Teruntuk Sahabat-Sahabatku

Malam ini seorang sahabatku mengirimkan sebuah note yang sangat berkesan buatnya. Sebuah catatan kecil yang ditulis salah satu sahabatnya itu telah membuatnya merinding, bagaimana tidak sahabatku tersebut mengenal dekat penulis note tsb. Namun sahabatku tidak mengetahui bahwa setahun yang lalu penulis note itu sedang mengalami cobaan dari Allah. Menurut pengakuan sahabatku, dia sangat menyesal dan sedih, kenapa dia tidak tahu kondisi penulis note tersebut, padahal dia ingin sekali memberikan support kepada penulis note tsb.

Setelah membaca note tersebut dan mendengar cerita sahabatku, pikiranku mulai melayang-layang ke sahabat-sahabatku yang jauh di sana. Tak terasa air mata ini menetes, saat mengingat mereka semua. Rasa kangen pengen dengar suara mereka, kabar mereka dan kisah mereka disana menyusup dalam relung hatiku.

Betapa tidak, sudah lama aku tidak mengobrol dengan mereka. Sudah lama aku tidak bersapa di YM, email ataupun SMS hanya untuk sekedar menanyakan kabar mereka. Jauhnya jarak yang terbentang anatara Perancis-German, Perancis-Indonesia, Perancis-Jepang, Perancis-Australia telah mampu membuat jarak ini semakin jauh.

Padahal karena merekalah aku bisa disini dan meraih mimpiku. Bukan sebuah alasan hanya karena beda waktu yang membuatku tidak bisa menanyakan kabar mereka. Maafkan aku teman, kalau selama ini tidak pernah menanyakan kabar kalian. Aku tidak mau kejadian yang menimpa sahabatku itu terjadi padaku juga. Aku tidak ingin suatu hari nanti menyesal tidak mengetahui kondisi kalian, dimana kalian membutuhkan support dari sahabat kalian ini.

Aku pernah berjanji pada diriku, untuk selalu mengirimkan kalian sebuah postcard kemanapun aku pergi. Seminggu yang lalu aku penuhi janji itu, mengirimkan postcard dari Beaune, Borgougne buat kalian semua. Kemanapun aku melangkah, aku akan selalu mengingat kalian. Aku akan menjadi mata buat kalian, agar bisa melihat apa yang aku lihat di Eropa.

Terimakasih teman atas persahabatan ini. Terimakasih sudah mendukungku dan membantuku. Terimakasi om Riza, atas pelajarannya malam ini. Terimakasih teteh Dini atas kebaikan teteh selama ini buatku. Terimakasih mbak Fitri atas diskusi dan kesediaannya mendengarkan keluh-kesahku. Terimakasih Uni Titik atas semua obrolan kita dulu. Terimakasih mas Adrian atas kebaikan dan dukungannya. Terimakasi Dina atas bantuannya dulu.

 

Grenoble, 29 March 2011

 

4 thoughts on “Teruntuk Sahabat-Sahabatku

  1. Thanks for your postcard🙂 Dik, gw baca status YM lu pagi ini. Alhamdulilah kabar gw baik, kangen adik juga🙂 Terus bersemangat ya dik, jangan pernah menyerah. Sekarang sudah pagi, adik segera tidur ya. Besuk harus ngelab pagi-pagi bukan?

    1. @ mas Adrian..

      Kangen, kangen, kangen… weekend ini skypean yuk.. Jum’at malam jam 22h00, bisa kah?? Iya, ni udah mau tidur mas.. I knew your “gosip”, jadinya sama si itu ya hehehe.. *gosip mode on*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s