Selamat Datang Musim Semi

Hari ini adalah hari pertama dimulainya waktu musim panas. Masih ingat kan tulisanku dulu tentang Daylight Saving Time (DST) atau Summer Time yang aku tulis di bulan Oktober. Nah sekarang aku merasakan lagi DST. Bedanya kali ini aku harus memajukan waktu 1 jam dari waktu yang ada. Tepat 1 detik setelah jam menunjukkan 01:59 tadi pagi, jam di laptop dan di IPodku langsung berubah menjadi pukul 03:00, sedangkan jam di HP dan jam dinding harus aku ubah secara manual. Untung tadi pagi seorang teman mengingatkanku akan hal tersebut, padahal aku sudah lupa kalau akhir bulan ini akan ada DST lagi.

Kalau tahun lalu aku merasakan waktu yang terasa lama banget gara-gara aku harus memundurkan waktu 1 jam lebih lambat, kali ini hal yang sama terjadi juga padaku. Bagaimana tidak, di musim semi ini siangnya lebih lama daripada malamnya. Jam 19h00 saja masih terang benderang coba. Gimana musim panas ya? Pasti lebih lama lagi.

Dengan adanya DST ini, beda waktu antara Perancis-Indonesia menjadi 5 jam. Perbedaan inilah yang membuat orangtuaku binggung. Kenapa bisa dalam dua kali setahun, ada waktu di majuin dan dimundurin. Setelah dijelasin, barulah mereka menyadari. Hingga tercetus sebuah pernyataan “Jadi hari ini kamu hanya mengalami 23 jam ya”. Iya ya, dipikir-pikir hari ini aku hanya mengalami 23 jam, tapi kan nanti di bulan Oktober waktunya dimundurin 1 jam ya. Jadi itu artinya bakalan ngalamin 25 jam dong. Ehm dipikir-pikir sama saja lah.

Selain adanya DST, ada yang lain di musim semi ini. Dengan udara yang hangat dan sinar matahari yang akan selalu hadir, membuat semua orang di Grenoble keluar dengan busana yang agak sedikit terbuka. Sebuah kebiasaan di saat matahari bersinar adalah berjemur diatas rumput yang ada bunga-bunganya. Berbincang-bincang, diskusi ataupun makan siang bersama.

Musim semi identik dengan bunga-bunga yang bermekaran dimana-mana. Sedikit heran, setelah musim dingin berlalu, tiba-tiba bunga ada dimana-mana. Indah, beraneka warna bunga ada dimana-mana. Hal ini yang membuatku tertarik memainkan kameraku untuk membidik bunga-bunga disekelilingku. Namun baru sedikit objek bunga-bunga yang berhasil aku dapatkan.

Inilah musim ketiga yang aku alami di Eropa. Musim yang berbeda dengan musim yang ada di Indonesia. Musim yang akan punya kenangan dan cerita tersendiri buatku.

 

Grenoble, 28 March 27, 2011

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s