Kunjungan kerja oh kunjungan kerja

 Siang tadi sekitar jam 13h00 waktu Perancis, aku menyempatkan diri menyimak dan mendengarkan dialog antara PPI Australia dengan anggota DPR Komisi VIII.  Penasaran saja dengan acaranya dan ingin tahu juga tujuan anggota DPR tersebut melakukan kunjungan kerja ke Australia (katanya sih kunjungan kerja, tapi ga tahu juga maksudnya apa hehehe). 

Seperti yang telah kita ketahui , beberapa minggu yang lalu di tanah air kita dihebohkan atas sebuah surat terbuka dari PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) Australia yang menolak kunjungan kerja para anggota DPR yang terhormat.  Ya surat terbuka tersebut beredar di beberapa situs berita di Indonesia. Sebut saja di detik.com ; media Indonesia online ; kompas dan beberapa blogger juga menyebar luaskan surat terbuka tersebut. Aku perhatiin banyak sekali komentar yang mendukung surat terbuka tersebut.

 Namun sayangnya, surat terbuka tersebut tidak terlalu direspon dengan baik oleh anggota DPR yang terhormat. Terbukti kunjungan kerja tersebut tetap dilakukan. Dan kini mereka sudah berada di Australia. Mungkin memang sudah tidak bisa dicancel kali ya. Jadi akhirnya ya tetap jalan. Semoga saja memberikan manfaat yang baik buat masyarakat Indonesia nantinya.

 Acara bincang-bincang atau dialog antara masyarakat yang ada di Melbourne (dulu tempat salah satu sahabatku kuliah) dipandu oleh seorang DJ dari negara bagian Victoria dan disiarkan langsung di Radio PPI Dunia. Sehingga kami pelajar-pelajar Indonesia yang sedang menuntut ilmu di negara lain masih bisa mendengarkan acara tersebut dan berpartisipasi.  Namun sayang, pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan lewat YM tidak bisa semuanya dilontarkan kepada anggota dewan yang terhormat. Hanya 1 pertanyaan dari teman kami yang dari Taiwan yang diajukan. Alasannya si anggota DPR banyak acara, jadi ya tidak bisa semuanya dijawab.

Kecewakah aku akan acara tersebut? Jujur iya, setiap pertanyaan yang diajukan, tidak pernah mendapatkan jawabannya yang tepat sasaran alias masih mengambang dan tidak jelas. Sehingga sang DJ pun sampai berkata bahwa anggota DPR terkesan tidak siap dengan pertanyaan-pertanyaan dari pelajar-pelajar dan masyarakat Indonesia yang kritis. Padahal pertanyaan tersebut sudah berkali-kali ditanyakan.

 Salah satu yang menjadi pusat perhatianku adalah sebuah jawaban dari salah satu anggota DPR ketika ditanya mengenai emailnya. Tahukah kalian dia menjawab email pribadinya dengan jawaban apa? Sontak aku kaget saat mendengar mereka memberikan alamat emailnya berbasis email gratis alias memakai “yahoo.com”. Apakah tidak ada email resmi untuk seorang anggota DPR? Kan biasanya di lembaga pemerintahan pasti ada email resminya yang berbasis “go.id”. Seperti yang aku miliki saat ini. contoh saja, aku mempunyai email resmi triastuti@biomaterial.lipi.go.id atau triastuti@lipi.go.id dan beberapa email non resmi yang aku gunakan buat berkomunikasi dengan teman-temanku serta sebagai akun facebookku. Lucu juga sih, sebuah instansi sebesar DPR tidak mempunyai akun email resmi berbasis “go.id”. Padahal pastinya ada anggarannya bukan? Lalu pertanyaan selanjutnya, anggarannya kemana ya hehehe.. Atau jangan-jangan mereka tidak mengerti pentingnya email berbasis “go.id”.

Ditambah lagi nih, saat ada saran dari teman-teman kami untuk menghemat dana kunjungan kerja ke luar negeri dengan mengundang para ahli untuk datang  ke Indonesia atau melakukan teleconference, lha ko bapak-bapak yang terhormat tersebut mengatakan susah sekali melaksanakan hal tersebut. Katanya nih tidak ada dana untuk mengundang para ahli tersebut dan sangat susah sekali melakukan teleconference.

Aku tertarik untuk membahas hal tersebut jadinya. Susah bagaimana ya, teknologi toh udah canggih saat ini. Internet juga sudah sangat bagus jaringannya di Indonesia, walau tidak sekencang di Perancis tapi InsyaAllah bisa lah. Terbukti kan beberapa kali SBY melakukan teleconference, toh tidak ada masalah kan. Jawaban yang sangat aneh menurutku. Kalaupun bapak-bapak tsb gaptek dengan teknologi, ya minta saja staff ahlinya yang mengurusinya kemudian tinggal beliau diskusi saja.

Simple saja sih, daripada tablet ataupun laptop yang sangat canggih yang bapak-bapak terhormat tsb miliki dan hanya digunakan untuk membuka email atau situs-situs tidak jelas. Akan lebih baik jika bapak memakai fasilitas internet tersebut buat teleconference dan membuat akun seperti Skype sehingga bapak bisa melakukan teleconference. Jangan-jangan Skype juga ga tahu ya bapak-bapak terhormat tsb. Yasudah lah itu menjadi tugasnya staff ahli mereka saja untuk mengajarinya.

Atau kalaupun benar-benar harus melakukan kunjungan kerja, bisa ditekan dananya dengan meminta bantuan teman-teman PPI di seluruh dunia untuk mencari informasi yang dibutuhkan. Teman-teman PPI ini ada yang dosen, peneliti ataupun yang masih mahasiswa, yang pastinya lebih mengerti medan dan objek data yang dibutuhkan oleh anggota DPR di negara tempat mereka tinggal.

Permasalahan mendasar adalah anggota DPR RI belum mengoptimalkan secara maksimal peran Aliansi Perhimpunan Pelajar Indonesia International / OISAA yang beranggotakan 45 negara. Sehingga menurut mereka kunjungan kerja adalah hal yang wajib dan dapat dibenarkan.  Ehm jangan-jangan anggota DPR juga tidak tahu kalau ada Aliansi Perhimpunan Pelajar Indonesia International ya?

Namun aku menghargai bapak-bapak tersebut mau berdialog dengan kami masyarakat Indonesia  dan pelajar Indonesia yang berada di Australia dan bersedia dialog tersebut disiarkan di radio PPI Dunia yang didengar oleh masyarakat Indonesia dan para pelajar Indonesia di belahan dunia lainnya.

Sebagai anggota masyarakat aku hanya bisa menunggu hasil dari kunjungan kerja mereka saja. Semoga saja ada hasilnya yang nyata buat masyarakat Indonesia tidak hanya sekedar jalan-jalan saja.

Grenoble, 30 April 2011

*salah satu bentuk nasionalisme kami para pelajar Indonesia untuk sebuah negeri bernama Indonesia. Tidak hanya mengkritik dan mengeluh namun juga memberikan solusi buat permasalahan negeri kami*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s