Apakah kamu sudah siap untuk melanjutkan perjalanan ini?

Lucu juga ya judul tulisanku kali ini hehe.. Tapi itulah keadaanku saat ini, setelah 4 bulan belajar bahasa Perancis di kelas anak-anak BGF 2010, besok adalah awal hari baru memulai pelajaran B1. Wuih saat dibaca-baca buku Alterego 3, busyet deh dah mulai susah nih. Ehm kira-kira bisa ga ya, Juni depan aku lulus B2. Semoga saja bisa.

Hidup ini pilihan bukan? Dan setiap pilihan membutuhkan tanggungjawab untuk menuntaskan perjalanan ini. Yup, dulu aku sendiri yang memutuskan untuk sekolah di Perancis, dengan konsekwensi harus belajar bahasa Perancis. Yaiyalah bahasa pengantarnya di sana pakai bahasa Perancis gt lho, kalau ga bisa ngomong bakalan susah kali hidup di sana. Buka rekening bank, semuanya dokumen pakai bahasa Perancis, penunjuk jalan semuanya pakai bahasa Perancis, surat perjanjian sewa studio atau kamar pakai bahasa Perancis. Bisa dibayangin kan bagaimana kalau ga bisa bahasa Perancis. Pasti susah hehe.. Bukan mau menakut-nakuti, tapi emang begitulah kenyataannya. Coba aja chek ke sana, atau tanya ma teman-teman yang sudah tinggal di sana.

Jum’at, 22 Januari 2009, kami melewati ujian Delf A2. Bukan ujian sebenarnya sih, tapi bener-bener ujian (binggung kan hehe). Seperti simulasi ujian Delf A2 gitu lah, apakah kami sudah bisa melewati level ini apa belum gitu maksudnya hehe.. Walau sudah pernah mengikuti ujian Delf A1 tapi tetap saja gugup melewati test Delf A2 ini. Soalnya lumayan susah banget (menurutku lho, gatahu kalau yang lain). Apalagi soal Production Orale ma Production Ecrit (ampun deh, untuk yang ini aku hampir nyerah dan pasrah dengan hasilnya).

Aku jelasin dulu apa itu Production Orale (biasanya di singkat PO) dan Production Ecrit (disingkat PE). PO seperti tes speaking dan PE seperti tes writing dalam tes IELTS). Yang sudah pernah mengikuti ujian IELTS pasti dah ngerti kan system tesnya? Kalau yang belum pernah yasudah aku jelasin dulu deh.

Dalam tes IELTS, ada 4 bagian bukan? (hayo yang sudah pernah tes ingat-ingat dulu deh), keempat bagian itu adalah Listening, Reading, Writing dan Speaking. Nah di tes Delt atau Dalft, sama saja ada empat bagian pengujian yaitu Comprehension Orale (CO), Comprehension Ecrite (CE), Production Orale (PO) dan Production Ecrite (PE). Disinilah benar-benar diuji apakah kita menguasai apa tidak bahasa itu. Ga ada tuh istilah tebak-tebakkan, gimana coba mau nebak kalau ujiannya aja ada yang isian panjang banget ga sekedar pilihan ganda. Apalagi kalau disuruh nulis semua nomor telephon (8 angka bok), kemarin ada yang bingung juga nih, 2 angka terlewatkan. Yang dengar Cuma buntutnya saja, padahal yg lain dah yakin bener. Salah dua angka tetap ga ada nilainya lho, jadi kalau salah 1 aja bisa menyesal seumur hidup hehe (lebay banget ceritaku hehe).

Kursus intensif bahasa perancis buat anak-anak BGF, jangan dianggap sama dengan anak-anak kursus lainnya, bukan mau menyepelekan tapi memang itu kenyataannya. Kita wajib ngerti dan paham serta harus bisa. Selain itu, PR nya banyak banget oi hehe..Bukan hanya masuk trus asal-asalan, tapi bener-bener belajar. Karena kita adalah orang-orang yang akan berangkat ke Perancis. Kalau dari sini saja bahasa kita belepotan sampai sana ya pastinya tambah binggung. Orang yang disini sudah lancar aja, pas sampai sana langsung shok banget ko. Gimana ga schok kalau orang perancis ngomongnya kaya kereta (pengalaman lihat film-film perancis, busyet deh ngomongnya cepat amat ya). Tapi tenang aja, paling juga stress nya Cuma 3 bulan hehe, setelah itu menikmatinya hehe.

Aku bilang si bahasa Perancis itu bahasa paling susah deh, tapi sekarang aku malah menikmatinya. Walau kadang terpaksa juga, tapi sayang kalau dilewatkan hehe.. apalagi kursusnya gratis pula, mendapatkan guru-guru yang TOP banget.

Belajar bahasa ternyata tidak hanya belajar kosa kata, grammer, cara ngomong dan cara nulis tapi juga belajar budayanya, aturan di sana, kebiasaannya, makanannya, karakter orang-orang di sana dll. Tambah salut sama orang-orang yang mengambil jurusan sastra. Ilmu mereka tidak hanya sekedar ilmu tentang bahasa tersebut tapi juga tentang budaya dari bahasa itu.

Lima bulan lagi test Delf B2, tes penentuan apakah aku bisa ke Perancis apa tidak, melanjutkan setengah impianku. Kalau berhasil lulus Delf B2, itu artinya aku berhasil melewati rintangan dan tantangan selama ini. Rintangan yang hanya diketahui sebagian sahabat-sahabatku. Rintangan yang sempat membuatku terjatuh dan harus berjalan tertatih-tatih serta terseok-seok disini. Namun rintangan inilah yang mampu membuatku kuat dan mampu berjalan sampai saat ini. Karena aku yakin inilah jalan yang Allah pilihkan buatku, dan aku yakin Dia yang akan membantuku.

Sedikit berbagi mengenai rintangan-rintangan yang aku temui saat belajar bahasa (bahasa apapun itu). Awal-awal belajar, aku menemui banyak kesulitan dalam bahasa perancis. Kenapa mesti pakai konjugasi dalam setiap kata kerja, dalam satu kata bisa ada 3 huruf hidup (hayo pusing kan bacanya), kemudian dari hari ke hari bertambah grammer kemudian bertambah pula aneka ragam bentuk kalimat. Untuk mengatakan pendapat aja banyak banget kata yang bisa digunakan, apalagi untuk ngasih saran, bikin kalimat untuk protes dan lain-lainnya. Ampun deh, susahnya minta ampun. Harus dihafalin setengah mati, kalau ga bisa mati hehe. Intinya belajar bahasa itu ga bisa cepat kecuali yang punya bakat menghafal dan bahasa. Kalau ga  ya bisa seperti aku banyak sekali kesulitannya. Satu lagi, belajar bahasa juga harus sabar, tekun dan telaten.

Jatuh bangun dalam setiap perjalanan kehidupan itu sudah biasa, mengeluh bukan menyelesaikan masalah tapi malah membuat masalah menjadi keruh. Kalau kepentok masalah, carilah solusinya, bisa dengan sharring atau bertanya sama yang sudah ahli. Kalau aku sih, seringnya cerita sama sahaba-sahabatku, meminta pendapat mereka kemudian aku cari pendapat yang cocok buatku. Cara belajar bahasa Perancis ku sekarang saja, berdasarkan nasehat dari teteh ku dan teman-teman terbaikku. Mencoba membangkitkan aroma Perancis dalam kehidupanku.Cara belajar yang bisa dibilang gila oleh orang lain, tapi bagiku ehm cara belajar yang menyenangkan, mengasah otakku agar selalu bekerja.

————————————————————————————————————————————————-

Dedicated buat teman-teman yang lagi berjuang meraih mimpinya ke Eropa..

13 thoughts on “Apakah kamu sudah siap untuk melanjutkan perjalanan ini?

  1. membaca pengalaman belajar bahasa ,aku juga ada nih,aku di russia belajar pertama kali hanya di russia sebelumnya di jakarta nga sama sekali.dan memang pertama kali itu susahnya ampun2 d tapi sekarang sih masih susah jg tapi namaya tujuan ,jalan terus,tq

  2. Mkasih mb atz info’y…
    emg agk susah c, msi brmslh jg ni pd artikulasi scra lentement n clairement…
    Mb’y ud kuliah d univ mn skrg?

  3. bonsoir…vous étez magnifique…🙂 maaf blrpotan bhsanya…mbak…aq jg sm nihh…bkn bgf tapi fasttrack…aq jg dhrskan les prancis kya mbak…& q trmsk org yg ssh bljr bhasa..hhe…udh tes A2 dg hasil yg pas-pasan bgt…tau kan mbak brp…hehe…minder aq…bagi tipsnya dong mb…biar bsa lulus B1 & B2…huhu shock aq pas nilai A2nya kluar…kira2 bsa lulus B1 & B2 gak yaaa? merci d’avant🙂

  4. Bonjour…
    waahhhh…keren mbak…bisa lulus smpe B2😀
    aq jg kbtulan sama nihhh mb…pi dpt beasiswa fastrack bkn bgf…nah syara2nya jg sama kya’ mb gt…dwjibkan les perancis & gratis pula…
    kmrn udh tes A2 mb…lulus Alhamdulillah…pi nlainya ngepas,,,nilai minimum,,,hehehe,,,minder aq mbak… >.<
    kira2 bsa lulus B1 & B2 gak ya mbak?? aq trmasuk susah bljar bahas jg sihh orgnya…bagi2 tipsnyaaa dong mbak biar lulus & bnr2 bisa kuliah di Perancis…🙂🙂

    merci d'avant ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s