Apakah Nasionalisme sama dengan bullshit alias omong kosong?

Seorang teman menyapaku di skype tadi pagi dan bertanya padaku apakah aku akan balik ke Indonesia nanti dan masihkah garuda ada di dadaku saat ini. Kaget dan heran dengan pernyataan tersebut. Ada apa nih. Tidak biasanya temanku menanyakan hal tersebut. Iseng aku tanya balik ke dia, apa maksud dari pertanyaan tersebut.

Sebuah ungkapan yang membuatku tersentak saat membaca jawabannya. Temanku itu menulis,” I don’t believe that you have “nasionalisme”. I think you won’t return to our country. Nasionalisme is bullshit hehe. “

Sejenak aku mulai berfikir apa itu nasionalisme. Akhirnya aku menemukan maksud nasionalisme tersebut.  Nasionalisme menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri; kesadaran keanggotaan suatu bangsa yg secara potensial atau aktual bersama-sama mencapai, mempertahankan, dan mengabadikan identitas, integritas, kemakmuran, dan kekuatan bangsa itu; semangat kebangsaan.

Jika penjabaran nasionalisme itu seperti yang dimaksud oleh KBBI, maka aku masih mempunyai rasa nasionalisme di diriku. Aku masih mencintai negeri bernama Indonesia dengan apapun yang ada di dalamnya, baik dan buruknya negeri itu.  Aku masih menjawab “ I am from Indonesia” saat ditanya orang dari mana asalku. Aku masih memakai passport biru bergambar Garuda sebagai kartu Identitasku di sini. Masihkah diragukan rasa nasionalismeku itu?

Nasionalisme bukan sebuah omong kosong. Rasa itu akan selalu hadir dalam diri anak bangsa Indonesia, dimanapun mereka berada. Walau tinggal sangat-sangat jauh dari negeri tempat kami lahir, namun rasa mencintai bangsa dan negara tempat kami lahir akan selalu hadir dalam hati kami.

Meskipun kami bekerja, kuliah ataupun tinggal di negeri orang, Indonesia akan selalu ada dalam hati kami. Sebagai contoh, banyak ilmuwan Indonesia yang bekerja di luar negeri. Itu bukan berarti rasa nasionalisme mereka tidak ada. Mereka mengaplikasikan rasa nasionalisme itu dengan cara mengibarkan nama Indonesia di luar negeri. Bekerja keras untuk mengharumkan bangsa Indonesia dengan cara mereka. Toh buktinya mereka masih menggunakan passport bergambar Garuda dan belum berniat pindah warga negara.

Contoh lain, sekumpulan orang-orang Indonesia yang tinggal di sebuah kota di Perancis Selatan melalui PPI di kota tersebut, menawarkan bantuan buat adik-adik kita yang berprestasi dengan memberikan beasiswa kepada mereka yang berprestasi.

Selain itu sebuah event yang digagas oleh PPI Perancis bernama OKTI 2011, yang berniat mengumpulkan ide-ide dari anak-anak bangsa Indonesia yang sedang belajar di seluruh dunia untuk berkontribusi mengatasi masalah-masalah yang ada di Indonesia, merupakan salah satu bentuk nasionalisme bukan?

Note ini tidak akan cukup menceritakan dan mengungkapkan rasa nasionalisme anak bangsa. Karena begitu banyak tindakan dan langkah nyata kami buat negeri Indonesia. Kami tidak ingin terkenal, kami hanya ingin melakukan tindakan nyata bukan hanya mengkritik tanpa memberikan solusi. Buat kami sekecil apapun tindakan yang bisa kami lakukan buat kemakmuran dan kemajuan sebuah negeri bernama Indonesia, pastilah kami lakukan.

Lalu kenapa nasionalisme mesti dipertanyakan? Nasionalisme kami, anak-anak bangsa yang sedang menimba ilmu di negeri orang tidak akan pernah luntur. Karena di sanalah  orang-orang yang kami sayangi tinggal. Kami tidak tahu masa depan kami nanti bagaimana, jika kelak kami harus tinggal jauh dari Indonesia dan berkarya di negeri orang, bukan berarti nasionalisme kami luntur. Kami hanya ingin berguna buat negeri Indonesia dengan cara kami tanpa harus merugikan orang lain. Kami percaya, nasionalisme bukanlah sebuah omong kosong. Namun sebuah rasa yang akan selalu ada dalam diri anak bangsa Indonesia, yang menghendaki adanya kemajuan buat bangsa Indonesia

Grenoble, 25 April 2011

*tentu saja, aku akan balik ke Indonesia suatu hari nanti. So don’t worry, We will meet in Indonesia my friends*

2 thoughts on “Apakah Nasionalisme sama dengan bullshit alias omong kosong?

  1. Adik, who did ask you about nasionalisme? Bukankah hal ini karena adik baca status orang🙂 Yang penting, adik lakukan yang terbaik buat nusa, bangsa, agama dan orang tua. Jangan biarkan mereka kecewa. Do the best my sister.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s