Something happen with a reason

Jalan kehidupan seseorang itu tergantung dari orang itu menyikapi semua permasalah hidupnya. Arti kebahagian tiap orang pasti berbeda-beda. Cara berpikir setiap orang pun pasti berbeda-beda tergantung dia berada dalam kondisi dan lingkungan yang bagaimana. Teman pergaulan, keluarga dan lingkungan adalah salah satu faktor pembentuk karakter seseorang.

Aku dilahirkan di sebuah keluarga sederhana yang memberikan kebebasan kepada anak-anaknya untuk berekspresi dan berkarya. Aku sangat dipengaruhi oleh karakter kakakku, seorang kakak yang memberiku sebuah kenyataan bahwa impian itu haruslah dikejar karena itulah kita hidup. Seorang kakak yang selalu mengingatkanku untuk meminta doa restu dan ridho orang tua (terutama ibu) dalam setiap langkah yang ingin aku ambil. Seorang kakak yang mengajarkan aku untuk bertanggungjawab dengan semua keputusan yang aku ambil. Seorang kakak yang mengajarkan aku untuk bersikap profesional dalam segala hal. Seorang kakak yang mengajarkan aku untuk hidup sederhana dan bersyukur dengan apa yang sudah Allah berikan padaku. Dan seorang kakak yang mengajarkan aku untuk tidak menyalahkan orang lain dengan musibah yang aku alami.

Hidup ini adalah sebuah perjuangan panjang yang sangat melelahkan. Namun jika kita menikmati perjalanan itu maka hati kita pun akan bahagia. Seperti yang aku rasakan saat ini. Bukan bermaksud untuk sombong jika aku selalu menulis status YM dengan apa yang aku rasakan. Atau ketika aku bercerita tentang proses panjangku mencari beasiswa. Karena emang itulah yang saat ini ada di otakku. Hanya itulah yang selalu membanyangi setiap mimpi-mimpi panjangku. Aku ga peduli dengan hasilnya, karena aku tahu Allah akan memberikan sesuatu yang indah di depan sana. Karena Allah akan melihat semua usaha umatnya.

Untuk kesekian kali aku bertanya dalam hati ini. Adakah yang salah dengan sikapku untuk mencari beasiswa? Adakah yang salah jika aku bercerita ke semuanya tentang impianku untuk sekolah di luar negeri? Adakah yang salah dengan caraku menulis apa yang aku mau di status YM?

Pertama, aku tahu mungkin ada sebagian orang yang ga suka lihat usahaku untuk mendapatkan beasiswa. Dengan banyak omong ke sana ke mari bilang mau sekolah tapi ko ga berangkat-berangkat. Ehm apakah kalian tahu sudah sampai mana perjalanan yang aku tempuh? Kalian ga ngerasain gimana aku jatuh bangunnya untuk bisa sampai di istana impianku? Berapa lama waktu yang sudah aku habiskan? Menekan rasa egoku untuk bisa bersenang-senang. Mengurangi waktu tidur dan mainku. Berapa lama aku ga bisa pulang ketemu keluargaku. Dan kalaupun saat ini aku belum berangkat emang karena Allah belum mengijinkan. Kenapa mesti diributin sih? Toh secara administrasi aku dah dapat semua. Dari professor, kampus, research plan, aku sudah memenuhinya. Namun Allah belum mengijinkan aku untuk kuliah. Dan disitulah kesabaranku diuji. Apakah aku tetap ingin mewujudkan impianku dengan berbagai rintangan yang aku hadapi? Ataukah aku berhenti sampai disini. Aku ga bisa mengubah ketetapan yang sudah Allah berikan. Jadi jangan tanyakan padaku kapan aku berangkat sekolah. Karena itu adalah rahasia Allah. Tanyakan pada Allah kapan aku bisa berangkat kuliah? Tolong tanyakan pada Allah juga, dimana aku akan kuliah dan kapan waktunya.

Kalau aku mau jujur, aku juga pengen sesegera mungkin. Tapi aku ga bisa melawan ketetapan Allah. Ini adalah saatnya aku menunggu apa yang ingin di kasih Allah. Tahu ga apa nasehat teman-temanku yang sekarang berada di luar negeri. Mereka hanya bilang, trias sabar ya. Tunggu janji Allah padamu. Tetap semangat dan jangan menyerah. Secara matematis kamu sudah layak untuk jadi master student. Hanya saja Allah belum memberimu kesempatana. Dia maha tahu apa yang kamu perlukan.

Nasehat kakak-kakakku. “Sabar semua yang terjadi pasti ada alasannya. Ga ada kekuatan lain yang bisa mengalahkan kekuatan Allah. Kamu percaya kan ma Allah? Jadi serahkan semua urusan pada Allah. Dan biarkan Dia memutuskan kapan kamu berangkat.”

So, aku pikir orang yang berfikir cerdas, tahu dan mengerti iman. Ga akan bilang sesuatu yang bisa menjatuhkan aku. Dan disinilah aku mengerti arti sebuah support dari orang-orang terdekat. Orang-orang yang percaya masih ada Allah untuk mengatur semua kehidupan kita. Jadi apapun yang terjadi aku akan tetap melangkah dan ga berpengaruh apapun terhadap omongan yang tidak mengenakan. Karena aku percaya ada Allah.. Karena aku percaya, impianku bentar lagi bisa terwujud.

My dream in this year are get BGF scholarship, go to Grenoble and resign (hopefully, I can do it as soon as possible). Grenoble, Prof Cino, Prof Dufour, Riza, Uni Renita, Felicia, mbak Puji, mas Adrian, and mas Udin . Waiting for me next year in France..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s