Tutur Kata VS Kualitas

Kalimat yang terdiri dari kumpulan kata-kata yang keluar dari sebuah tulisan ataupun perkataan seseorang ternyata memiliki arti yang sangat penting dari sebuah kualitas seseorang. Selama ini kualitas seseorang biasanya identik dengan pendidikan ataupun jabatan.

Semakin tinggi tingkat pendidikan yang didapat seseorang, banyak yang bilang akan menghasilkan kualitas seseorang yang lebih baik. Alasannya, orang yang mempunyai tingkat pendidikan yang tinggi akan sebanding dengan wawasan, cara pandang dan cara berfikir. Jadi kualitasnya akan lebih baik daripada seseorang yang tingkat pendidikannya setingkat SD atau SMP.

Selain itu, seseorang dengan jabatan yang tinggi pastinya mempunyai banyak pengalaman hidupnya. Sehingga kualitas orang tersebut pastinya akan lebih baik jika dibandingkan dengan orang yang tidak mempunyai jabatan penting.

Namun ternyata hipothesis tersebut tidak selamanya benar. Tidak selamanya orang yang mempunyai tingkat pendidikan tinggi dan jabatan yang bagus mempunyai kualitas pribadi yang lebih baik dibandingkan orang yang tingkat pendidikannya tidak tinggi-tinggi amat dan tidak mempunyai jabatan di tempat kerjanya.

Kualitas yang aku maksud disini adalah kualitas pribadi seseorang. Kualitas yang terukur dari sebuah nurani hati seseorang, rasa kepedulian terhadap sesama, ataupun kecerdasan dalam bersikap menilai sebuah masalah.

Contoh kasus, ada seseorang yang sedang kuliah di sebuah universitas di luar negeri dan juga mendapat beasiswa namun wawasan dan cara pandang beliau ini sangat-sangat jauh berbeda dengan orang yang pernah aku temui di Indonesia dulu yaitu seorang bapak tukang becak yang sudah tua renta yang aku temui di Jogja.

Bapak tukang becak ini mempunyai 3 anak. Beliau ini tahu tujuan hidupnya ke depan, tahu merencanakan masa depannya, mempunyai wawasan yang luas terbukti dari cerita-ceritanya yang menyentuh, penggunaan kata-kata yang teratur dan tertata untuk menghindari perilaku menyakiti hati orang lain, bertutur kata dengan baik walau dalam rangka becanda, menghormati orang lain meskipun orang tersebut lebih muda dari beliau.

Kemudian ada seseorang mahasiswa S2 yang sedang kuliah di luar negeri dan dipandang banyak orang sebagai seseorang yang pintar karena berhasil mendapatkan beasiswa dan dapat sekolah di luar negeri, ternyata memiliki wawasan serta cara berfikir yang sempit dan tutur katanya tidak terkontrol, tidak mengerti pemililihan kata-kata yang tepat untuk dipakai becanda dengan orang lain, mudah mengkritik orang lain namun tidak pernah mencoba instropeksi pada diri sendiri, menilai seseorang secara fisik dll.

Sejenak aku berfikir, kenapa hipothesis tentang kualitas orang dimasyarakat tersebut tidak benar. Apa yang salah ya? Tersadar aku akan sebuah kalimat yang aku temukan saat blogwalking tadi sore “Berteman dengan orang alim dan pintar akan memberi efek positif kepada kita, karena berteman dengan orang yang berilmu kita pun akan tertular ilmu dan kebaikannya”.

Dari situ aku mulai mengerti, kita ini adalah produk lingkungan. Dimana kita bergaul akan terpresentasikan dengan sikap kita. Tutur kata yang baik diperoleh dari pergaulan yang baik. Walaupun seseorang mempunyai tingkat pendidikan yang setingkat SD ataupun tidak lulus SD, namun jika dia berada di lingkungan yang baik pastinya kualitasnya tidak jauh berbeda dengan orang lulusan luar negeri. Begitu juga jika seseorang lulusan luar negeri jika berada di lingkungan yang tidak mempunyai simpati terhadap sesama akan mempunyai kualitas yang tidak jauh berbeda dengan seseorang yang tidak sekolah pun.

Tutur kata menunjukkan kualiatas seseorang itulah pelajaran yang aku dapatkan di weekend ini. Cara berfikir dan wawasan seseorang sangat terlihat saat dia berkata ataupun berpendapat ataupun menulis sesuatu yang bukan merupakan bidang keahliannya karena kalau itu bidang keahliannya pastinya dia mempunyai wawasan yang luas bukan?

Grenoble, 8 April 2011

*renungan hasil obrolan bersama sang suhu siang tadi, terimakasih suhu akan pelajarannya siang tadi.. semoga muridmu ini akan selalu istiqomah di jalan yang benar*

One thought on “Tutur Kata VS Kualitas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s