“En cours de traitement”

Kemaren adalah hari yang lucu buatku. Gimana ga lucu, diwebsitenya UJF kan dibilangin bahwa seleksi administrasi akan diumumkan tanggal 12 May, secara aku belum pernah mencoba apply ke universitas di Perancis jadi ya aku pikir itu mengenai keterima apa ga aku dikampus itu. Ternyata setelah tanya sana-sini, maksudnya seleksi administrasi itu adalah dokumenku baru dicheck sama pihak komite. O begitu tho, trus bisa tahu keterima apa ga, gimana caranya ya? Tau deh, jalani aja..

Emang si dah dapat acceptance letter dari Prof Cino, tapi bagiku masih kurang. Kan belum dapat acceptance letter dari UJF (ya seperti punyanya mbak Fitri, waktu apply ke Wageningen hehehehe). Keren tu dapat acceptance letter resmi dari universitas di eropa, dan dengan surat itu aku bisa memperlihatkan ke semua orang yang pernah meremehkan aku. Walau aku dibesarkan di kampung, tapi bisa juga ko jadi mahasiswa master di Eropa. Bukannya buat sombong si, namun buat membuktikan aja, bahwa seseorang yang dari kampung, anak dari pensiunan PNS, dan dengan bahasa Inggris yang pas-pasan pun, bisa mendapatkan kampus di Perancis. Apalagi orang yang hidup di kota besar seperti Bogor, pasti bisa lebih dari aku.  Sebenarnya modalku kan hanya modal nekad aja. Ga lebih dari itu.

Gatahu deh berapa kali aku lihat website UJF buat memonitor dokumenku, namun statusnya baru berubah sekitar jam 3 siang waktu Indonesia (itu artinya sekitar jam 9 pagi waktu Perancis). Dan yang bikin aku binggung adalah disitu ditulis pakai bahasa Perancis. Mana aku belum bisa artiin pula. AKhirnya browsing nyari kamus online. Waktu mencoba untuk menggartikan ko rasanya aneh ya.. Status applikasiku kan “En cours de traitement”, nah waktu mencoba menggartikan lewat kamus online. Artinya “In progress of treatment”, maksudnya dalam proses perawatan?? Ko ga nyambung ya.. Akhirnya mencoba sms Dina, nanyain artinya apa. Sambil nunggu balasan dari Dina, aku coba chatting ma Tika, kebetulan dia pernah belajar bahasa Perancis di CCF selama 1,5 tahun. Dan ga lupa juga kirim email ma Riza. Pada saat yang sama aku lagi chatting ma mbak Fitri, trus aku kasih tahu aja status applikasinya. Eh dia nyariin juga artinya.. Dan satu kesimpulannya dari kalimat itu adalah dokumenku lagi dalam proses seleksi komite UJF. So tunggu aja hasilnya beberapa hari lagi, dan diminta untuk menunggu surat resmi dari UJF yang akan dikirim ke aku. O jadi itu tu fungsi dari perangko yang aku beli kemaren..

Nasib deh, kalau apply ke Negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari. Ya begini deh.. Tapi lucu juga lho kalau diingat-ingat. Panik trus coba tanya sana-sini. Mana yang ditanyain ga Cuma satu orang lagi, jadi nyusahin banyak orang deh hehehe.. Maaf ya..Habisnya baru mau kursus minggu depan ni. Besok juga baru mau daftar di CCF Senen, mumpung senior-seniornya ga ada dikantor hehehe..

Hari yang sama aku juga dihubungi ma Zufzuf (tepatnya si chatting). Dia masih aja nanyain tentang tuition fee di UJF yang hanya 400 euros. Cape deh meladeni, dah berapa kali si aku bilang, mana dah aku forwardin juga emailnya prof Cino pula. Ko masih ga percaya dan meributkan itu. Yaelah, orang pengumuman lolos seleksi administrasi BGF aja belum diumumkan, ko masih mempermasalahkan itu ya.Gara-gara dia ni, aku jadi binggung. Awalnya si aku ga mempermasalahkan, karena aku percaya sama informasi dari prof Cino daripada orang lain. Lagian kan ada buktinya juga, walau hanya satu kalimat di email Prof Cino. Tahu deh nantinya gimana, ntar aja deh klarifikasinya ma Prof Cino habis ada pengumuman sapa aja yang lolos seleksi tahap selanjutnya. Kalau sekarang buat apa? Lagian Prof Cino juga dah tahu kondisiku. Jadi ga masalah kan hehehe..

Ada hal yang berbeda aku temui saat aku apply ke UJF. Pertama aku kan hanya berhubungan dengan Prof Cino, trus baru dikenalin ma Prof Dufour saat aku mau nulis research project buat apply BGF. Nah si Zufzuf ini baru mengenal prof Cino dari  Prof Dufour. Ya intinya si caranya kebalikan dari aku. Mungkin untuk urusan acceptance letter kali ya.. Kemaren dia menanyakan kenapa emailnya tentang permintaan referensi belum dibalas ama prof Dufour, padahal dah satu minggu. Lha masa si gatahu kebiasaan professornya. Kan selama ini dia berhubungan dengan prof Dufour kan. Sepengetahuan aku si, selama ini emailku selalu dibalas pada saat itu juga hehehe.. Cuma ada 2 email yang ga dibalas dengan cepat. Email pertamaku ga dibalas mungkin karena aku ngirimnya pas mendekati natal, jadi tertumpuk dan kehapus ma beliau (kali aja lho hehhee). Yang kedua adalah email yang aku kirim mendekati liburan (gatahu libur apaan di Perancis, soalnya waktu aku tanyain ma Riza, dia bilang lagi musim liburan gt). Gatahu apa karena setiap emailku ke Prof Dufour itu selalu menyertakan Prof Cino ya, jadinya Prof Dufour segan gitu hehehe.. Secara structural Prof Cino emang lebih senior daripada Prof Dufour. Buktinya, pada saat Prof Cino lagi diluar Grenoble dan aku kesulitan mengartikan kalimat yang ada diformulir dia meminta Prof Christian membantuku. Dan hasilnya setiap kali aku kesulitan mengisi formulir, Prof Christian dengan sabar membantuku. Makanya itu waktu aku bilang bahwa emailku selalu dibalas ma Prof Dufour balas karena aku men-cc-kan juga ke Prof Cino , dia mau mencoba juga. Biar Prof Dufour balas..Padahal ni, aku melakukan hal itu kan emang karena Prof Cino yang minta.Trus masalah referensi, buat research projectku aku nyari sendiri dengan bantuan Bu Ika. Kebetulan dia punya account di Elsevier hehehe.. Ga pernah tu aku minta satupun referensi dari prof Dufour. Yang ada beliau malah memberikan 3 papernya yang ada kaitannya buat research projectku nanti. Makanya dia trus minta paper yang dikirimkan Prof Dufour ke aku. Waktu aku bilang semuanya itu berhubungan dengan beton dan ga ada yang berkaitan dengan tanah, dia kaget. Tapi ya tetep aja minta. Ya iyalah semuanya tentang beton, orang aku sendiri yang memilih ko. Kalau mau nyari judul research projectku di website UJF, ya ga bakalan ada di list internship lah, kan itu belum dipublish hehehehe.. Masih original lah..

Dari pengalaman yang sudah aku dapatkan selama ini, ternyata memberiku kepercayaan bahwa impian ini sudah dekat. Semoga saja bisa aku peroleh dalam waktu dekat. InsyaAllah jalan yang sudah aku lewati ga ada yang salah, dan aku selalu menemui teman-teman seperjuangan yang baik dan sangat membantuku.

2 thoughts on ““En cours de traitement”

  1. Hai, salam kenal…

    pertama” selamat ya atas lolos tahap 1 nya,

    aku baca posting” blog kmu, seru juga ya…

    saya juga salah satu yg kepanggil interview lho mba… hehe..

    ya intinya, selama kita berusaha dan itu memang rezeki kita… pasti kita akan berhasil… hehe…

    sukses ya… 😀

    1. Hai juga..Senang deh nemu teman seperjuangan hehe..Selamat ya kepanggil wawancara Tahap I..Yup, serahkan aja semua pada Tuhan, dan biarkan Dia yang menentukan..Good luck ya buat interview minggu depan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s