Rencana Allah Pasti Indah

Sebuah email yang aku terima di tengah malam saat aku berulang tahun beberapa hari yang lalu, sempat mengusik kenyamanan yang sudah aku dapatkan disini. Tidak biasanya aku mendapat email yang berisi sebuah kalimat yang tidak aku mengerti maksud dari kata-kata tersebut. Memang aku bukan pujangga yang bisa mengerti makna dari sebuah kalimat. Entahlah apa maksud dari pengirim email itu menulis kata-kata tersebut, yang berhasil membuatku berpikir keras seperti ketika mencari tahu makna dari persamaan Newton.

Kalimat sederhana yang ingin aku urai satu persatu. Sebuah kalimat yang bertuliskan “Dengan bertambahnya usia, seharusnya kita bisa semakin belajar mengenai arti hidup dan tujuan hidup ini sebenarnya, semoga hari ini bisa lebih baik daripada kemarin dan esok lebih baik lagi daripada hari ini”. kalimat awalnya lah masih aku coba rangkai maknanya. Kalimat yang mengingatkanku akan arti hidup dan tujuan hidup ini. Ehm kira-kira arti dan tujuan hidupku apa ya??

Setiap orang mempunyai arti dan tujuan hidup yang berbeda-beda. Tidak bisa kita menganggap arti dan tujuan hidup kita lebih baik dari orang lain dan begitu sebaliknya. Perbedaan kepala, keinginan, harapan dan mimpilah yang membuatnya berbeda. Hanya ada satu yang sama, yaitu akherat dan kematian, dan mungkin saja surga sebagai tempat terakhir kita hidup. Tapi selama nyawa masih ada arti dan tujuan setiap orang berbeda-beda, itu yang aku pahami sampai sekarang.

Aku yakin saat kita mempunyai sebuah makna dari hidup dan tujuan hidup, Allah pasti sudah merencanakan kehidupan kita. Dan rencana tersebut pasti lebih indah daripada rencana kita. Itulah yang aku rasakan saat ini. Allah maha mengetahui yang terbaik buat umatnya.

Rencana Allah memanglah sangat-sangat indah. Berkali-kali aku menemukannya disini. Seperti saat ini, saat aku di Perancis. Aku menemukan banyak sekali mozaik-mozaik dari mimpi-mimpiku yang pelan dan pasti mulai terwujud. Membuka mataku akan semua kebesaran dan kekuasaan Allah. Jika Allah sudah berkehendak, maka terjadilah semua itu.

Mungkin dari beberapa teman sudah mengerti bahwa Negara impianku untuk sekolah S2 adalah Eropa. Target utama sejak awal aku mulai kerja di LIPI. Eropa yang kata orang sangat susah menembusnya, namun tidak membuatku patah untuk mencobanya. Entahlah sejak kapan aku mulai berpikir untuk sekolah di Eropa tepatnya di German, mungkin karena pengaruh dari dosen waliku saat aku S1 yang membuatku ingin sekolah di German. Beliaulah yang memulai membuatku bermimpi untuk sekolah lagi S2 di German.

Saat masih tingkat 3, aku sudah mulai browsing beasiswa S2 ke German. Membaca semua syarat-syarat yang diajukan oleh DAAD. Dan aku menemukan satu syarat yang harus aku penuhi dan itu sangat berat, yaitu harus mempunyai pengalaman kerja minimal 2 tahun. Itu artinya setelah lulus aku harus kerja dulu. Tapi kerja dimana ya? Pikirku kala itu.

Allah memang mengetahui keinginan hambanya ini. Setelah lulus, hanya membutuhkan beberapa bulan saja akhirnya aku di terima di LIPI. Sebuah institusi yang mengijinkan pegawainya sekolah lagi. Bekerja di LIPI selama 4 tahun telah mengajarkan aku akan arti menunggu, belajar, memecahkan masalah, presentasi, bikin paper, cari jurnal dan buku, cari beasiswa, bertemu dengan teman-teman yang sekolah di luar negeri ataupun yang lagi cari beasiswa dll. Banyak yang aku pelajari disini. Karena memang untuk mempelajari kehidupan ini tidak harus dari bangku kuliah ataupun sekolah. Alam banyak sekali mengajarkan semua itu, asal kita mau membuka telinga, hati, mata dan pikiran kita.

2009 adalah awal dari sebuah mimpi yang mulai terlihat. Dulu tidak pernah mengerti kenapa Perancis yang menjadi pelabuhan dari mimpi ini. Tiga target utama dalam mimpiku untuk sekolah adalah kuliah di German, TU Delft (belanda) dan salah satu program Erasmus Mundus. Selama setahun di Jakarta untuk kursus bahasa Perancis di CCF, hati ini sempat bertanya-tanya kenapa mesti jalan ini yang Allah berikan.

Saat tiba di Grenoble dan bertemu dengan salah satu Penanggung  Jawab program master, barulah pertanyaan itu terjawab. Allah mempunyai rencana tersendiri dan sangatlah indah. Memang aku tidak (atau bisa dibilang belum) bisa kuliah di German dan TU Delft, namun Allah berikan satu mimpiku. Yaitu kuliah bareng anak-anak Erasmus Mundus di program yang sama dengan skema yang lain. Kuliah di bidang yang aku inginkan dari dulu. Ga nyangka banget, dengan beasiswa BGF yang aku peroleh dari kedutaan Perancis, aku bisa kuliah di program yang aku impikan dan bareng sama anak-anak penerima beasiswa Erasmus Mundus.

Rasanya hilang sudah semua keletihan menunggu mimpi ini tercapai, kini mimpi itu ada dalam genggaman tanganku dan akan aku jaga sampai akhir perkuliahan nanti.

Semua jalan kehidupan yang sudah aku lalui ini, hanya satu muaranya percaya bahwa Allah akan memberikan apa yang aku pinta suatu hari nanti. Jika tidak hari ini, itu artinya Allah menundanya sampai aku siap menerima itu. Aku yakin rencana Allah lebih indah dari rencanaku sendiri. Apapun itu tujuan hidupku nanti, hanya satu yang aku minta sama Allah. Ijinkan hidupku ini bisa berarti buat semua orang, buat keluargaku, sahabat-sahabatku, teman-temanku dan kalian yang mengenalku.

 

 Grenoble, 26 September 2010…

 To all my friends : terimakasih ucapan dan doanya… Semoga Allah membalas kebaikan kalian semua..

2 thoughts on “Rencana Allah Pasti Indah

  1. Tertawa gw membaca kalimat adik “Kalimat sederhana yang ingin aku urai satu persatu”, seolah-olah kalimat tersebut adalah angka-angka dan symbol-symbol yang biasa adik temukan dalam setiap persamaan numerik🙂

    I know who have written this sentences. Adik, tidak semua kata ada maknanya. Dan tidak semua kalimat harus ditanggapin. Anggap saja sebagai nasehat.

    I know you can do it my sister. Good luck. Nice to meet you and happy b’day ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s