Sebuah Asa Sebuah Rasa

Sejak pulang dari jogja dan kembali mengikuti kursus insentif yang tinggal sebulan lagi, ternyata telah membawa banyak perubahan dalam kehidupanku. Dulu yang awalnya sangat ingin jauh dari suatu tempat yang telah mengenalkan aku akan arti seorang teman dan sahabat, kini aku merindukan tempat itu. Tempat aku berbagi dengan mozaik-mozaik itu. Mozaik-mozaik yang mampu membuatku kangen akan candanya, kangen akan omel-omelannya, dan kangen akan kebersamaan itu. Haruskan aku meninggalkannya untuk sebuah mimpi yang bagiku sudah tidak indah lagi??

Sebuah email yang dikirimkan seorang mozaik dari seberang telah mampu membuatku bersemangat untuk menyelesaikan semua ini. Ingin memeluknya dan berbagi cerita dengannya. Setengah tahun aku tidak melihatnya dan mendengar suaranya. Wajah munggil nan imut dan suara yang lembut, serta sifat kedewasaannya yang mampu membuatku tenang di sampingnya. 23 Juli 2010, mozaik itu akan pulang ke Indonesia. Saat itu kursus sudah selesai, dan aku bisa menemui dia setelah dia bercengkerama dengan keluarganya. Rasa kangen yang tidak bisa dibendung lagi, membuatku ingin cepat-cepat mengakhiri kursus ini.

Terimakasih yang tiada tara teteh.. Makasi banget atas semua bantuan teteh selama ini hingga aku bisa berada di sini. Walau mimpi itu sudah tidak menarik lagi buatku, namun aku ingin menyelesaikan perjalanan ini bersama teteh. Karena teteh adalah bintang yang selalu terang dan menemani malam-malamku. Really miss u much my sister. Can’t wait to see you in Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s