Siapkah Anda Menjadi Peneliti?

Sore tadi aku dikejutkan oleh sebuah telepon dari seorang sahabat di seberang negara. Seseorang yang menyuruhku melihat acara “Kick Andy” edisi minggu ini. Ehm padahal lagi enak-enaknya tidur setelah siangnya aku mengerjakan ujian pertamaku di semester ini. Hanya sebuah jawaban, “Ok, I will watch it. But  later after I slept. I want sleep now, mas.” Jawabku sambil tertawa. Ya, aku butuh istirahat barang sebentar setelah berhari-hari jadwal tidurku berantakan gara-gara ujian.

Aku heran saja, kenapa sahabatku itu sampai menyuruhku nonton acara tersebut ya. Apa istimewanya acara tersebut? Memang sih aku suka nonton rekamannya, maklum lah aku tidak bisa menonton secara langsung. Perbedaan waktu lah yang membuatku tidak bisa menyaksikan salah satu acara kesayanganku itu. Terkadang, acara itu tayang di saat aku sedang kuliah. Jadi begitulah alasannya kenapa aku tidak bisa menonton langsung. Intinya si bukan karena bisa nonton langsung atau tidak, namun isi acara tersebut sedikit mengugah api semangatku yang hampir saja padam.

Di acara tersebut, diceritakan beberapa orang peneliti Indonesia yang berhasil berjaya di negeri orang. Mulai dari Dr. Johny Setiawan, peneliti astrofisika di German, Juliana Sutanto (salah satu professor di Swiss), Dr Merlyn Lim (peneliti di Amerika Serikat), Dr Khoirul Anwar (peneliti di Jepang), dan Dr Mulyoto (peneliti di Australia). Ternyata peneliti-peneliti dari Indonesia tidak kalah ya dengan peneliti-peneliti dari negara lain. Sungguh profesi yang sangat keren di mataku hehe.

Sebuah pertanyaan dari Bang Andy yang dilontarkan di akhir acara tersebut membuatku tersenyum kecil. Sebuah pertanyaan yang akan selalu di tanyakan pada mereka-mereka yang sudah berhasil di negeri orang. Pertanyaan tersebut adalah “Mengapa Anda tidak mengabdikan ilmu Anda di negeri Anda sendiri, Indonesia?” Pertanyaan yang tidak mampu dijawab oleh salah satu narasumber tersebut, hingga beliau terdiam lama dan sampai akhir acara tersebutpun tidak ada jawaban yang jelas dari beliau. Ya aku menyadari dan mengetahui alasannya ko. Bisa dimaklumin, karena aku juga seorang peneliti di Indonesia. Jadi sedikit tahulah kehidupan peneliti di Indonesia itu seperti apa hehehe.

Setelah melihat tayangan tersebut, aku bener-bener baru sadar kenapa temanku rela menelephonku sore itu hanya untuk memintaku melihat tayangan tersebut. Malamnya disaat kami ngobrol, dan saat aku mengungkapkan pendapatku tentang tayangan tersebut, terlontarlah sebuah harapan kecil dari seorang sahabat terbaikku. Harapan ingin melihatku menjadi peneliti seperti orang-orang tersebut. Peneliti yang tidak hanya sekedar peneliti KUM namun seorang peneliti yang mampu memberikan kontribusinya pada ilmu pengetahuan dan kalau bisa menjadi bagian yang bisa dibanggakan oleh negeri yang sudah carut marut dengan kondisi yang tidak menentu. Jika mereka bisa, maka aku pun bisa. Walau garis kehidupanku nanti aku tidak tahu akan bakalan menjadi apa.

Yup, walau jalan ke arah sana akan terjal dan sangat panjang. Namun aku ingin melewatinya. Diberi kesempatan untuk sekolah di salah satu universitas di Perancis yang terkenal dengan ilmu sciencenya. Bahkan nama universitasnya merupakan salah satu nama bapak matematika (hayo ada yang ingat dengan deret fourier ga hehehe), merupakan sebuah kesempatan yang bagus dan langka untuk bisa mendapatkan ilmu-ilmu dari professor-profesor yang tergila-gila dengan matematika. Dan diberi kesempatan stage di sebuah laboratorium yang sangat aktif mengerjakan penelitian, terbukti dengan banyak sekali peneliti-peneliti yang sudah menuliskan hasil penelitiannya di jurnal international. Sebuah kesempatan yang tidak boleh dilewatkan begitu saja.

Yup, jika kelak aku ditanya lagi kerja dimana. Akan aku jawab kerja di  LIPI. Dan jika ditanya di bagian apa, tentu saja dengan bangganya aku jawab sebagai Peneliti. Walau masih banyak orang yang tidak mengenal LIPI dan peneliti di Indonesia. Hanya segelintir orang saja yang mengerti LIPI dan peneliti itu. Tapi tidak mengapa lah, mungkin tugas kita sebagai peneliti LIPI yang harus memasyarakatkan nama LIPI itu. LIPI adalah lembaga penelitian milik pemerintah dibawah kementerian riset dan teknologi, bukan sebuah pabrik panci di Cibinong hehehe.. Ya maklumlah, di Cibinong kan banyak pabrik. Jadi ya terkadang LIPI dikaitkan dengan nama sebuah pabrik di Cibinong.

Marilah kita memajukan penelitian di Indonesia ini dengan sebaik-baiknya. Dengan keterbatasan yang ada, janganlah itu dijadikan sebagai penghalang buat kita melakukan penelitian. Lakukanlah itu demi sebuah ilmu pengetahuan dan negara kita.

 

Grenoble, France, 14 January 2011

4 thoughts on “Siapkah Anda Menjadi Peneliti?

  1. welcomeback to blog my sister🙂 sudah lama gw ga baca tulisan lo. Sorry, if i disturbed you yesterday. Nice to hear that you have watched it. Jadilah peneliti yang baik dan gunakan kesempatan menimba ilmu di Perancis buat masa depan lo. Tetap semangat dan jaga api semangat itu untuk selalu ada di hati lo. Ingatlah tulisan ini dan acara kick Andy, jika semangat lo turun lagi. Temukan lentera hati lo dik. Good luck for your exam

    1. iyah mas… makasi banyak udah kasih tahu acara ini. InsyaAllah akan tetap berusaha menjadi peneliti yang baik. Doakan adikmu ini tetap istiqomah di jalan ini ya *lebay mode on hehehe*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s