15 Desember 2008

Yesterday, I were interviewed by Professor Cino who responsible in Grenoble. I were very nervous, but I must do it. It is first step to reach my dream in France. I have prepared it and I do not want to fail. Rasa itulah yang membebaniku, ingin banget rasanya bisa mendapatkan apa yang aku mimpikan selama ini. Namun kenyataan tidak seperti yang aku bayangkan. Interview itu gagal total. 

Sekitar jam 2 siang, Professor Cino meng- add ku via skype, and bilang dia akan menghubungiku minggu depan sekalin ini mengechek ID skype ku. Aku pikir minggu depan, eh ternyata jam 3 lewat dikit Prof Cino menghubungi ku. Kaget, dan nervous banget. Buru-buru aku aku jawab telphonnya. Ehm suara orang bule banget, ke bapakan  gitu deh hehehe. Jelas banget Prof itu ngomongnya, dan aku ngerti maksudnya. Simpel ko bicaranya. Baru juga nanyain kabarku dan namaku, tiba-tiba ada suara azan di kantorku dan aku lupa mematikan speker di ruangan. JAdinya aku ga jelas dengernya. kemudian aku meminta maaf kalau ga bisa dengar suara beliau. Aku meminta untuk mengakhiri interview ini dan meminta waktu untuk mencari tempat yang tepat agar tidak terganggu suara-suara. Beliau pun ga masalah, karena beliau juga denger suara itu. Akhirnya aku pindah ke ruangan Pak Leman yang agak tenang disana. Namun ternyata kendala ada lagi. Jaringan intenet di kantor lagi ga bagus karena ada salah satu koneksi ADSL yang lagi bermasalah. Jadinya aku tambah ga denger maksud dari beliau. Dan obrolan itu makin ga jelas arahnya. Akhirnya aku bilang ma Prof Cino, bahwa jaringan internet di negara saya sedang menggalami gangguan hehhee. Kemudian akhirnya kita putuskan untuk menggunakan email buat diskusi. Jujur aku sedih banget, pertama kali aku mencoba ngobrol ma Prof Cino begitu banyak gangguan. Seolah-olah ini mengesankan bahwa aku tidak serius untuk kuliah disana. Aku sudah berpikir bahwa aku akan gagal. Pasti professor itu berpikir bahwa aku hanya main-main saja. Akhirnya aku menulis email dan meminta maaf atas kondisi ini. Kemudian aku ceritakan apa saja yang aku perlukan untuk apply beasiswa pemerintah Perancis. Aku tertarik pada bidang struktur beton dan aku lagi nyari prof untuk bisa berdiskusi mengenai penelitianku nanti. Dan ini adalah bagian dari syarat apply beasiswa. Aku sudah gatahu lagi harus bagaimana menjelaskan kepada beliau. Aku hampir nyerah. Dan yang pasti aku ngecewain beliau dan semua orang yang sudah berharap padaku.

Sampai jam pulang, aku ga mau pulang. AKu masih berharap prof Cino mau membalas emailku. Ternyata samapai jam 5 sore ga ada balasan yang masuk ke dalam emailku. Sedih deh.. Akhirnya aku putusin pulang, namun ga langsung ke kost. Aku ingin jalan-jalan sambil merenung dan instropeksi atas semua kejadian hari ini dan hari-hari yang lalu. Dijalan sempat terlintas pikiran apakah benar aku pantas mendapatkan beasiswa ke luar negeri dan bisa kuliah di sana sampai S3 seperti yang aku inginkan. Ataukah itu sebenarnya bukan jalanku? Ada jalan lain yang seharusnya aku lewati. Kenapa untuk meraih beasiswa ini begitu susahnya jalan yang harus aku lewati. Kenapa mesti mental, hati, pikiran dan kedewasaanku ditempa secara bersamaan. Adakah maksud lain di balik ini semua? Ataukah sebenarnya ini jawaban dari Allah bahwa ini bukan jalan terbaik buatku. Akhirnya aku putusin ke UPT Bahasa IPB di baranangsiang, aku mampir sebentar untuk mengurus terjemahan yang salah menuliskan namaku (sebenarnya kurang huruf a doang si hehhe). Setelah itu aku ke Ekalos, rencana si beli back cover buat tasku, namun yang ukuran 25 habis. Akhirnya aku putuskan buat ke Gramedia. Sapa tahu aja ada buku yang menginspirasiku sehingga memberiku semangat. Ya sekalian buat teman perjalanan pulang ke Jogja besok pagi.

Malam tadi sempat mimpi aneh-aneh. Rasanya ingin menguburkan impianku untuk kuliah di Grenoble. Hanya saja ingat pesan mas joko, kalau udah rejekinya ya ga bakalan kemana. Yang penting usaha, InsyaAllah nanti ada hasilnya. Gausah terburu-buru untuk bisa dapat beasiswa, jalani seperti yang udah aku lakukan saat ini. Itulah pesan yang membuatku hingga saat ini bisa bertahan. Setidaknya, yang bisa aku lakukan adalah berserah diri pada Allah. Karena hanya Dia lah yang mampu menolongku saat ini.

Thanks for Prof Cino. Makasi banget dah memberiku kesempatan buatku sekali lagi. Menolongku mencari supervisor buat menulis research plan buat apply beasiswa. Makasi dah bantu sejauh ini. Maaf kalau dah berprasangka buruk.  I promise I will do the best that I can do.

Buat Luna ma mbak Fitri, makasi buat segalanya. Dukungan dan bantuannya selama ini. Yang selalu menyemangatiku buat meraih impianku. Yang selalu berfikir positif dan menarikku untuk bisa bangkit. Makasi semuanya. Luna, nyari beasiswa ya, ntar kita berangkat bareng. jadi ga ada yang ninggalin dan ditinggalin. Aku juga ga mau kamu ada dalam kondisi seperti ini Luna. InsyaAllah kamu ga akan ngalamin kondisi ini. Luna, mari kita segera pergi dari sini hehhe..

Pak leman, makasi dukungannya dan bantuannya. Mungkin memang belum saatnya aja trias dapatin. Kalau dah waktunya pasti akan dimudahkan ama Allah. Thanks nasehatnya.

2 thoughts on “15 Desember 2008

  1. Jangan menyerah Trias.. Sebentar lagi lo dapat meraih impian lo. Pelan-pelan dan hati-hati melangkahnya. Welcome to Grenoble my little sister.. Hopefully, I can meet you soon..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s