Don’t Jugde The Book From the Cover

Pernah menilai seseorang pada awal pertemuan dan kemudian menyadari bahwa ternyata penilain kita salah? Aku sering banget mengalami, yang awalnya aku bilang nyebelin, sekarang malah jadi orang yang baik dan sering membantuku begitu juga sebaliknya, yang awalnya aku pikir orang baik eh akhirnya malah jadi orang yang nyebelin.

Setahun yang lalu, aku mengenal seseorang tanpa sengaja. Ya iyalah, kenal sama orang ini juga ga aku duga ko. Hanya gara-gara sebuah mimpi untuk bisa ke eropa yang membuat aku mengenal orang ini. Mengenalnya saat aku mendatangi sebuah kantor di Jakarta untuk melengkapi berkas yang akan aku kirim ke suatu universitas. Saat itu siang yang panas, aku bertemu dia tanpa bisa banyak berkata-kata. Saat ditanya keperluanku, dan aku jawab aku membutuhkan sesuatu. Beliau ini hanya mengucapkan sepatah kata saja, memintaku untuk datang kembali hari Senin jam 11.00 WIB. Busyet deh, perjalanan panjangku dari Bogor ke Jakarta selama lebih dari 1 jam, hanya terbayar dengan sebuah pertemuan yang tidak mengenakkan selama 10 menitpun ga ada. Sebel dan jengkel saat itu, tapi gimana lagi, demi sebuah mimpi ya bersabarlah aku menghadapi orang tersebut.

Hari Senin pun tiba, berangkat pagi-pagi dari Bogor dengan hati was-was, ga mau ketemu dengan orang jutek kemarin. Alhamdulilah hari itu aku ga bertemu dengannya, dan bertemu dengan atasannya. Atasannya sangat ramah dan baik hati. Beliau ini memberikanku saran dan nasehat agar mimpiku terwujud.

Beberapa bulan kemudian, saat aku menerima email dari seorang teman yang mengatakan bahwa mimpiku terwujud, rasanya senang banget. Walau agak sedikit was-was juga. Dengan rasa yang ga yakin dan ragu-ragu,  aku mencoba mencari tahu kebenaran itu. Hal itulah yang membuatku harus bertemu dengan si jutek lagi. Hal yang tidak aku harapkan hehe… Entahlah kenapa Sabtu siang itu, aku bertemu dengan si jutek lagi. Nasib lah, padahal hati sudah neg melihatnya. Akhirnya aku beranikan bertanya tentang sebuah pengumuman. Eh si jutek malah nanya, tahu dari mana pengumuman ini. Menurut si jutek pengumuman itu baru akan di publish hari senin, ko aku dah tahu di hari Sabtu. Ye meneketehe lah, emangnya aku panitianya. Dongkol banget rasanya saat itu. Tapi dengan rasa sabar, aku bilang aja “ Tahu dari website”. Eh si jutek terus ambil kertas yang aku sodorkan ke dia, trus di fotokopi. Sambil nanya, aku mau tanya apa lagi. Ya ampun mas, ni juga masih schok, ga yakin bener apa ga ko dah ditanyai mau nanya apa. Aku jawab aja, terus aku harus gimana. Si jutek menjawabnya dengan cepat, suruh hubungi X dan nerjemahin semua dokumen di Y. Sambil nanya juga, dah bisa lancar bahasa K belum. Ya aku jawab aja baru belajar pak, hehe.. Eh sambil ngedumel dia bilang «  Aneh, belum bisa lancar ko dah disuruh berangkat duluan », ye meneketehe pak. Tanya aja sama atasan bapak (jawabku dalam hati.)

Yang lebih parah lagi nih, yang membuatku ga ngerti ko bisa ya aku sabar banget sama ni orang. Suatu hari si jutek ini nelphon aku sambil marah-marah, kenapa ga ada konfirmasi ke emailnya. Walah email yang mana tho, perasaan tiap hari bahkan tiap detik aku chek di emailku, ga ada satupun email dari si jutek ini, ko sekarang di salahin ga pernah konfirmasi. Memangnya konfirmasi apa. Sambil mikir-mikir, akhirnya aku sms aja si jutek ini,sambil bilang kalau dia salah orang. Eh ditunggu-tunggu ga ada sms atau telphon permintaan maaf lho hehe..

Suatu ketika saat ada pameran, bertemulah aku dengan si jutek lagi. Saat lihat stannya, aku langsung bilang ke teman-temanku untuk tidak lewat didepan stannya. Aku malas banget, dan kesel lihat si jutek ini hehe.. Bersyukur teman-temanku mau menurutinya. Jadi kami tidak melewati stan tersebut. Eh pas saat pulang, ko ya ketemu tho yo. Padahal awalnya aku ga lihat si jutek ini (ehm apa karena fokus penglihatannya di stan sebelah ya, yang ditungguin cowok cakep hehehe). Ga ada angin ga ada ujan, tiba-tiba saja si jutek narik ke stannya, eh teman-temanku malah ketawa ngakak, melihat perlakuan si jutek terhadapku  (secara aku dah pernah cerita si tentang si jutek ini hehe). Yaudah dengan tampang imut (padahal emang imut hehe), dan tersenyum aku ikutin aja maunya si jutek ini. Padahal niatnya hanya ingin minta tasnya doang hehe..

Ehm sekarang bagaimana kabar si Jutek ?? wah kangen oi, sudah hampir 3 minggu aku tidak ketemu sama si jutek. Kangen bisa ngeledekin dia dan bikin skak mat dengan ejekanku hehe.. Lho lho ko aku jadi bisa dekat ama si jutek ya??

Gatahu lah, gimana ceritanya dan dari mana awalnya aku bisa dekat dengan dia. Ternyata dugaan awalku salah, dia ga sejutek yang aku kira. Si jutek ini baik hatinya lho dan suka menolong walaupun mukanya emang jutek hehe..

Jadi ingat aja pas pergi ke Bandung, di dalam mobil salah satu temanku, sepanjang perjalanan itu ga terkira deh berapa kali aku ngejek dia. Dan herannya dia ga pernah marah lho hehe (atau jangan-jangan dia marah tapi ga dilihatin ya hehe).

Sepanjang aku berteman dengan berbagai karakter, hanya dengan si jutek ini aku bisa mengekpresikan kejahilan dan keusilanku dimana ga ada lagi amarah ataupun dendam dihati kami saat di ejek. Yang ada malah gantian mengejek.

Kemarin sempat chatting dengan si jutek ini, satu yang membuatku tersentuh adalah kata-katanya itu. Kata-kata yang membuatku merasa menjadi bagian terindah dalam hidupnya. Si jutek berkata bahwa dia merasa kesepian saat aku tinggalkan ke Yogja, tidak ada lagi teman berantem dan mengejek seperti aku ini.  Satu pesan dari si jutek adalah untuk selalu mengingat “KEKELUARGAAN KITA GAK AKAN PERNAH SELESAI”.

Makasi ya atas hari-hari indah dimana kita biasa melewatinya dengan ejekan. Hal yang akan terus aku ingat saat kita sering ejek-ejekan tanpa ada rasa marah. Kangen bisa lihat muka si jutek lagi dan bikin dia jutek hehe…

Semoga saja persahabatan ini akan selamanya dan tidak terhapus oleh waktu dan jarak. Walau jarak akan memisahkan kita, namun akan aku ingat semua memori ejekan kita itu dulu. Thanks buat Gerombolan Si Berat atas Persahabatan ini.

2 thoughts on “Don’t Jugde The Book From the Cover

  1. duuuuhhh…semakin deket dgn detik2 keberangkatan gini pasti smakin berat buat ninggalin org2 di Indo yg berkesan di hati ya ….. aku ikut deg2an ngitung hari kebrangkatan mb trias menuju impian…berharap suatu hari nanti tiba giliranku meraih mimpi…who knows ya….:P,have a great moment in French ya mbak…

    1. Iya nih deg-degan, agak berat ninggalin orang tua di sini, apalagi setelah ada kejadian tadi siang. Tapi yasudahlah, hanya minta Allah buat menjaganya hehe… InsyaAllah, Hera pasti bisa ko. Asal tetap semangat dan berusaha, jangan lupa doa dan minta doa restu ortu, insyaAllah dilancarkan urusannya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s