Pentingnya Penguasaan Bahasa Asing

Tergelitik dengan perkataan Maya siang itu yang akhirnya membuatku ingin menulis tentang pentingnya pengguasaan bahasa asing buat apply beasiswa. Saat itu Maya bilang, kenapa di tulisanku sebelumnya mengatakan bahwa TOEFL LIKE atau sering disebut dengan TOEFL Prediksi tidak bisa dipakai untuk apply beasiswa. Tapi Uni Titik mengunakan TOEFL Prediksi buat apply Monbusho, dan akhirnya lolos. Kenapa beasiswa lainnya tidak boleh memakai TOEFL Prediksi?

Ehm wah aku sebenarnya gatahu juga ya, kenapa bisa begitu. Mungkin saja karena di Jepang, bahasa Inggris tidak digunakan sehari-hari. Sama halnya di Perancis, TOEFL hampir dipastikan tidak ada dalam syarat-syarat untuk apply beasiswa ataupun apply ke universitas di sana (kecuali yang menggunakan program international lho). Biasanya ada persyaratan untuk mengguasai bahasa lain selain bahasa Inggris, contohnya Perancis, untuk bisa diterima di salah satu kampus di sana minimum level bahasa Perancis adalah B2, bahkan ada yang mensyaratkan sampai level C2.

Setahuku si hampir semua beasiswa, entah itu di Eropa, Amerika, Inggris or Australia, sudah dipastikan tidak menerima TOEFL Prediksi. Bahkan ada yang lebih kejam lagi lho, ada beberapa negara yang hanya menerima TOEFL or IELTS international. TOEFL ITP tidak diterima lagi. Nah lho itu artinya butuh modal yang besar buat apply beasiswa. Tahu sendiri test TOEFL or IELTS international itu biayanya sekarang mencapai 180US$ (kalau di kurs ke rupiah sekitar Rp. 1.800.000,- dengan asumsi 1 US$ = Rp. 10.000,-).

Tapi balik lagi si kita mau apply ke negara mana. Mungkin ada juga negara or kampus yang tidak mensyaratkan nilai TOEFL or IELTS. Contohnya pengalamanku saat apply ke Université Joseph Fourier Grenoble I. Untuk apply ke jurusanku tidak ada syarat minimal TOEFL or IELTS, padahal program yang akan aku ambil adalah program international yang menggunakan bahasa penggantar bahasa Inggris. Aku gatahu kenapa bisa begitu, pada saat apply aku tidak menyertakan sertifikat TOEFL or IELTS, dan hasilnya aku diterima di UJF.

Stuned sendiri mensyaratkan memiliki kemampuan bahasa Inggris yang cukup baik (TOEFL computer based skor min.213, atau ITP 550, IELTS 6), yang diterima hanya international TOEFL atau Institutional TOEFL (ITP) yang diakui. Nilai TOEFL berlaku hanya sampai 1 tahun. Dibuktikan dengan hasil skor yang asli tidak boleh difotokopi. Pengecualian diberikan untuk skor di bawah 550 selama universitas yang memberikan surat penerimaan menjamin akan meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris mahasiswa yang bersangkutan sampai ke tingkat yang ditentukan. (http://www.nesoindonesia.com/indonesian-students/informasi-dalam-bahasa/beasiswa/stuned/stuned-master-programme)

DAAD mensyaratkan untuk program master yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa penggantar skor TOEFL international minimum 550 untuk paper based, 213 untuk computer based, 80 untuk internet based atau IELTS band score 6. Beberapa program mensyaratkan nilai TOEFL yang berbeda. Untuk lebih jelasnya lihat pada masing-masing website universitas.  (http://jakarta.daad.de/scholarships/scholarship_postgraduate.htm)

Untuk ADS kemampuan bahasa Inggris dinilai dengan skor IELTS minimal 5.0 (atau setara dengan nilai TOEFL Institutional minimal 500 atau 170 hasil TOEFL International). (http://adsindonesia.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=12&Itemid=26&limit=1&limitstart=3)

Sedangkan untuk beasiswa BGF, tidak ada persyaratan berapa minimal skor TOEFL or IELTS si. Hanya saja persiapkan kemampuan bahasa Inggris buat wawancara (kalau lolos wawancara lho). Tapi tenang saja, wawancaranya ga seseram yang dibayangkan ko. Santai aja.

Dari persyaratan yang aku sebutkan di atas jelas kan bahwa TOEFL prediksi tidak bisa dipakai buat apply beasiswa manapun kecuali beasiswa BGF. So jadi sangat penting sekali buat teman-teman yang mau apply beasiswa untuk mempersiapkan diri buat tes TOEFL ITP or International or IELTS. Walau emang mahal si, tapi itu kan modal utama buat kita dapatkan beasiswa. Ya ibaratnya kalau mau hasil yang besar membutuhkan umpan yang besar bukan ? (ini mah nasehat dari mbak Fitri lho hehehe)

So, persiapkan saja kemampuan bahasa kita sedini mungkin. Karena ga cepat lho belajar bahasa itu. Butuh kesabaran dan ketekunan. Apalagi untuk mencapai skor minimal, wuih ada yang bertahun-tahun lho. Lha ko malah menakut-nakuti ya hehehe. Ga ding, yang penting usaha aja dulu. Hasilnya serahkan saja ama Allah. InsyaAllah ntar hasilnya yang terbaik ko.

Kalau trias dulu belajar TOEFL or IELTS sendirian si. Habisnya ga ada modal buat kursus hehehe.. Asal ada kemauan pasti ada jalan. Pelajari saja apa-apa yang menjadi kendala kita, trus perbaiki. Kalau trias si, ngerasa bahasa Inggrisnya masih jelek banget, belajarnya dari awal dengan cara mencari bahan dari internet buat belajar grammar and penggunaannya. Kemudian ditambah dengan beli buku-buku pelajaran bahasa Inggris dari kelas 1 SMP sampai kelas 3 SMU. Setelah selesai baru deh beralih ke TOEFL dan IELTS. Khusus IELTS karena ga bisa nilai writing and speaking, trias akhirnya ambil kursus privat. Alhamdulilah ada hasilnya. Lumayan bisa bikin email buat kenalan ma professor, bikin motivation letter and project professional (walau harus di koreksi ma mas Joko, mas Adrian, mba Fitri, Teh Dini, and bu Ika), research project (ini mah yang ngoreksi langsung dua calon supervisor trias di Perancis), dan lolos wawancara BGF 2009. Untuk memperbaiki listening biasanya trias dengerin lagu-lagu barat, trus tulis lagi deh liriknya. Sekalian dibuang semua mp3 lagu-lagu Indonesia dari laptop and MP3 player trias. Untuk menambah kosakata, biasanya trias lakukan dengan baca komik berbahasa Inggris (belinya pas ada pameran buku, harganya bisa murah lho. Kadang 2 buah komik harganya Rp.15.000,-).

Kenapa trias nulis topik ini? Karena selalu saja yang menjadi penghalang kita buat apply beasiswa adalah skor TOEFL or IELTS yang belum memenuhi syarat. Alasan inilah yang selalu dijadikan kambing hitam beberapa orang untuk tidak apply beasiswa. Padahal kan dari dulu emang gitu syaratnya. Kenapa ga ada kemauan untuk menaikkan skor TOEFL or IELTS? So sekarang ga ada alasan lagi kan buat tidak apply beasiswa lagi hehehe..

Semoga bermanfaat..

One thought on “Pentingnya Penguasaan Bahasa Asing

  1. Mbak Trias,
    kalau yang di BGF, toefl 550 itu masih boleh menggunakan yang ITP dari ETS atau harus yang PBT internasional?
    Karena kalau di Indonesia sekarang sudah IBT semua.
    Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s