Mes Vacances

Liburan kali ini sangat menyenangkan buatku. Ga menyangka bakalan banyak sekali kejutan yang diberikan oleh mozaik-mozaik yang aku miliki. Diawali dengan kejutan dari teman-teman yang selalu menemaniku selama di Jakarta. Kejutan yang bisa membuatku ketawa disaat aku merasa sudah sangat lelah dengan kursus ini. Makasi ya atas kejutan dan waktu yang sudah kalian berikan padaku saat itu.

Baru kali ini aku berangkat dari Gambir diantar oleh teman-temanku, biasanya ga ada yang nganter. Pergi ke Gambir selalu sendirian, makan malam di CFC sendirian dan menunggu datangnya keretaku juga sendirian. Hanya sebuah buku dan MP3 yang selalu menemaniku selama di Gambir. Namun malam itu aku ditemani oleh empat orang cowok yang sangat baik. Bercerita macam-macam sambil ejek-ejekan dan tertawa bareng. Kebersamaan yang jarang aku dapatkan di Jakarta. Kebersamaan, tertawa, saling ejek, dan berbagi cerita itulah yang kami lakukan malam itu. Yang lebih lucu lagi adalah saat aku mau berangkat, mereka menyiapkan sesuatu yang mampu membuatku tertawa saat aku mengingatnya. Tingkah laku yang lucu dan gerak-gerik serta delapan rumbai-rumbai yang sudah mereka persiapkan dari rumah keduaku selama di Jakarta, telah mampu membuatku terharu. Mana ditambah pesan mereka untuk menjaga 8 rumbai-rumbai itu dan membawanya kembali ke Jakarta, semoga saja masih lengkap karena adikku selalu memainkan rumbai-rumbai itu.

Setibanya di Yogya, aku rasakan sebuah kedamaian. Rasa damai yang selama ini aku rindukan, memandang kota yang sudah membesarkan aku, ternyata sudah berubah pelan-pelan. Rasanya aku tidak bisa mengenalinya lagi. Dua hari di Yogya, aku habiskan bersama keluarga besarku. Tidak main-main keluar rumah. Hanya ingin menikmati suasana rumah yang bentar lagi aku tinggalkan sementara waktu. Bercengkerama dengan orangtuaku dan keponakan kecilku yang lucu.

Minggu sore, aku menerima sms dari teman-temanku. Betapa senangnya saat mendengar mereka ada di Jogja. Malam pertama kami makan makanan Banyumasan, ampun deh. Makanannya pedas bin aneh. Aku kan pesen sayap serutan, aku pikir sayapnya di serut. Eh ternyata yang disajikan sayap yang berkuah pedas banget. Sampai-sampai keringat bercucuran hehe.. Mana pak le, pesan ceker serut pula. Memandang menu itu hanya dengan sebuah tatapan “makanan apa ini hehe”.

Hari Senin, teman-temanku mengajakku ke UII, ya disinilah tujuan utama mereka. Yup, mereka ke Jogja dalam rangka dinas sih bukan main-main, tapi ko malah kebanyakan main-mainnya ya hehe.. Sempat foto-foto bentar. Kemudian lanjut ke daerah Pakem untuk menikmati sego abang (atau dalam bahasa indonesianya nasi merah). Enak benget sih, tapi jauh diujung sana nih kalau mau makan lagi. Oiya sebelum lupa nih, perjalanan kami selama 2 hari itu menggunakan sepeda motor. Ya kalau aku mah dah biasa kali, kemana-mana naik motor. Yang luar biasa adalah Pak Le, yang selama ini jalan-jalan selalu naik mobil, hari itu naik motor lho hehe..Hebat kan. Sepulang makan siang, kami mampir ke Mirota Batik yang di Jakal, ehm numpang berhenti sebentar soalnya yang beli hanya om Didi sih, yang lain ga beli hehe. Setelah itu, malam harinya kami putuskan ke restaurant Bale Raos, tapi oh tapi saat kami ada di sana restaurannya tutup. Untuk hari senin bukannya hanya sampai jam 3 sore, aku ga tahu ni alasannya apa.  Akhirnya kami melaju ke Malioboro, mencari pernak-pernik oleh-oleh. Jalan dari depan Mal Malioboro sampai ke Mirota Batik. Pulangnya kami naik Andong, nikmat deh naik Andong malam-malam hehe.. Di sini yang belanja paling banyak adalah Om didi, lagi-lagi dia belanja buat Keisya, om buat ibunya mana hehe.

Hari Selasa, kami pergi ke Kaliurang. Menenggok Villanya pak leman dan ke Ulen Sentalu. Tapi sebelumnya kami mampir ke sebuah tempat makan di tenggah sawah (itu daerah minomartani), disini disediakan menu istimewa “tengkleng”. Tengkleng itu mirip ama gulai sih, tapi dagingnya banyak hehe.. Dijamin ga ada tandingannya deh rasa dan harganya. Yuk, kalau mau nyoba ya ke Jogja dulu ya hehe..Setelah makan tengkleng kami jalan ke Kaliurang. Nah lho, saat sampai di gerbang kaliurang, motornya om Didi sedikit berasap dan tidak kuat diajak naik ke atas. Sehingga akhirnya berubahlah susunan personilnya. Yang awalnya pak le ma himmi, akhirnya tukaran dengan uni Deni dan aku. Trus pak le memboncengkan maya, and Om didi jalan sendiri. Lucu deh lihat muka Om Didi, habis nelangsa gitu sih. Sampai di atas, Pak le ko lupa ma Villanya, aneh ya. Aku aja masih ingat ko pak. Villa yang sedikit seram hehe..Sampai di Villa, Om Himmi ko ya aneh2 aja sih.. masa langsung pengen tidur di Villa itu. Kalau aku mah ogah banget deh tidur di sana untuk kedua kali hehe.. Setelah puas di Villa pak le, kami lanjutkan perjalanan ini ke Museum Ulen Sentalu. Masuk museum ini kita harus bayar 25 ribu, museum ini terletak di komplek taman kaliurang. Tempatnya agak terpencil gitu namun asyik ko. Di sini terdapat koleksi-koleksi batik, foto-foto dan surat-surat dari puteri idaman (lupa namanya hehe). Di sini kami dipandu sama mbak Siti. Mbak ini pasti capek meladeni pertanyaan-pertanyaan dari kami yang aneh-aneh. Terutama pertanyaan Om Didi, kenapa patung itu tidak memakai baju hehe..Aduh serasa ga mau dekat-dekat sama Om Didi deh, habis malu-maluin sih..Malamnya kami makan di restaurant Bale Raos, aduh di restaurant ini hanya aku deh yang salah pesan menu. Pengen gaya-gayan tapi malah nelangsa nih. Habis aku pesan menu yang aneh, menu yang aku pesan kan Roti Jok ni, lha ko yang datang malah 2 buah Apem. Ya mana nendang lah, yang ada malah masih kelaparan. Nasib-nasib. Tapi asyik lho suasana Bale Raos. Suasana restaurant yang bergaya keraton dan makanan khas raja-raja Keraton Yogyakarta.

Hari Rabu, perjalanan lanjut ke Magelang. Menemui Candi Borobudur. Sudah lama aku tidak main-main ke Borobudur nih. Untuk menuju ke pelataran Candi, kami naik kereta mini, maklum ada yang ga kuat jalan nih. Saat kami naik kereta, kami melihat sebuah Hotel bernama Manohara, wah jadi mengingatkan dengan Pangeran Kelantan nih. Akhirnya kami menuju ke hotel tersebut untuk makan siang sambil menikmati pemandangan Candi Borobudur. Makan siang itu aku memilih menu special dari Hotel Manohara, yaitu nasi goreng Manohara. Enak lho hehe..Setelah makan siang, kami melanjutkan perjalanan ke Candi Borobudur. Sensasinya sudah tidak ada oi, gatahu kenapa nih. Walaupun begitu Maya, Om Didi, Om Himmi dan aku tetap naik ke atas. Pak Leman ama Uni Deni tetap di bawah, menunggu kami. Setelah itu kami menuju ke Agrowisata Salak di Pakem. Aduh jangan dibayangin ya agrowisata ini seperti Taman Mekarsari hehe.. Di sini kami hanya makan salak seadanya, kemudian tamannya tidak terurus dengan baik. Hayo siapa yang mau mendanai untuk perbaikan taman ini hehe..Sepulang dari Agrowisata ini lanjut lagi pencarian hotel buat HSS bulan Juni depan. Mulai dari Hotel Hyatt sampai Hotel Santika. Setelah itu lanjut mencari bus Pariwisata White House, yang ternyata dekat sekali dengan rumahku. Akhirnya diputuskanlah setelah dari White House mampir ke rumahku hehe.. Setelah itu kami lanjut makan malam gudeg di depan Fakultas Kehutanan UGM. Lengkaplah perjalanan ini. Rasa capek dan lelah membuat kami ingin cepat-cepat sampai hotel untuk merebahkan badan ini.

Hari Kamis, aku lewatkan ngobrol banyak sama uni Deni. Mendengar sedikit perkembangan kantor yang sudah lama aku tinggalkan. Siangnya kami naik becak untuk cari makan. Yang aneh adalah saat mau bayar, dengan muka sedikit keheranan uni bertanya “ini dah semuanya? Yang harus dibayar yang mana”. Lucu deh, uni menganggap harga segitu murah banget jika dibandingkan di Cibinong. Uni, ini Jogja lho. Jadinya murah-murah aja lah makanannya hehe. Sorenya uni Deni, Maya, Pak leman dan Om Didi balik ke Jakarta. Selesailah liburanku kali ini. Sisanya akan diisi dengan mengerjakan PR oi hehe..

Empat hari aku lewatkan bersama teman-teman kantorku, melepaskan semua kerinduan akan kebersamaan itu. Kebersamaan yang sudah aku tinggalkan 7 bulan. Kebersamaan yang sudah mampu mengisi relung-relung semangatku untuk melewati 2 bulan terberat. Saat aku berada di kantor, ingin rasanya keluar dari sana mencari suasana baru. Namun saat aku sudah jauh dari kantor, aku kangen dengan suasananya dan orang-orang di dalamnya. Suasana akan makan bersama, ejek-ejekan dengan Om Didi, ngusilin uni Deni di lab (terkadang gangguin malahan hehe),dan ngisengin Pak Leman. Ternyata 7 bulan ini aku sudah bener-bener kehilangan moment-moment terindah itu. Momen-momen yang ingin aku ulang lagi. Empat hari bersama sebagian mozaik-mozaikku, membuatku mengerti akan harapan dan keberadaan mereka. Orang-orang yang aku sayangi dan selalu berada di sisiku apapun yang terjadi. Makasi ya atas hari-harinya. Buat yang lain, kangen banget dengan kalian.. Ingin rasanya Bulan Juni, agar bisa menemui kalian di Kantor..

2 thoughts on “Mes Vacances

  1. Adek, dimana-mana teman lo banyak yang cowok🙂 Senang dengar cerita liburan adek yang seru. Semangat dik, buat 2 bulan ke depan. Gw tunggu di Eiffel September ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s