Sebuah Email “Merah Jambu”

Sebuah email tadi sore, sontak membuatku kaget dan gembira. Bagaimana tidak, jika aku menerima sebuah email dari seorang blogger yang selama ini menjadi panutan buatku menulis. Bener-bener tidak menyangka bahwa beliau masih mengingatku di negara mana aku kuliah. Sepertinya sudah lama aku tidak berhubungan dengan beliau lewat email. Hanya dengan membaca tulisan di blognya lah aku berkomunikasi dengan beliau. Walau terkadang aku tidak meninggalkan komenku di tulisan beliau. Namun ternyata, beliau masih mengingatku.

Sikap beliau yang masih mengingat di negara mana aku kuliah, membuatku terkesima. Walau aku belum pernah bertemu beliau secara langsung namun aku banyak mendengar cerita tentang beliau dari seorang sahabat dekatku yang dulunya pernah satu kamar dengan beliau saat lomba OKTI di Paris.

Dua kali aku menerima email dari beliau ini, pertama bulan September, waktu itu aku baca tulisan beliau yang kisahnya mirip dengan apa pernah dialami kakakku. Jadi bisa mengerti bagaimana perasaan orang terdekat kita saat melihat kita gagal meraih mimpi kita. Padahal teman-temannya yang pernah dibantu bisa mendapatkan mimpi mereka, namun pada saat orang yang disayangi kita bantu dengan sekuat tenaga, yang terjadi malah kebalikannya.

Komentar beliau yang mengatakan bahwa beliau menyukai tulisanku yang terkesan sederhana dan jujur, membuatku sedikit GR. Selain itu beliau juga memberikan sebuah doa agar perjalananku kali ini mencapai keberhasilan. Serta memberiku nasehat bahwa tidak mudah berjuang di negeri orang sendirian, namun yakinlah bahwa semua ada rencananya dan pastinya semua ada akhirnya yang [semoga] indah.

Email kedua, yang tadi sore aku terima, berisi mengenai keberadaan beliau beberapa hari yang lalu yang sempat datang ke Paris dan sekarang sedang di Belgia. Dimana beliau juga bertemu dengan beberapa teman-teman PPI Paris. Namun beliau tidak bisa bertemu dengan semua teman yang beliau kenal di Paris dan tentu saja tidak bisa bertemu denganku juga. Aku bisa menerima alasan beliau yang memang tidak mengabariku dan alasan kunjungan mendadak beliau di Paris. Seandainya saja beliau memberitahukan kedatangannya di Paris, pasti aku akan ke Paris dengan cara apapun. Karena memang aku ingin bisa bertemu dengan beliau. Namun memang belum saatnya aku bisa bertemu beliau, berharap suatu hari nanti aku bisa bertemu beliau di tanah air.

Siapakah beliau ini?? Yup dialah penulias buku “Cincin Merah di Barat Sonne” . silakan search sendiri nama beliau ya hehe..

Aku mengenalnya lewat blog, saat itu aku lagi mempersiapkan diri buat apply beasiswa ADS 2008. Dari blog beliaulah aku mendapat formulir yang sudah beliau ubah ke word yang memudahkanku untuk mengisinya. Saat menemukan blog beliau, rasanya aku tidak ingin melewatkan semua tulisannya. Tulisan yang tersusun rapi, terstruktur dan alurnya sangat enak untuk diikuti. Selain itu, tulisan beliau sangat berguna buatku yang saat itu sedang giat-giatnya mencari beasiswa.

Dari blog beliau pula aku banyak belajar tentang menulis dan merangkai kata-kata dalam sebuah tulisan. Sejak menemukan blog beliau, aku tidak pernah absen membaca tulisan beliau. Sampai saat ini pun masih sering aku kunjungi saat beliau publish tulisannya. Terbesit sebuah mimpi, untuk bisa menjadikan blogku seperti blog beliau. Blog yang berisi semua pengalaman beliau dan pengetahuan beliau sehingga banyak orang yang bisa terbantu mimpinya. Jika saja blog beliau dijadikan tempat singgah teman-teman yang ingin apply beasiswa ADS. Maka aku ingin blogku menjadi salah satu pengisi informasi tentang Perancis terutama Grenoble, kota tempat aku tinggal saat ini.

Itulah kenapa tulisan ini berjudul email “merah jambu”. Email yang aku maksud adalah email dari salah satu blogger yang aku kagumi tulisannya. Sebuah rasa yang ada seperti sebuah perasaan yang dirasakan oleh  seorang fans yang mendapatkan balasan surat dari bintang film kesayangannya. Itulah yang aku rasakan tiap kali mendapat email dari beliau. Walaupun baru dua kali, dan sempat membuat salah satu sahabat terdekatku iri. Habisnya dia yang sudah kenal dan bertemu dengan beliau tidak pernah disamperin ataupun dinasehatin beliau sih hehehe.

Baru sadar juga tadi, bahwa beliau sudah menerbitkan sebuah buku. Entah kemana saja aku kemarin-kemarin pas masih di Indonesia, sampai tidak melihat buku beliau. Sebuah penyesalan yang aku rasakan saat ini. Pengen baca buku beliau saat ini. Adakah teman-teman di Indonesia yang bersedia membelikan buku tersebut dan mengirimkannya ke Grenoble Perancis?? Semua biaya pengiriman dan pembelian buku tersebut akan aku ganti ko. Bener-bener pengen baca buku beliau saat ini.

 

Grenoble, 3 November 2010, 00H30

2 thoughts on “Sebuah Email “Merah Jambu”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s