Friends

Setiap orang pasti punya teman dan sahabat, teman berbagi cerita di kala sedih, senang, bahagia dan terpuruk. Teman yang selalu menyemangati kita di saat kita membutuhkan, teman yang setia mendengar cerita-cerita yang ga penting dan teman yang selalu memberi cahaya di kegelapan perjalanan hidup kita.

Begitu panjang perjalanan yang sudah aku tempuh saat ini dan begitu banyak teman serta sahabat yang sudah aku temui. Namun satu persatu teman dan sahabat itu pun harus aku tinggalkan, entah karena aku pindah tempat, tidak mempunyai nomor telp yang bisa aku hubungi, ataupun sudah tidak adanya komunikasi lagi. Namun sosok-sosok itu perlahan-lahan datang dalam kehidupanku lagi melewati media facebook. Menemukan beberapa teman dan sahabat dari SD sampai kuliah, memberiku informasi tentang keadaan mereka saat ini.

Teman lama bukan untuk dilupakan hanya karena tidak adanya komunikasi atupun interaksi itulah akhirnya membuat kami merasa jauh. Mereka adalah kenangan terindah bagiku untuk saat ini, bertemu mereka di masa lalu telah memberiku banyak pelajaran. Teman ataupun sahabat lama tidak akan bisa digantikan dengan teman atau sahabat baru. Namun karena kesibukan masing-masing inilah yang membuat komunikasi tidak selancar dulu saat kebersamaan itu masih ada.

Berbagi cerita di FB, blog, email dan YM itulah yang sering aku lakukan dengan beberapa teman dan sahabat. Perbedaan waktu, jarak, kesibukan dan keadaanlah yang membuat perpisahan ini harus terjadi.

Membaca note seorang teman mengenai perbincangan kami sore hari itu yang ternyata telah membuat dirinya bersemangat untuk berjuang meraih mimpinya, mengingatkan aku pada kejadian 2 tahun yang lalu. Saat-saat dimana aku berjuang meraih mimpiku yang tertunda, menemukan teman-teman dan sahabat yang selalu menyemangatiku dan yakin aku bisa meraih mimpiku.

Tidak menyangka perbincangan kami sore itu berpengaruh padanya, aku pikir obrolan kami sore itu hanyalah candaan dan obrolan ringan saja. Terkadang apa yang kita pikir biasa tapi bagi orang lain itu luar biasa. Sama halnya pada kejadian setahun yang lalu, pertanyaan-pertanyaan bodoh yang selalu aku lontarkan pada seorang teman untuk apply beasiswa BGF. Saat itu aku anggap jawaban dia adalah petunjuk berguna buatku, namun bagi dirinya hal tersebut adalah biasa saja.

Terimakasih teman, kehadiranmu telah membuatku mengerti dan memahami kehidupan ini. Begitu banyak pelajaran yang sudah aku dapatkan dari cerita-cerita kalian. Tetaplah berbagi cerita itu. Dan tetaplah menjadi bintang dalam malam-malam panjangku.

Buat Uni Deni, Luna, Tika, Mury dan Pono, ingin rasanya aku mendengar kabar kalian bisa meraih mimpi kalian itu. Semoga saja aku masih ada di Indonesia saat itu, hingga bisa melihat keceriaan kalian. Tetap semangat dan jangan menyerah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s