terimakasih ya, atas dukungannya selama ini. coba saja dulu aku memutuskan untuk menutup blog ini.. bisa2 aku ga dapat penghargaan ini ya… terimakasih banyak ya mas hehehehe

  2. haloo… salam kenal..
    saya kagum sama Anda..
    saya ingin sekali bisa ke perancis dgn beasiswa.. tapi saya bimbang, apa mimpi saya ini ketinggian? saya benar2 ingin ke perancis suatu saat nanti..
    bagaimana perancis itu?

    1. Hallo Dheniz

      Terimakasih.. Anda pasti bisa ke Perancis ko, tidak ada yg tdk mungkin di dunia ini. Perancis, ehm negara yang indah dan luas. Silakan baca beberapa tulisan saya tentang kota-kota di Perancis seperti Annecy, Perouges. Semoga Anda bisa merasakan perancis itu bagaimana..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s