Awal Perjalanan Terberat

Tak terasa hampir dua minggu aku menapaki semester dua ini, semester yang akan penuh dengan hari-hari bersama om CAST3M, lab 3S-R, paper, persamaan matematika, kode-kode, simbol-simbol, diskusi, report dan mungkin saja emosi yang bergejolak alias stress hehehe.

Senin, 7 February 2011, adalah hari pertamaku melakukan riset di sebuah laboratorium di Grenoble, France. Hari pertama yang diisi dengan 3 jam tutorial mengenai om CAST3M. Dua jam pertama aku bisa focus dan mengikuti dengan baik setiap langkah-langkahnya, namun satu jam kemudian yang ada kepalaku pusing bin ga ngerti apa yang dijelaskan sama mahasiswa S3 tersebut. Rasanya semuanya mengambang di kepalaku tanpa bisa aku cerna. Ya seperti masuk telinga kanan keluar telinga kiri alias hanya numpang lewat saja.

Dan pada hari itu juga, professorku mengirimkan 1 buah paper dan 6 file om crimson ke emailku untuk aku pelajari. Oh iya, disini aku disediakan 1 buah computer flat berbasis windows, akses jurnal dan buku tanpa batas, akses internet yang sangat cepat (saking cepatnya sering aku buat download film hehehe), ngeprint tiada batas dan bebas menentukan jam kerjaku hehe. Asyik bukan. Namun ada yang beda disini. Hampir semua orang yang bekerja di lab ini selalu memakai sepatu, beda sekali dengan yang aku temukan di kantor kecilku di Indonesia. Dimana kita masih bisa memakai sandal selama di kantor. Masih bisa makan siang bareng, bercengkeraman bersama-sama, sholat berjamaah, suara azan zuhur dan ashar yang selalu berkumandang tiap harinya bahkan terkadang balik bareng-bareng. Sungguh di awal aku memasuki lab ini, aku sangat merindukan kantor kecilku di Biomat.

Merindukan teman-teman yang riuh, ramai, dengan canda tawanya. Apalagi jika diburu dengan deadline buat seminar, proposal, ataupun laporan akhir tahun. Suasana yang hampir dua tahun tidak bisa aku rasakan lagi. Suasana yang sangat berbeda dengan yang aku alami saat ini. Walaupun demikian aroma penelitian yang begitu kental mulai aku hirup di awal bulan ini. Aroma yang aku rindukan setiap saat, aroma penelitian di eropa yang sangat aku impikan.

Selama ini jam kerjaku tidak tentu, terkadang aku masuk jam 9 pagi dan pulang saat malam menjelang. Jam 12 siang aku balik ke residenceku hanya untuk makan siang dan menunaikan kewajiban sholat zuhur dan ashar. Kalau dihitung-hitung ada 2 kali aku harus bolak-balik dari residenceku ke lab dengan jalan kaki, yang membutuhkan waktu sekitar 15 menitan. Ya seperti berjalan dari depan Bakos sampai Biomat deh. Namun entah kenapa aku nikmati setiap detik perjalanan ini, tanpa sedikitpun ingin mengeluh. Karena mengeluh tidak akan menyelesaikan masalahku.

Saat ini aku mengambil penelitian dengan topic  “Numerical modelling of the coupling between damage and transfer properties for concrete”, topic yang sangat berbeda dengan research project yang aku buat saat apply BGF dua tahun yang lalu. Namun garis besarnya masih sama yaitu masih seputaran “damage mechanic in concrete structure”. Nah gara-gara inilah, aku harus berteman baik dengan om CRIMSON, om paraview dan tentu saja om CAST3M. Berusaha berbaik-baik hati dengan mereka, karena hanya dengan cara itu thesisku bisa lancar.

Topik yang berat buatku, karena aku harus bisa memahami semua kode-kode bin simbol-simbol untuk mengevaluasi kerusakan alias damage mechanic pada Brazilian test. Mempelajari Finite Element Method, mesh, damage, permeability, dsb kemudian menuliskan persamaan-persamaan tersebut ke dalam om CRIMSON dan lanjut dianalisa dengan om CAST3M kemudian bikin deh laporannya.

Yang agak sulit buatku adalah memahami perintah-perintah om CAST3M yang menggunakan bahasa Perancis teknik. Hal inilah yang membuatku agak tersendat-sendat berdekatan dengan om CAST3M. Kadang yang diminta om CAST3M apa, yang aku tangkap lain. Jadinya ya ga nyambung bin jadi error deh. Hari ini om CAST3M bisa baik sekali sehingga programku dapat berjalan dengan baik, namun di lain hari om CAST3M bisa ngambek dan membuatku puyeng tiada kepalang untuk membujuknya agar bisa berjalan normal.

Dua minggu sudah berjalan, dan tiada perkembangan yang berarti buatku. Berpuluh-puluh paper, manual om CAST3M sudah aku baca dan juga aku telah mencobanya di depan komputerku, ternyata tiada satupun yang berarti buat kemajuan risetku. Terkadang lelah ini menghinggapi diriku, ingin berlari dan menyerah saja. Namun selalu dan selalu dicegah oleh orang-orang terdekatku.

Hingga suatu hari seorang teman mengingatkanku untuk bermimpi lagi, mimpi yang akan membuatku bersemangat menyelesaikan semester ini. Tiba-tiba tanganku digerakkan untuk membuka sebuah email dari seseorang di seberang sana. Seseorang yang menjadi targetku nanti setelah melewati master di Perancis ini. Seseorang yang akhirnya membuatku bisa kembali lagi bersemangat untuk bisa menaklukkan om CAST3M ini. Kalau nanti akhirnya aku bisa ke sana, itu artinya aku akan meninggalkan om ku disini. Namun percayalah, ponakan ini tidak akan pernah meninggalkan omnya sendirian, ponakan hanya akan pindah tempat saja. InsyaAllah masih bisa FB-an, Chatting dan email.

Satu harapanku diakhir minggu ini, aku hanya ingin sebuah progress yang bagus dan indah untuk risetku. Satu langkah yang bisa membawaku ke langkah-langkah berikutnya. Masih ada 3 langkah di depanku yang harus aku lakukan selama 4 bulan ini, dan semuanya harus berhasil agar aku bisa segera pulang bertemu keluargaku di Indonesia.

Grenoble, 17 February 2011

 

2 thoughts on “Awal Perjalanan Terberat

  1. I belive you can do it my sister. insyaAllah hadiahnya scotlish dik, ingat ini latihan buat ke sana. Tetap semangat ya dik. Call me if you need something.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s