Easy or Difficult? Depend on me look my problem

Ternyata meraih mimpi itu sangat susah ya. Banyak banget rintangannya, walaupun impian itu dah didepan mata. Dulu aku ga pernah membayangkan akan seperti ini susahnya. Tahunya ya hanya apply trus ikut wawancara dan baru setelah dapat beasiswa, masalahnya tinggal berangkatnya gimana. Ternyata ada yang lebih berat dari itu yang harus aku lewati saat ini. Ingin banget rasanya bisa melewati rintangan ini, tapi gimana caranya ya???

Kadang aku binggung harus menggambil langkah yang bagaimana. Ingin nyerah tapi tanggung banget, dah dapat profesor dan kampus pula masa si nyerah gara-gara aku ga familiar dengan topic risetnya. Ga boleh juga aku melepas tanggungjawab dari keputusan yang telah aku ambil, aku harus menyelesaikan perjalananku ini. Dan aku baru menyadari betapa hebatnya orang-orang yang mendapatkan beasiswa ke eropa. Berapa lama ya persiapan mereka? Bagaimana dengan persiapan bahasa Inggrisnya?

Sadar akan pilihan yang telah aku buat dan aku ga bisa menyerah begitu saja hanya karena aku belum paham dengan topic penelitian ini. Iya aku tahu aku ga bisa lama-lama diam di satu tempat tanpa melakukan sesuatu. Aku harus yakin dengan diriku sendiri kalau aku mampu memahami topik ini. Toh kalau belum paham tinggal cari literatur dari internet, browsing paper yang ada hubungannya dengan topic ini, diskusi sama Arso atau kirim email aja ma Prof Dufour. Beres kan.. Ingat, hanya keyakinan kitalah yang bisa membuat kita mampu melewati rintangan ini.  Kalau bukan diri kita  sapa lagi yang bisa yakin dengan diri kita. Tul ga..

So is it easy or difficult, depend on me look the problem. It will easy If I tell to my self that I can handle the problem. What is my problem?? Just read the paper which Prof Dufour sent, make it easy to understand. Just it.  And I have 2 day to understand the topic and the papers. Bener juga ya.. Lagian ntar kalau bikin proposal research kan ada mas Joko, mas Udin dan mas Adrian yang akan ngoreksinya. Kenapa mesti panik? Banyak jalan ko..

Pengalaman ini ga mungkin akan aku dapatkan jika aku tidak melewati jalan ini. Ini adalah ujian yang sangat bernilai harganya. Setidaknya merupakan awal langkahku untuk studi sampai S3. Belum tentu apa yang aku alami juga dialami teman-temanku. Tadi sempat ngobrol ma mas Joko, dia sampai bilang bahwa beasiswa Australia ternyata lebih mudah ya daripada beasiswa yang aku ikuti sekarang. Ya emang bener banget, tapi pengalamanku lebih banyak dari mas Joko. Aku dah bisa mengenal Prof tanpa aku dikenalkan orang lain. Dan aku tahu banget gimana jalan yang harus aku tempuh untuk mendapatkan beasiswa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s