Synthese, Resume atau Plagiat?

Sudah beberapa hari ini aku terbebas dari rutinitas kursus bahasa Perancis, senang sih tapi membuatku kangen dengan rutinitas yang sudah aku jalani selama hampir 9 bulan itu hehe..Apa ya yang aku kangeni? Ehm tugasnya kah? Guru-gurunya kah? Teman-teman kah? Salle 4 kah? Perpustakaan kah? Café kah? CCF kah? CampusFrance kah? Semuanya bikin aku kangen. Lha ko malah nostalgia dengan semuanya itu,  padahal ga ada hubungannya ya dengan judulnya hehe..

Disini aku hanya ingin berbagi pengalaman saat aku kursus bahasa Perancis kemarin. Mungkin untuk beberapa orang yang pernah ikut kursus persiapan DELF atau DALF pasti sudah mengenal apa itu synthese dan resume. Betul tidak? Pasti jawabnya : betul betul betul (upin dan ipin mode on deh hehe). Yang belum pernah, ya mari kita belajar bersama-sama. Lha apa manfaatnya ya? Ehm banyak lho, khususnya buat kita-kita yang para peneliti dan penulis, yang selalu dituntut untuk menulis paper atau artikel. Sangat penting untuk mengerti dan memahami apa itu resume dan synthese agar tidak disebut plagiat hehe.

Resume adalah ringkasan dari sebuah artikel, dimana kita menggambil ide utama dan beberapa ide pendukung serta kita tidak boleh mengcopy paste dari artikel yang kita sadur. Harus menggunakan kata-kata kita sendiri namun tetap menjaga maksud dari kalimat yang ada dalam artikel.

Sedangkan synthese dalam ujian DALF C1, itu adalah sebuah review atau resume dari beberapa artikel yang mempunya tema yang sama. Biasanya sih diujian ada 3 artikel.  Kemudian kita disuruh mencari tema yang sama dari ketiga artikel tersebut. Lalu kita cari problematiknya (atau persoalannya gitu hehe). Dari ketiga artikel tersebut biasanya ada yang berisi contoh kasus, penyebab, solusi atau menceritakan keadaan atau situasi. Intinya baca ketiga artikel itu dengan seksama, kemudian kita baru bisa menulis synthesenya. Rumit kan? Ga juga sih, kalau kita sudah terbiasa hehe.. Ingat ya, nulisnya pakai kata-kata kita sendiri, ga boleh copy paste.

Terus aku nulis note ini maksudnya apa ya hehe.. Ujian Delf dan Dalf aja dah selesai ya hehe.. Iya nih, gara-gara iseng blog walking di blognya pak Wiryanto (blog wajib dibaca hehe..) dan menemukan artikel yang berjudul “Gelar doktornya dicabut”, jadi ingat dengan pelajaran synthese dan resume yang aku terima dari Mlle. Sufni dan Mlle. Laure. Betapa pentingnya pelajaran itu buatku. Maklum sebagai penulis blog dan peneliti (kalau boleh dibilang begitu hehe) harus tahu bagaimana membuat sebuah tulisan itu. Karena kalau tidak tahu bisa-bisa disebut plagiat seperti yang dialami oleh doktor dari ITB tersebut.

Mungkin beberapa teman sudah pernah baca kasus plagiat di ITB kan? Kalau belum ni ada linknya (http://bandung.detik.com/read/2010/04/23/175733/1344375/486/gelar-doktor-zuliansyah-resmi-dicabut dan http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/04/26/03330585/itb.cabut..gelar.doktor.zuliansyah ) . Silakan dibaca ya. Hanya gara-gara mengutip banyak bahan dan ide tanpa mencantumkan sumbernya, Zuliansyah dinyatakan sebagai plagiator. Dampaknya, Zuliansyah mengundurkan diri sebagai calon dosen ITB, yang paling fatal adalah ITB secara resmi mencabut disertasinya dan gelar doctor. Kemudian tiga dosen pembimbingnya diberi surat teguran dengan alasan lalai tidak mengetahui perbuatan plagiasi itu ( kompas, 26 April 2010).

Jadi ingat penjelasan teh Dini soal plagiat itu. Tapi banyakan yang lupa nih hehe.. Pokoknya kita diajarin gimana caranya menyadur tulisan biar tidak disebut plagiat, kalau ga salah ada websitenya ya teh (maaf kalau salah neranginnya). Hayo yang lulusan ADS, kasih tahu dong hehe..

Ehm jadi penasaran, sebenarnya plagiat itu apa ya? Yuk kita cari di wikipedia hehe..berikut penelusuran yang aku dapatkan.

Menurut KBBI, (1997: 775) plagiarisme atau plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri.

Yang digolongkan sebagai plagiarisme.[1] :

  • menggunakan tulisan orang lain secara mentah, tanpa memberikan tanda jelas (misalnya dengan menggunakan tanda kutip atau blok alinea yang berbeda) bahwa teks tersebut diambil persis dari tulisan lain
  • mengambil gagasan orang lain tanpa memberikan anotasi yang cukup tentang sumbernya

Dalam buku Bahasa Indonesia: Sebuah Pengantar Penulisan Ilmiah, Felicia Utorodewo dkk. menggolongkan hal-hal berikut sebagai tindakan plagiarisme.[2]:

  • Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri,
  • Mengakui gagasan orang lain sebagai pemikiran sendiri
  • Mengakui temuan orang lain sebagai kepunyaan sendiri
  • Mengakui karya kelompok sebagai kepunyaan atau hasil sendiri,
  • Menyajikan tulisan yang sama dalam kesempatan yang berbeda tanpa menyebutkan asal-usulnya
  • Meringkas dan memparafrasekan (mengutip tak langsung) tanpa menyebutkan sumbernya, dan
  • Meringkas dan memparafrasekan dengan menyebut sumbernya, tetapi rangkaian kalimat dan pilihan katanya masih terlalu sama dengan sumbernya.

Hal-hal yang tidak tergolong plagiarisme.[1]:

  • menggunakan informasi yang berupa fakta umum.
  • menuliskan kembali (dengan mengubah kalimat atau parafrase) opini orang lain dengan memberikan sumber jelas.
  • mengutip secukupnya tulisan orang lain dengan memberikan tanda batas jelas bagian kutipan dan menuliskan sumbernya.

Plagiarisme dalam literatur terjadi ketika seseorang mengaku atau memberi kesan bahwa ia adalah penulis asli suatu naskah yang ditulis orang lain, atau mengambil mentah-mentah dari tulisan atau karya orang lain atau karya sendiri (swaplagiarisme) secara keseluruhan atau sebagian, tanpa memberi sumber.[1].

Selain masalah plagiarisme biasa, swaplagiarisme juga sering terjadi di dunia akademis. Swaplagiarisme adalah penggunaan kembali sebagian atau seluruh karya penulis itu sendiri tanpa memberikan sumber aslinya.[3]. Menemukan swaplagiarisme sering kali sulit karena masalah-masalah hukum yang berkaitan dengan fair use[4].

Sekian penelusuranku hari ini. Semoga bermanfaat dan kita dijauhkan dari cara-cara plagiat. Habis sanksinya besar oi, dicabut gelarnya. Mengerikan bukan ??

Sumber :

  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Plagiarisme
  2. ^ Utorodewo, Felicia, dkk. 2007. “Bahasa Indonesia: Sebuah Pengantar Penulisan Ilmiah”. Jakarta: Lembaga Penerbit FEUI.
  3. 3. ^ Irving Hexham. (2005). Academic Plagiarism Defined.
  4. ^ Pamela Samuelson (August 1994). “Self-plagiarism or fair use?”. Communications of the ACM 27 (8).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s