Too much information make me confused

Terlalu banyak ni informasi yang aku dapat mulai masalah-masalah yang terjadi di kantor, penggurusan aplikasi beasiswa, penggurusan pembuatan visa student, sampai aplikasi ke UJF, sampai-sampai binggung sendiri. Mana yang harus menjadi prioritas untuk dipikirkan. Ehm semoga aja suasana ini cepat berlalu…

Yang mau sekolah ke luar negeri, sebenarnya apa si alasan kalian nyari beasiswa dan sekolah di luar? Kan kalau sekolah di luar itu bakalan jauh dari orang-orang yang kita sayangi, trus setumpuk tugas dan riset yang mengejar-ngejar kita. Tapi kenapa masih banyak ya yang pengen melanjutkan sekolah lagi. Kalau aku si dulu awalnya karena pengen bisa jalan-jalan ke eropa trus bisa lihat salju, bikin boneka salju, maen lempar-lemparan salju dan paling utama ya main ski lah hehehe… Tapi seiring berjalannya waktu, motivasi itu ilang. Berganti dengan motivasi yang lain. Jujur si, pengen kuliah di eropa karena dah ga betah dengan suasana kantor saat ini. Kemaren sempat dapat info dari teman kantor, dia ga banyak cerita si. Cuma minta untuk buka sendiri saja salah satu blog. Di blog tersebut ada surat terbuka buat seorang guru besar di salah satu universitas di Indonesia dan sekarang menjadi kepala UPT tempat aku bekerja. Deg, kaget waktu baca itu. Apakah seperti itu sifat beliau? Walau aku dah sering mendengar berita-berita tentang beliau dari teman-teman lainnya. Hanya saja aku belum percaya sampai aku mengalami sendiri. Biarlah mereka bercerita yang macam-macam, asalkan aku positif thinking dengan perilaku beliau. Tapi ya namanya sifat dan karakter ga bakalan bisa disembunyikan tho. Tahu deh, rasanya ingin kabur aja. Tapi apakah dengan kabur bisa menyelesaikan masalah? Ga juga kan. Akhirnya aku putuskan untuk netral walau itu aku akui sangat sulit sekali dalam kondisi saat ini. Tapi setidaknya aku akan bersikap profesional saja, tanpa harus melibatkan perasaan. Intinya aku kerjain aja semua tugas yang emang sudah menjadi pekerjaanku. Yang lainnya udahlah dianggap angin lalu aja..

Minggu kemaren aku terima email dari Zufri, kebetulan dia merupakan calon mahasiswa di UJF. Dia tahu emailku dari Prof Cino. Prof Cino lah yang menyarankan pada Zufri untuk menghubungiku kalau mau tahu tentang course M2 di UJF. Padahal di websitenya dah banyak sekali infonya. Yang lucu ni, di email Zufri, dia anggap aku ini alumni UJF. Ketawa aja waktu baca itu, gimana ga ketawa orang aku masih di Indonesia, belum juga kuliah di UJF. Ko dah disebut alumni UJF. Sempat aku tanya gimana prosesnya sampai akhirnya Prof Cino mau menghandle dia. Trus dia cerita, awalnya dia kontak dulu ma Prof Dufour. Trus dia diforward in ke Prof  Cino dan Prof Christian. Ternyata Zufri itu memilih research plannya dari daftar list internship yang ada di websitenya UJF. Jadinya untuk apply BGF dia tinggal kopi aja tuh research plannya. Enak banget ya…Ngobrol sana sini ternyata dia satu dosen pembimbing ma aku. Cuma bedanya research planku ga ada di list internship, jadinya aku bikin sendiri tu research plannya. Walaupun akhirnya dibenerin juga tuh ma Prof Dufour hehhe.. Tapi kasihan juga lho si Zufri ini, dia ga dikasih referensi. Makanya itu dia agak kebinggungan dengan research plannya. Sepertinya aku lebih beruntung deh hehehe.. Trus yang agak aneh ni. Pas aku ke campus france untuk nyari perangko aku ketemu ma Miss Emili. Eh dia banyak ngasih info yang bagus2 lho. Dari mulai mengijinkan aku untuk apply international program sampai ada satu statement dari dia kalau aku bisa langsung berangkat ke Perancis tahun ini kalau dapat beasiswa BGF. Tapi si Zufri malah ga dikasih tahu soal itu. Mungkin beda persiapannya kali ya. Soalnya pas aku ketemu miss Emili, aku bawa tu dokumen applikasi ke BGF, email2 dengan Prof Cino. Pokoknya lengkapa banget deh, sampai aku kasih tahu juga aku kerja dimana. . Apa ini ya yang membedakannya??? Sebenarnya apa ya alasan Prof Cino meminta Zufri untuk menghubungiku. Kata mas-masku  karena banyak banget informasi yang aku punya. Dari silabus, dimana letak Grenoble, lamanya belajar dan biayanya aku dah tahu semua. Yaiyalah kan diwebsitenya ada semua informasinya. Kalau letak Grenoble aku nyari di wikimapia ma Google. Lagian ada Riza kan di Perancis, makanya aku bisa tahu semuanya hehhe.. Trias gitu lho, apa si yang ga dicari sampai ke akar-akarnya ehhehe.. Sampai facebook nya Prof Cino aku juga tahu ko hehehe…

Ya namanya hidup, emang harus tahu semuanya kan… Udahlah apapun itu semakin kita tahu tujuan kita semakin besar peluang kita untuk mewujudkan impian kita.. Karena mimpi dibuat bukan untuk dihapus.. Jadi impianku untuk ke eropa tinggal tunggu waktu ni. InsyaAllah dengan ijin Allah semuanya bisa lancar.. Semoga saja aku bisa bareng berangkatnya mas Udin dan mas joko. Tapi mas Udin dah mulai ngurus visa ke Norway ni.. Jadi pengen..

One thought on “Too much information make me confused

  1. Lo juga sebentar lagi bakalan ngurus visa. Lho mas Joko juga mau ke eropa? wow, it is nice to hear that your brother will go to Europe too. It means that you will not alone. See you in Grenoble.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s