Eropa oh Eropa

Sejak buku Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi di filmkan, rasanya Perancis menjadi tidak asing buat kita. Yang dulunya terkenal karena ada film Eiffel, I am in love, makin kesini ko makin terkenal saja ya negara ini. Eiffel sebagai ikon dari kota Perancis memang telah mampu membuat orang-orang Indonesia ingin ke sini. Melihatnya dari dekat dan mungkin buat yang sedikit narsis ingin berfoto-foto di sana. Bahkan ada beberapa teman yang ingin berbulan madu di Perancis, yang katanya ni Perancis terutama Paris merupakan kota yang romantis.

 Mungkin karena itulah beberapa teman-temanku memandang iri terhadap apa yang aku dapatkan disini. Mereka selalu bilang wah enak ya tinggal di Perancis, bisa merasakan 4 musim, bisa jalan-jalan keliling eropa, akses internet 24 jam yang kecepatannya lebih cepat dari Indonesia, dll.

Tahukah kalian bahwa itu tidak seperti yang kalian bayangkan. Disinilah kawah Candradimukanya dunia ini. Tadi pagi, untuk pertama kalinya aku merasakan dinginnya Eropa disuhu 5 derajat Celcius. Sumpah dingin banget. Saat aku keluar dari kamarku dan berjalan menuju tempat aku kuliah, wow dingin banget. Berlapis-lapis baju yang aku pakai dan sebuah syal pemberian teman tidak mampu mengusir rasa dingin ini. Di hidungku serasa ada yang menusuk sangat tajam, berkali-kali aku harus menghembuskan nafasku dari mulut agar rasa itu hilang dari hidungku. Karena tempat kuliahku kali ini di Lab 3SR yang lumayan jauh dari residenceku, aku membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk mencapainya (dengan jalan kaki tentunya heheeh). Selama itulah aku berada di dalam dinginnya Eropa yang sangat ekstrim buatku. Bahkan sedikit terlintas dalam pikiranku, oh begini ya nasib daging-daging itu dalam kulkas. Pasti mereka berteriak-teriak kedinginan jika saja mereka bisa bicara. Saat itupun aku masih bisa mengingat sebuah fragmen dalam buku Edensor, saat Ikal dan Arai sampai di Belgia dan mereka merasakan dinginnya Eropa di luar semalaman.

Setibanya di tempat kuliah, aku rasanya senang sekali, karena kehangatan mulai menyapaku di gedung itu. Bertemu dengan Rosella yang berasal dari Belanda dan berbincang-bincang dengannya tentang suhu di pagi ini. Dia tertawa saat aku bilang ini pertama kalinya aku merasakan dinginnya eropa. Ternyata dia juga kedinginan, wah berarti wajar dong ya, secara dia aja yang sudah lama tinggal di eropa tepatnya Belanda masih juga kedinginan ko. Apalagi aku yang baru saja menginjakkan kaki di sini hehehe..

Eropa dengan segala kemajuan teknologinya telah membelaiku dengan teori-teori baru yang sangat-sangat membuatku pusing. Masih ku ingat kata-kata salah satu sahabatku saat aku bilang aku sudah di perancis. Dan dia berkata “Welcome to the Insomnia Club”. Awalnya aku ga ngerti maksudnya, ternyata setelah seminggu ini kuliah, barulah aku menyadarinya hehehe.

Yup, saat kita memutuskan untuk sekolah lagi, jangan dulu membayangkan yang indah-indah. Karena setiap keindahan itu memberikan sebuah konsekwensi yang sangat mahal harganya. Benar kata orang, saat kuliah di eropa kita bisa jalan-jalan keliling eropa. Tapi ingatlah sebelum jalan-jalan, ada tugas yang menanti kita. Ini bukan menakut-nakuti tapi sebuah realita yang aku alami seminggu ini.

Awal kuliah membuat kepalaku berfikir sangat keras, semua pelajaran rasanya baru bagiku. Dosen menerangkan sangat cepat dan tepat. Saat kita tidak mengerti sesuatu kita boleh saja bertanya tapi apa yang mau kita tanyakan kalau semuanya saja kadang kita tidak memahaminya ehehe

Hampir seminggu ini aku sudah mengikuti 1 matakuliah dasar (basic geomechanic), 2 mata kuliah wajib dan 2 mata kuliah pilihan. Dari sekian mata kuliah tersebut yang bisa aku ikutin dengan baik hanya 1 yaitu Advance Concrete Mechanic. Yang lainnya serasa diawang-awang deh. Apalagi yang Numerical Method for Non Linear Mechanic, dah mabok dulu dengan Vector, tensor, Newton’s Method dll. Walau dulu di S1 ada basic Methode Element Hingga, namun tetap saja membuatku terenggah-enggah untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Yang ada harus mencari buku referensi untuk menambah pengetahuan itu. Setelah ketemu ya di baca tu buku.  Entahlah apa karena suka baca buku, hingga terkadang aku sendiri lupa akan waktu. Kadang tak terasa baca buku sampai jam 2h00 dini hari.

Terkadang aku berbicara sama temanku yang dosen di salah satu universitas di Indonesia. Dia bilang bahwa sebagian pelajaran yang aku dapatkan ini rata-rata baru diajarkan di S2. Kalau hanya mengandalkan basic S1, sangat kurang. Apalagi kelas yang aku ikuti hanya satu semester, so harus belajar extra untuk bisa memahami ini semua. Oh my God, jadi harus banyak baca ya?

Eropa memang menjanjikan keindahan untuk dinikmati dengan jalan-jalan, namun juga menjadi sebuah tantangan untuk bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu dan dengan hasil yang baik (alias lulus hehehehe). Nah setelah itu baru deh kita bisa menikmati indahnya Eropa saat semua urusan ujian sudah berakhir.

Itulah salah satu tantangan buat yang ingin kuliah di Eropa. Bukan hanya budaya dan bahasa, namun juga suhu, cara belajar yang berbeda dengan di Indonesia dll. Tapi yakinlah, bahwa di balik semua itu kita nanti bisa jalan-jalan keliling eropa ko (tetap ya, yang dipikirkan jalan-jalan hehehe).

 

Grenoble, 28 September 2010

*Kembali merasakan dinginnya eropa di bawah 10 derajat Celcius*

8 thoughts on “Eropa oh Eropa

    1. Hai yeli..

      Yup, UUJ hehehe..itu salah satu penyemangat disaat sudah mabok dengan kuliah..Cukup membantu untuk bersemangat kembali saat pikiran dan otak ini lelah belajar, karena kita tahu di akhir kuliah ini sebuah hadiah menanti kita..sebuah perjalanan keliling eropa🙂

      InsyaAllah betah disini.. Sukses juga buat Yeli.. ditunggu di eropa ya.. hehehe..

  1. Hehehe..
    Semakin menjadi pembelajaran bagi orang2 yg ingin kuliah di Eropa.. hehe
    Dingin banget kayaknya mbak.. bbbrrrr..
    semangat mbak!!
    Saya kebanyang susahnya kuliah disana ihhh..

  2. Wew.. Semangat mbak, mudah2an selalu diberi kekuatan, kesabaran, dan kesehatan dalam menjalankan aktivitasnya.
    Jadi tambah semangat utk kuliah di Eropa, tentunya harus makin mempersiapkan diri dalam menjemput impian tersebut😀
    harus siap dengan segala konsekuensinya..
    Keep moving!!!😀😀😀

  3. adik, yang sabar ya. Perjalanan masih panjang, jangan dihabiskan tenaganya di awal-awal kuliah. Yang penting adik tetap jalan tidak jalan di tempat. Tetap istiqomah pada niat awal. Walau berat, insyaAllah adik bisa melewatinya. Ingat 4 tahun yang lalu adik bisa melewati cobaan berat itu, sekarang pun adik pasti bisa melewatinya. Anggap ini sebagai ujian kehidupan. I know you can do it sis.

    Tetap semangat. Lawan kemalasan dan rasa dingin itu. Ubahlah rasa dingin itu menjadi sebuah kehanggatan. Pakailah pakaian yang benar (read my email).

    terimakasih sudah menepati janji itu. good luck sis

    1. iya mas.. makasi nasehatnya malam ini.. makasi dah mengingatkan tujuan trias ke sini, makasi dah memberikan motivasi yang besar buat melanjutkan perjalanan ini. InsyaAllah tetap istiqomah walau godaan mulai menghampiri.. makasi dah dengerin curhat trias, insyaAllah semangat itu sudah kembali lagi.. ingatkan terus akan niat trias ya mas..sapa tahu trias lupa..

      i will do it the best that i can do..

  4. asslam,,
    maav,aq Movik,mhsisaw teknik UGM ,,aq udah mulai cari2 profesor..mw tanya2 ttg beasiwa dr kedutaan prancis,,prosudr yg efektif spy cpt dpt apakah kt hrus nyari professor dlu yg mw jd advisor kt?? klo iya,tlg sharing tips nulis email yg briliant k profesor…trims atas infonya..^^

    sellomovik@mail.ugm.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s