Arti Seorang Teman

Memiliki banyak teman pasti menyenangkan karena kita tidak akan sendirian tapi terkadang juga tidak menyenangkan jika teman kita terlalu banyak ingin mencampuri dan mengetahui kehidupan pribadi kita. Boleh sih saling berbagi namun terkadang ada beberapa bagian dalam hidup kita yang tidak dishare pada orang lain dan hanya kita yang boleh tahu.

Media facebook, blog, friendster, dll telah membuatku bertemu dengan beberapa teman lama yang sudah lama tidak bertemu. Bayangin aja ada yang sudah sampai 11 tahun tidak bertemu, eh tiba-tiba bertemu di FB. Mendengar ceritanya yang sudah mempunyai 2 anak, menerima pertanyaan sederhana kenapa aku tidak datang saat pernikahannya, sampai statusku saat ini.

Dengan terpisahnya jarak yang kami alami saat ini, ternyata facebook sudah mampu mengobati rasa kangen kami. Menulis komen di status mereka (yang sering banget update status), melihat foto-foto yang mereka upload, mendengar kabar mereka saat ini, telah membuatku sedikit demi sedikit mengingat masa lalu itu. Masa-masa SMU bersama beberapa teman dekat, melewati hari-hari indah saat SMU (apalagi saat SMU kita di serbu sama anak-anak SMU 6) kembali hadir dalam kenangan ini.

Ada beberapa teman dekatku ternyata yang mengingatku sampai saat ini. Hingga di sela-sela waktunya dia sempat-sempatin mencari FB ku. Menurut ceritanya nih, tangannya sampai pegal saat harus satu-persatu dia lihatin facebook yang mempunya nama hampir sama denganku. Maklum dia gatahu ID facebookku. Sebuah pengorbanan waktu yang mengesankan buatku. Aku sendiri sangat jarang mencari teman-teman di facebook, terlihat dari sedikitnya teman-teman yang aku miliki di FB. Yang ada adalah beberapa teman-teman lamaku yang mencariku dan kemudian meng-add ku.

Baru aku sadari betapa sangat berarti seorang teman atau sahabat itu, setelah temanku itu bercerita betapa senangnya dia bisa menemukan FB ku dan kemudian berlanjut saling tukar menukar no.Hp dan berniat bertemu suatu hari nanti. Hari yang akan sangat aku nantikan sebelum aku meraih mimpiku.

Buatku, seorang teman atau sahabat adalah mozaik-mozaik kecil yang membentuk karakterku sekarang. Mozaik-mozaik yang selalu menyinari setiap kehidupanku dan bersedia menjadi bintang yang bersinar dengan cahayanya. Kehilangan satu teman atau sahabat, seperti kehilangan puzzle kehidupanku. Menemukan sahabat baru seperti menambah mozaik-mozaik ku dan membentuk puzzle-puzzle yang indah.

Berteman dengan kalian bukan untuk memanfaatkan kalian, namun untuk berbagi pengalaman dan cerita. Bersama kalian semua mimpi-mimpi ini bisa terwujud, tanpa kalian mungkin aku tidak ada disini.  Terimakasih atas persahabatan dan pertemanan ini, InsyaAllah akan selamanya begini. Namun jika kalian ingin menjadi bintang di tempat lain, silakan. Itu adalah hak kalian, walau hanya bisa melihatnya dari jauh namun jika sinarmu lebih indah, itu akan membuatku bahagia pernah mengenal kalian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s