Musim Gugur Telah Tiba

Musim gugur sudah menyapaku di Grenoble, musim yang tidak pernah aku temui di Indonesia. Musim yang dulunya sering aku lihat di film-film dan di majalah. Pengalaman pertama buatku bisa merasakan musim yang tidak ada di Indonesia.

Di musim ini, daun-daun berubah warna dan kemudian menggugurkan daunnya. Indah rasanya bisa melihat perubahan warna dari daun-daun itu. Masih saja ku ingat pelajaran bahasa Perancis yang diajarkan Mlle Sufni dulu. Beliau pernah bilang di kelas, kalau musim gugur itu romantic. Daun-daun berubah warna dari hijau kemudian menjadi kuning dan coklat serta yang terakhir menggugurkan daunnya. Saat itu aku ga bisa membayangkan dan tidak bisa berimajinasi yang tinggi. Maklumlah aku belum pernah melihat dan merasakan musim itu.

 

Namun kini aku bisa merasakan pergantian musim, dari musim panas ke musim gugur. Melihat daun-daun yang berubah warna sampai perubahan suhu yang dratis sekali dalam sehari.

Musim yang baru ini telah membuat kebiasaanku berubah. Yang dulunya ga suka kopi menjadi penyuka kopi saat ini. Dari yang dulunya sering membawa air putih dingin kemana-mana, sekarang berganti dengan setermos teh hangat yang selalu ada di tasku. Dari yang dulunya pergi tidak pernah memakai jaket, kini memaksaku memakai berlapis-lapis baju setiap pergi ke luar. Dari yang dulunya tidak pernah membawa kamera, sekarang jadi keranjingan memoto semua hal yang terlihat di jalan. Dari yang dulunya tidak suka melihat perkiraan cuaca, sekarang menjadi hal yang wajib untuk melihat perkiraan cuaca diwebsite sebelum pergi keluar.

Hampir dua bulan berada di Grenoble, di sebuah kota kecil yang berada di lembah pegunungan, dan dikelilingi banyak sekali pegunungan, membuatku merasa bahwa ini seperti kota ketigaku setelah Jogja dan Bogor. Kota yang sepi, nyaman, dan bersih. Sebuah kota yang setiap mata memandang hanya terlihat gunung dan gunung.

Disinilah, pertama kalinya aku merasakan dinginnya cuaca di suhu 1 derajat. Suhu terdingin yang pernah aku rasakan. Ini belum seberapa jika dibandingkan dengan suhu di musim dingin nanti yang bisa mencapai minus 10 derajat. Suhu yang mampu membuat salju turun di kota ini. Mungkin dalam 2 bulan ke depan salju akan turun di kota ini. Sekarang saja, di puncak gunung sudah terlihat salju. Bahkan di Alpen, salju sudah menebal di puncak.

Salah satu yang aku sukai dari kota ini adalah bisa melihat pegunungan Alpen yang mulai tertutupi oleh salju. Indah sekali melihat Alpen yang memutih dari kampusku. Itulah pemandangan yang selalu aku lihat saat berangkat ataupun pulang kuliah, jika cuaca di hari itu cerah. Melihat betapa indahnya Alpen dan melihat salju yang menutupinya. Aku tidak bisa menggambarkan keindahan Alpen dengan kata-kata, hanya lewat foto-foto sajalah aku bisa memperlihatkan keindahan Alpen yang selalu aku lihat itu.

 

 

Setiap pergi ke luar entah itu buat kuliah, ketemu ma dosen pembimbing di lab atau sekedar jalan-jalan, di tas tidak pernah lepas dari sebuah termos berisi teh hangat, kupluk, syal dan sarung tangan. Barang-barang inilah yang tidak pernah lepas dari tasku. Ketinggalan salah satu, akan menyiksaku di jalan.

Awalnya aku tidak pernah membawa termos teh kemana-mana, namun seorang teman telah menyaranku untuk membeli termos kecil yang kemudian di isi dengan teh hangat untuk dibawa setiap aku pergi. Menurutnya itu bisa menghangatkan badanku yang kedinginan selama di luar. Bisa di minum di halte bis atau tram saat menunggu tram atau bis datang atau disaat aku kedinginan di luar. Setelah aku coba seminggu ini, ternyata ngaruh banget. Saat kuliah dan pas break, teman-temanku pada membeli kopi di café kampus terus dibawa ke kelas. Sedangkan aku tinggal membuka termos yang aku bawa dan meminumnya. Sangat menguntungkan, aku tidak perlu keluar uang dan jalan untuk menghangatkan badan ini.  Lain lagi dengan nasehat dari tetehku, teteh nyaranin untuk mengganti teh hangat itu dengan susu hangat supaya aku ada tenaga. Ehm sangat menarik juga dan pastinya akan sangat berguna saat nanti mulai ngelab, karena untuk menuju lab 3SR aku harus jalan 15 menitan dan dalam kondisi lagi winter. So aku pastinya sangat membutuhkan tenaga untuk bekerja di lab.

Bersyukur aku mempunyai kakak, sahabat dan teman-teman yang selalu menasehatiku untuk mempersiapkan 4 musim yang akan aku lalui selama setahun ini. Terimakasih atas semua nasehat dan sarannya. Semoga bisa melalui musim-musim ini dengan baik dan tidak sakit.

 

21 October 2010, Berlioz 23:06, welcome autumn



2 thoughts on “Musim Gugur Telah Tiba

  1. Masih bangun dek? Nice pict.. Kelihatannya adik sudah mulai jago ambil angle foto yang bagus. Teruslah belajar dan hunting foto.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s