Motivasi yang berbeda…

Chatting adalah media yang menyenangkan buatku, media yang sanggup menembus batas dan jarak, media tempat aku bercerita dengan teman-temanku yang tidak bisa aku temui saat ini. Terkadang topic yang kami bicarakan adalah topic sehari-hari seputar gossip ataupun pengalaman kami selama ini. Bahkan bisa juga masalah yang sedang kami hadapi. Namun kali ini aku hanya ingin mengupas sebagian dari isi chattingku tadi siang.

Ada pernyataan-pernyataan yang mengelitik buatku untuk aku renungkan dan aku pertanyakan pada diriku sendiri sebagai bahan instropeksi. Pernyataan yang membuatku berfikir apakah ini memang yang dicari teman-temanku ya?Contohnya adalah pernyataan salah satu temanku yang ingin sekali sekolah di Jepang. Mempersiapkan CV dan mendekati sensei saat ada kesempatan. Namun saat aku tanya apakah sudah tahu apa yang akan diambil di Jepang, dia sendiri binggung mau menggambil topic apa. Hanya senyum simpul yang bisa aku lakukan saat membaca komentarnya itu.

Adalagi komentar temanku yang lain, dia menanyakan besar beasiswa yang akan aku dapatkan. Kemudian membandingkan besarnya dengan beasiswa yang lain. “Wah, mbak masih banyakan Jepang ya. Aku pilih Jepang aja deh mbak, habis pulang-pulang bisa bawa duit banyak” komentarnya saat itu.

Lain lagi komentar temanku yang lain, “Aku sih mau aja ngelepas beasiswa R ini dan ambil beasiswa D, asal jatahku buat Heru” Kata temanku saat dibilang bahwa dia mendapat dua beasiswa.

“Mbak, asyik ya baju musim dingin itu. Aku suka dengan pelindung telinganya itu, kaya yang dipakai Gita Gutawa itu lho mbak. Ntar di Korea aku bisa ketemu artis-artis korea yang cakep-cakep mbak. Asyiknya ..” komen temanku yang dapat beasiswa di Korea.

Komentar-komentar yang membuatku miris dan sedih, apakah ini yang menjadi tujuan kalian sekolah lagi? Apakah seperti ini mental para peneliti di lembaga penelitian di Indonesia? Atau hanya segelintir orang saja yang berpikiran seperti itu? Entahlah..

Dan bagaimana dengan kamu Trias? Sebuah pertanyaan yang di lontarkan sahabatku, saat aku bercerita hal tersebut di chatting. Ya, bagaimana dengan aku ya??

Jujur saja, awal aku ingin kuliah karena melihat kedua kakakku bisa sekolah dan mendapatkan beasiswa. Dari mereka berdualah aku banyak sekali mendapat cerita-cerita yang mengasyikkan. Pengalaman yang tidak akan di dapatkan di sini. Namun yang pasti sebenarnya adalah keegoisanku yang tidak mau kalah dengan kedua kakak-kakakku ini. Secara mereka adalah pegawai swasta dan jurusannya tidak terkenal pula, namun bisa mendapatkan kesempatan yang sangat berharga. Karena keinginan itulah, aku berusaha untuk bisa mendapatkan beasiswa.

Namun setelah dipikir-pikir, kalau hanya alasan ga mau kalah, sampai kapan aku berhenti. Kedua kakakku adalah orang hebat dan tidak pernah cepat puas, pasti mereka akan lanjut lagi. Terbukti salah satu kakakku lanjut Ph.D di Norwey, nah dah kalah lagi kan hehe.. Yang ada nantinya aku malah capek sendiri.

Akhirnya aku mantapkan, bahwa aku sekolah lagi demi masa depanku dan bidang yang akan aku pelajari adalah bidang yang aku sukai. Walau resikonya mungkin kantorku ga menyetujui. Cuek aja lah, toh kantor tidak banyak membantuku mendapatkan beasiswa ini hehe..

Teringat pesan dari kakakku, “Mendapatkan beasiswa adalah awal perjuangan kehidupan. Di sana nanti kamu harus bisa mandiri, memecahkan masalah sendiri, bersosialisasi dengan orang asing, beradaptasi dengan budaya barat dll. Hanya ada 2 pilihan, menjadi baik atau buruk.” Pesan yang akan aku ingat selamanya.

Semoga saja, negara yang aku pilih untuk melanjutkan sekolah ini tidak salah, bidang yang aku pilih, professor dan universitas yang aku pilih juga tidak salah. Serta motivasi dan tujuanku sekolah lagi juga tidak salah.

7 thoughts on “Motivasi yang berbeda…

  1. Setuju!
    Temen gw ada yang dapet Erasmus Mundus. Awalnya sih keliatan motivasinya baik tapi setelah dia cerita yang sejujurnya ternyata cuma mo ngincar jalan-jalan di eropa dan dapat duitnya aja. Abis itu balik ke indo, dapet modal kawin, balik ke perusahaan yang sama et voila! I’ve got something.. my study, who cares?

    1. Yup, setiap orang memang mempunyai motivasi yang berbeda-beda..toh ga ada pengaruhnya dengan orang lain kan hehe..semua berujung pada pilihan masing-masing individu🙂

  2. Hhhhmmm…motivasi gue apa ya ? KAWINNNNNNNNNNNNNNNNNN…………….!!!!!!!!!!!!!!! Hahahahahahahahahahhahahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s