Annecy

Annecy adalah sebuah kota seni dengan arsitek bangunan yang indah. Kota ini terletak diantara Chambery dan Geneve. Berjalan-jalan sepanjang kota tua di Annecy adalah hal yang menyenangkan. Dengan sungai-sungai yang indah, bersih dan bening tanpa ada satupun sampah yang terlihat di permukaan sungainya, ditambah bunga-bunga yang menghiasi pot-pot, dengan jembatan kecilnya dan rumah-rumah yang indah yang berada di sekitar sungai.

Perjalanan kali ini diawali dari Grenoble, berangkat dari Grenoble sekitar jam 7:05. Dari Grenoble kita naik bus alias autocar menuju Chambery. Perjalanan ini ditempuh sekitar 1jam. Tapi ternyata bus kita sampai di Chambery lebih cepat 10 menit. Dari Chambery kita lanjut dengan kereta TGV ke Annecy. Keretanya bersih dan tidak penuh. Bagus pula, jika dibandingkan dengan kereta di Indonesia. Kereta ini tidak terdengar suara rodanya. Bener-bener halus deh suaranya. Jadi bisa tidur nyenyak kalau mau hehehe. Perjalanan dari Chambery ke Annecy ditempuh selama 54 menit. Oiya tiket dari Grenoble ke Annecy sekitar 17,8 euros. Tapi kalau punya kartu de jeune (kartu untuk orang-orang yang berumur dibawah 25 tahun), tiketnya seharga 9 eurosan lah. Jadi yang punya umur dibawah 25 tahun beruntunglah kalau jalan-jalan di sini hehehe.

Perjalanan kali ini dawali dengan keliling kota Annecy. Pertama yang dilihat adalah kota tua di Annecy yang dilewati dengan sungai-sungainya. Sepertinya dulu sungai ini pernah menjadi alat transportasi deh. Terlihat banyak sekali tempat pemberhentian di dekat-dekat rumah yang ada disekitar sungai tersebut. Namun entah kenapa saat ini ditutup.

Lanjut lagi ke muséé-chateau, dengan biaya masuk 2,5 euros (itu sudah didiskon, karena kita bilang student hehehe) kita bisa keliling chateau ini. Ternyata di chateau ini lagi ada pameran mengenai biodiversity, yang ada hubungannya dengan biologi, lingkungan, teori Darwin, rna, dna dll. Di chateau ini dilarang foto-foto. Jadi ya ga ada dokumentasinya nih. Padahal bagus banget lho pamerannya itu. Berkualitas pengetahuan deh.

Selain berisi pengetahuan, di château ini juga dipamerkan barang-barang antik peninggalan jaman dulu, lukisan tentang danau Annecy, serta animasi film-film. Keren lah pokoknya. Oiya aku disini bertemu beberapa keluarga Perancis, yang membawa serta anak-anak mereka. Jarang aku lihat orang tua di Indonesia yang mengajak anak-anaknya ke museum. Yang ada mereka malah mengajak anak-anaknya ke mall hehehe. Herannya, orang tuanya lah yang menerangkan semua hal yang ada di pameran ini. Keren ya orang tua disini. Sepertinya bisa dicontoh nih.

Berhubung château ini terletak di tempat yang tinggi, maka saat diatas kita bisa melihat danau Annecy lho. Indah sekali pemandangan dari atas. Ada satu tempat di château ini yang tidak aku tahu fungsinya. Karena bangunan ini tidak ada isinya, hanya ruangan kosong saja. Dan tidak ada penjelasannya juga.

Setelah dari chateau, kita berjalan-jalan di kota tua ini. Melihat sungai yang bening sambil memperhatikan sekeliling sungai yang dihiasi dengan rumah-rumah makan alias restaurant. Ternyata sungai-sungai ini berujung di danau tersebut. Saat berada di danau ini, pertama kali melihat bendera kita berkibar. Bendera merah putih bersanding dengan berbagai bendera dari berbagai belahan dunia lainnya. Entahlah ada acara apa, namun sangat terasa sekali senangnya saat melihat bendera kita berkibar di bumi napoleon ini. Padahal kalau di tanah air, lihat bendera merah putih biasa aja kali ya. Tapi ko beda ya kalau melihatnya di luar negeri. Ehm atau hanya perasaanku saja ya.

Danau Annecy mempunyai luas permukaan sekitar 27,5 km² dan kedalaman 80 m. Kalau ingin mengelilingi danau ini, kita bias menyewa kapal. Dengan hanya 9,5 euros kita bisa keliling danau Annecy selama 30 menit dan mendapatkan foto-foto yang indah sepanjang perjalanan.

Selain itu di pusat kotanya, terdapat Île palace (sebuah penjara) dan Palais de Justice (pengadilan), yang saat ini merupakan sebuah museum. Di dekat bangunan ini, jalan Saint-Claire merupakan tempat yang tidak boleh telewatkan.

Setelah puas jalan-jalan, saatnya pulang ke Grenoble. Kembali ke Gare untuk membeli tiket. Ternyata dari Annecy kita harus melewati 2 perhentian. Perhentian pertama di Aix Les Bains, dan kita harus nunggu selama 1 jam, kemudian lanjut ke Chambery naik kereta selama 15 menit. Dan di Chambery kita tertinggal bus yang akan membawa kita ke Grenoble. Akhirnya tertahan di Chambery selama 1 jam. Mana udah pakai lari-lari pula ngejar busnya. Dari Chambery ke Grenoble, kita naik bus. Tiket dari Annecy ke Grenoble lebih murah, hanya 13,5 eurosan.

Karena ada waktu 1 jam di Aix Les Bains, kita putuskan keluar gare dan jalan-jalan di pusat kotanya. Hanya menemukan, gereja, taman kota, casino dan beberapa bangunan unik. Di taman kota banyak sekali orang tua yang sedang berkumpul. Entah hanya bercerita ataupun membaca buku. Ada juga perayaan pesta pernikahan. Pesta pernikahannya berbeda dengan di Indonesia. Tidak ada tempat untuk memajang sang pengantin layaknya pesta pernikahan. Semua bercampur dan saling menyapa. Sepertinya asyik pernikahan seperti itu, undangannya hanya sedikit dan itupun hanya teman-teman dekat. Asyik ya, ga butuh biaya banyak hehehe..

Setelah muter-muter kita kembali ke gare untuk melanjutkan perjalanan ke Chambery. Eh pas sampai di Chambery, busnya sudah berangkat. Alhasil kita mesti nunggu selama 1 jam. Akhirnya jalan-jalan lagi deh. Tapi ga berani jauh-jauh karena mendung sudah terlihat di langit. Di kota ini aku hanya mampu membidik beberapa objek foto yang tidak penting, setelah itu kamera pocketku tidak bisa dipakai lagi. Entah kenapa kamera itu menjadi rusak. Kamera digital pertama yang aku miliki, kamera yang sanggup mengajariku bermain-main dengan photography. Sayang kalau harus dibuang. Kamera kenangan soalnya. Padahal tu kamera sudah 4 tahun umurnya. Jadi wajarlah kalau rusak ya hehehe.

Jam 19h45, kita kembali ke Grenoble dari Chambery. Melewati terowongan yang panjang dan jalan yang bagus. Jalan tol yang bener-bener bebas hambatan. Sampai Grenoble sekitar jam 20h45. Lanjut ke residence dan kembali ke rutinitas harian. Thesis dan laboratorium. Mimpi sudah berakhir dan kita harus bangun dari mimpi untuk mengejar dan meraih impian kita.

Grenoble, 5 June 2011

Selamat hari Senin dan selamat beraktifitas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s