Gender, apakah itu masih berpengaruh?

Beberapa hari yang lalu sempat berdiskusi yang tidak penting dengan salah satu temanku, namun hal ini berhasil membuatku bertanya-tanya dan memikirkan kembali masalah itu. Awalnya sih biasa saja, namun agak sedikit menyinggungku saat dia bilang bahwa seorang cowok itu akan dengan senang hati membantu seorang cewek tapi akan berbeda tanggapannya jika yang meminta bantuannya adalah seorang cowok.

Ehm, awal kalimat yang pasti membuat kalian binggung ya hehe.. Ok aku ceritain dulu deh kisah awalnya. Sore itu aku dan temanku berbicara mengenai kelanjutan kuliah kami nanti di Perancis. Pertanyaan yang sudah lama aku pendam pada dirinya, kenapa selama ini dia tidak bertanya sama teman-temannya yang sudah di Perancis. Heran saja sudah kenal tapi tidak berusaha dekat. Padahal mereka yang sudah ada di sana bisa menjadi penunjuk jalan buat kita nantinya.

Akhirnya dia cerita, dia mengenal beberapa orang tersebut hanya sebatas kenal, tidak dekat. Sehingga dia sungkan meminta bantuan. Gatahu kenapa tiba-tiba dia bilang, “Ya, mbak kan enak tuh dah dekat ma teman mbak itu, jadi dah ga sungkan minta bantuan lagi. Lagian mbak, cowok akan senang hati membantu cewek daripada membantu cowok. Bagi seorang cowok, kita harus berusaha dulu baru deh mereka mau bantuin kita. Kesannya tuh cowok ga ada usahanya kalau langsung minta bantuan.”

Dari kalimat tersebut, aku bisa simpulin bahwa menurut dia cewek tuh makhluk yang lemah sehingga harus di nomor satuin dalam hal bantuan. Ehm aneh juga ya pikiran dia. Gender ko dibawa-bawa. Kalau niat bantuin ya pastinya kita dibantuin bukan?

Pengalamanku, tidak memandang cewek atau cowok kalau kita minta bantuan. Dulu aku pernah minta bantuan sama cewek dan cowok juga dalam hal mencari beasiswa. Dua-duanya sudah aku kenal dekat dan pernah ketemu, namun mereka tidak banyak membantuku waktu itu. Di lain pihak, ada beberapa orang yang hanya aku kenal di blog dan email, bersedia membantuku hingga aku berhasil mendapatkan beasiswa BGF ini. Aku masih ingat banget nama-nama orang tersebut dan bantuannya, hingga kini kami masih saling berkirim kabar dan chatting.

Aku ambil contoh saja deh, salah seorang teman yang aku kenal dari tetehku, bersedia memberiku petunjuk saat aku apply beasiswa BGF 1,5 tahun yang lalu. Sampai saat ini orang tersebut masih membantuku, menyemangatiku saat aku jenuh dengan kursus intensif bahasa perancis, mengkoreksi motivation letterku dalam bahasa Perancis, membantuku membalas email dalam bahasa Perancis, tempat diskusi dan bertanya saat aku binggung dengan grammer bahasa Perancis. Padahal ni, aku ga pernah ketemu dengan dia. Trus bagaiamana aku bisa dekat ma dia?

Ceritanya begini, saat tetehku ngenalin aku ke dia, bagiku aku harus bisa dekat sama dia. Ya berbaik-baik hatilah ma dia. Berusaha mengenal karakternya dan menempatkan diriku berada di bawahnya. Kalau kita menempatkan diri kita di atasnya ya mana ada orang yang mau bantuin. Mencoba menarik perhatiannya dan bertanya dengan baik serta benar. Maksudnya tidak menyinggung dia gitu. Satu lagi tipsku, kita bertanya haruslah sudah ada modal dulu. Jangan asal tanya, minimal kita dah tahu arah tujuan kita.

Contohnya nih, saat aku mengenal orang ini, aku dah ada kontak dengan professor di Perancis. Kemudian aku dah tahu tahap-tahapan beasiswa BGF. Sehingga saat diskusi sama dia, hanya untuk menyakinkanku bahwa langkah-langkah yang aku ambil sudah benar. Dan tentu saja orang yang ditanya mengerti seberapa besar motivasi kita untuk belajar di luar negeri. Terkadang ada beberapa orang yang bertanya tanpa persiapan, gatahu langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk dapatin beasiswa. Padahal itu semua mudah ko, tinggal baca syarat-syarat beasiswanya terus lengkapin. Gampang kan. Untuk urusan lainnya ya, bisa lah cari-cari di blog orang, kemudian kita ukur kondisi kita sudah sampai tahapan mana. Kalau masih binggung bertanyalah dengan sopan.

Selidik punya selidik, orang ini mau membantuku karena aku direkomendasikan sama orang yang dia percayai kredibilitasnya. Gatahu deh tetehku promosi apa, tapi aku berterimakasih banyak sama tetehku ini, karena dialah aku dengan mudah mendapatkan bantuannya. Dari situ aku berpikir, teteh pasti cerita yang baik-baik sama ni orang. Ehm ga nyangka percakapan dan diskusi ku dengan teteh dulu berguna juga. Maklum orang ini sangat ketat dengan yang namanya kata-kata. Bagi dia kata-kata sangat bermakna.

Beberapa hari yang lalu, aku menerima email dari seseorang yang tidak aku kenal, minta tolong untuk apply BGF. Yang membuatku rada ga suka adalah isi emailnya yang tidak menjelaskan siapa dirinya dan sampai mana dia mengetahui beasiswa BGF itu. Plus dia menggunakan kata-kata “mbah”. Emangnya aku dah tua apa, sebel sih bacanya. Makanya aku ga balas emailnya dan aku delete email dia dari inboxku.

Kesimpulanku, gender tidaklah menjadi alasan seseorang mau bantuin apa ga. Tapi sikap, motivasi dan usaha kitalah yang menjadi alasan orang lain membantu kita apa tidak. Setiap orang itu berhak dibantu dan membantu, namun kita harus milih-milih juga sapa yang akan kita bantu.

6 thoughts on “Gender, apakah itu masih berpengaruh?

  1. mbak,,aku mau nanya ttg beasiswa BGF,,,toeflnya harus 55o ya??,,terus gmana caranya korespodensi dengan profesor di perancis,,??cara ngirim aplikasi di universitas di sana gmana?

    makasih ya mbak,,maaf kalo pertanyaannya banyak,,hehhehe

    1. Ehm aku gatahu pastinya, baca saja syarat-syarat BGF tahun ini. cara korespondensi dengan prof ya kirim email ke mereka. Cara ngirim aplikasi ya baca website universita yang mau kamu apply. Tiap univ beda-beda caranya.

  2. halo mbak,, apa kabar??

    beberapa hari yang lalu,,email saya di balas oleh univ.jean-moulin lyon 3,,mereka mengirimkan aplikasi yang harus saya isi mbak,,,tapi jujur aku binggung tentang isi aplikasi ya di kirimkan mereka,,klo mbak ngk keberatan,,,aku mau minta bantuan mbak,,

    makasih mbak sebelumnya,,,,

    1. Hai.. Kabar baik

      Datang ke campus france di CCF Salemba, depan UI Salemba, Jalan Salemba Raya no. 25 Jakarta Pusat. Ketemu sama mas Anton atau Madame Emilie. Tanyakan bagaimana mengisi aplikasi tersebut. Mereka yang berwenang memberi informasi yang sebenarnya, kami anak2 BGF juga konsultasinya ke mereka ko.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s